
Bergaullah dengan tukang daging, maka bau amis akan kau dapatkan. Bergaullah dengan tukang minyak wangi, maka bau harum yang akan menghampirimu. Itu sering aku dengar. Dan aku sekarang senang, anakku bergaul dengan gadis anak orang kaya baik-baik yang tidak mengajak anakku untuk hura-hura, malah banyak mengajarkan nilai kebaikan untuk putri sulungku. ~papanya Surti~
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Vella menerima chat dari Baskoro berisi data diri lelaki itu. ‘Saya minta nomor rekeningmu.’
Begitu tulisan yang melengkapi data diri Baskoro. Vella tak langsung memberikan. Dia memesan dulu tiket keberangkatan mereka di hari Minggu dengan jadwal penerbangan pertama.
‘Koq sudah dibelikan tiket? Saya belum bayar lho,’ Baskoro tentu kaget melihat balasan Vella berupa foto pesanan tiket atas namanya.
‘Santai aja Pak. Nanti saja sekembali kita dari Singapore,’ balas Vella. Lalu gadis itu mematikan ponselnya dan berangkat tidur.
***
“Ini pilihan kalau beli jagung manis. Harus cari yang tua dan tertutup. Jagung manis kalau terlalu lama terbuka rasa manisnya hilang maka sering dijual dalam plastik. Dan kalau masih muda tak ada isinya,” Vella mengajarkan kedua temannya. Anis ingin membuat perkedel jagung dan Surti penasaran dengan sayur asem yang pernah dia makan di kamar Vella,
Ketiga gadis itu janjian di pasar, jadi mereka bisa belanja sambil jalan-jalan. Vella membeli aneka lalapan untuk teman sambal dan ikan asin. Karena sayur asam tentu enak berteman ikan asin.
__ADS_1
Mamanya Surti kaget melihat bagaimana Vella hanya memberi contoh tanpa mengerjakan sendiri. Dia makin kagum ternyata Vella memang mahir masak dan benar-benar membantu kedua temannya. Bukan memasakkan. Tapi membimbing step by step.
“Kalau diparut gimana Vell?” tanya Anis.
“Kalau diparut, jagung yang kamu dapat terlalu sedikit, jadi kamu butuh lebih banyak buah jagung.” Vella meminta Anis menyisir jagung lalu menumbuknya agar sedikit halus. Tapi tak sehalus bila diparut.
“Nah ini, kamu rebus lama sekali dengan tetelan,” Vella menunjuk kacang merah basah yang sudah Surti cuci. Tutup pancinya agar cepat mendidih, lalu buka sedikit agar air rebusan tidak tumpah saat mendidih nanti,” mama Surti mendengar bagaimana putrinya belajar dengan saksama dari Vella.
“Sambil tunggu itu, kamu kupas labu siam lalu potong. Juga potong jagung dan kacang panjang serta buang tangkai daun so. Nanti masukkannya jangan bersamaan. Labu lebih dulu. Bila labu hampir matang baru kacang panjang, jagung dan daun so kamu masukkan.”
“Ini perhatikan bumbunya. Kamu ingat, haluskan dan masukkan di air kacang tadi,” Vella memang menyiapkan komposisi bumbu sayur asem di cobek untuk Surti uleg.
“Ini tambah sedikit terigu, daun bawang halus dan bumbu yang sudah kamu siapkan. Kalau terigu kebanyakan jadinya bukan perkedel tapi bakwan. Beda rasanya,” jelas Vella pada Anis.
Makan siang kali itu sangat istimewa bagi Surti dan Anis. Mereka makan hasil masakan mereka sendiri. Mama dan papa Surti bangga Surti bisa mencari teman yang membawa pada kebaikan. Adik-adik Surti juga makan dengan lahap.
“Kalau sayur asem di Jogja sudah beda. Kadang kami penasaran dengan yang Betawi punya. Ternyata seperti ini,” mama Surti memberi penilaian atas kreasi anaknya.
“Enggak juga Tante. Kalau aslinya pakai kacang tanah kupas atau kacang tanah yang masih ada kulit. Kadang ada yang menambah kentang rambut. Lalu dalam sayurannya ada melinjo. Ada nangka dan pepaya muda juga.”
“Nah eyang kakung saya bilang kalau keramean sayuran seperti itu -maaf- koq jadi kesannya seperti sampah. Jadi eyang putri hanya memilih sayuran ini saja yang ada di sayur asem. Kalau ada melinjo ya kadang pakai melinjo,” sahut Vella.
__ADS_1
“Iya sih, kayaknya ribet nih sayur kalau ditambah ama kentang rambut, pepaya muda dan nangka muda juga,” sahut Surti.
“Semua tergantung selera. Masak itu feel nya harus kita dapat sendiri,” sahut Vella yang lebih suka memakai kacang merah basah daripada kacang tanah kupas.
Hampir Ashar ketika Anis dan Vella pamit dari rumah Surti. Dia harus bersiap besok pagi melakukan perjalanan ke Singapore dengan ‘ayahnya’.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1