UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
HEBOH DI PENGURUS YAYASAN


__ADS_3

Aku bahagia berada dalam lingkup keluarga besar anak-anak kecil ini. Tak aku sangka mereka sangat dewasa. Aku jadi malu pernah tersesat sedemikian lama~Christian Mohede~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Ayah, Bunda aku mau ngomong,  sama  ke Mbah sekalian.



"Kenapa?" tanya Arif.



"Bagaimana hasil periksa mu tadi?" tanya Annisa.



Annisa tadi seharian memang pergi mengunjungi kerabatnya yang di Jakarta. Dia tak ikut rombongan anak-anak.



Begitu pun dengan Arif dan Baskoro. Ada sepupu Arif yang tinggal di sini jadi Arif pergi mengunjunginya mumpung Laras dibawa pergi main oleh kakak-kakaknya.



"Alhamdulillah baik Bun.  Ayah, Mbah, karena aku hamil tadi dokter bilang aku nggak boleh naik pesawat. Bukan nggak boleh sih disarankan jangan naik pesawat atau mobil untuk jarak jauh. Aku lebih baik pulangnya naik kereta api saja."



"Jadi Ayah, Mbak dan Bunda silakan tetap naik pesawat sesuai rencana semula. Semua tetap kami tanggung tiketnya."



"Tapi aku naik kereta aja biar bayi-bayi kami lebih nyaman."



"Bayi-bayi?" tanya Baskoro.



Vella dan Arie sepakat tak menjawab. Mereka hanya mengangguk.



"Ya ampun," Annisa berseru bahagia.



"Alhamdulillah," ucap Arif.



"Serius?" Baskoro tercekat. Vella menghambur ke pelukan ayahnya. 



"Serius Yah,  ini hasil USG nya," Arie memberikan hasil print dari dokter tadi.



"Alhamdulillah," Baskoro tak percaya dia akan langsung punya dua cucu dari Vella.



"Bunda sama Rafli bareng kamu naik kereta. Terserah Kalau Siena dan Helmi itu mau naik pesawat. Itu  keputusan Bunda," Annisa memutuskan dia akan bersama dengan Vella.



"Mbah yo milih kereto, langsung bisa turun Kutoarjo, enggak repot ke Jogja. Nanti di Kutoarjo Mbah di petuk ( di jemput ) om Yudwi. Ayahmu enggak perlu repot antar Mbah ke Kutoarjo wong dia juga capek," Arif Gunawan memutuskan memilih pulang dengan kereta.



"Baik tinggal nunggu Siena aja. Mbah, Ayah dan Bunda sudah pasti naik kereta. Nanti biar Abang langsung pesan tiket untuk kita pulang bareng," ucap Vella plong karena mereka semua akan pulang bersama.



"Kalau gitu aku tidur dulu ya Bun," pamit Vella.



"Jangan kecapean Vell," pesan Annisa.



"Iya Bun," Vella langsung menuju kamarnya.  Ari langsung ke dapur membuat su5u ibu hamil bagi istrinya.


__ADS_1


"Apa yang bisa dimakan tengah malam Mbok?" Tanya Arie apda simbok.



"Mas Arie mau makan apa?" Tanya simbok.



"Bukan buat aku mbok, Vella sebentar lagi teriak lapar," ucap Arie.



"Ni Mas, ada sosis. Nanti goreng aja, lalu ada saos pedes atau mayonaise." Sahut simbok.



"Besok bikin salad buah ya Mbok. Besok di Jogja juga harus siap bahan salad buah dan salad sayur."



"Njih. Besok belanja aneka saus, mustard di sini aja Mas. Di Jogja ada tapi kan jauh supermarket gedenya. Yang dekat rumah enggak lengkap." Simbok mengingatkan Arie belanja aneka kebutuhan dapur.


\*\*\*



"Halo tumben Vell,"  tanya Dian. Saat ini Vella akan mengumumkan kehamilannya di group yayasan.



"Iya aku mau marah sama kalian," ujar Vella dengan wajah dibuat seserius mungkin.



"Kenapa?" Tanya Wieke.



"Mata adik kecilku terkontaminasi virus berbahaya!" Sela Vella.



"Ada apa Vell?" Tanya papa Christ.



"Ini Pa tadi adikku Laras kan mereka bawa jalan-jalan. Enggak tahunya dia laporan sama abangnya, sama kak Arie : Abang tadi kakak-kakak tuh cuma jalan sama pacarnya masing-masing aja nggak urusin aku.  Papa kasih tahu tuh anak Papa semuanya," kata Vella. Dan anggota genks tertawa saat itu sudah semua sudah ada kecuali Helmi. 




Yang tahu baru Siena karena menginap di hotel saat resepsi.



"Ini siapa yang belum hadir?"tanya Vella. Dia tak mau bikin pengumuman bila anggota belum lengkap.



"Christo?" 



"Aku ganteng gini ga keliatan kah?" Jawab Christo.



"Siapa ya yang belum ngumpul ya?"



"Oh ini Pandu ada, Helmi!" Vella akhirnya tahu siapa yang belum hadir.



"Mungkin dia masih di jalan, kan baru aja keluar dari rumahmu habis anatar aku pulang," Siena menerangakn kondisi kekasihnya.



"Oke kalau gitu. Aku mau kasih pengumuman lagi. Dua hari lagi aku pulang ke Jogja tetapi tidak jadi naik pesawat," ucap Vella.



"Kenapa kamu bangkrut?" Goda Christo.



"Ha ha ha, enggak lah. Aku naik kereta karena aku punya babies," jawab Vella dengan senyum bahagia. 



"Serius?" Mami Cilla tak percaya Vella cepat dapat momongan.

__ADS_1



"Seriuslah. Kayaknya kandungan Mama Sisca kalah tua seminggu deh." Ukar Vella lagi.



"Wah Papa kalah set nih," canda Christo pada Christ.



"Kamu serius?" Tanya oma Maria.



"Iya Oma, mereka sudah tiga minggu," jawab Arie.



"Kok mereka?" Tanya Wieke.



"Iya dong. Nggak cuma mama Sisca yang punya dua. Aku juga punya dua," Sisca langsung berteriak mendengar Vella hamil anak kembar juga.



"Ya Tuhan kok bisa?" kata Sisca.



"Sekarang kita harus ekstra hati-hati kan?"



"Iya kemarin dokter bilang  harus hati-hati dan nggak boleh banyak pikiran," ucap Sisca.



"Iya Ma kita enjoy aja," balas Vella.



"Bener. Aku enggak boleh naik pesawat karena dikhawatirkan turbulensi membuat bayi terguncan Ma."



"Kemarin dari Jepang juga itu kendalanya  tapi Puji Tuhan kemarin aman."



"Kak Harllo, sukses buat besok ya," kata Vella.



Besok adalah lamarannya Harllo dan Asih.



"Iya terima kasih tapi hanya intern aja jadi besok Risye juga tidak pergi termasuk Pandu."



"Biasa, waktu kami akad juga private koq," jawab Arie.



"Ya gitu aja ya pokoknya aku udah kabarin semuanya semoga sehat doain aku dan mama Sisca bisa melahirkan dengan selamat dan sehat."



"Aaamiiin," kata semuanya.



"Ya udah yuk. Selamat tidur, aku nggak boleh lama-lama nanti satpam ku marah-marah,"  Ari langsung memeluk istrinya dari belakang.



"Bye semuanya Selamat malam."



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.


__ADS_1


![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1680171955045.jpg)


__ADS_2