UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
BELAJAR MASAK


__ADS_3

Hal yang aku kira sulit, ternyata cukup mudah dan sangat menyenangkan. Aku jadi semangat belajar hal lainnya. ~Anissa Mulyani~


DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Arie sedikit tenang, persoalan salah pahamnya dengan Vella sudah selesai. Dia tak bisa membayangkan bila dia atau Vella mencari orang lain pengganti seperti yang Baskoro lakukan. Padahal sampai saat ini dalam hati dan pikiran Baskoro  hanya ada cinta untuk Andika Larasati, mommy kekasihnya.


‘Aku takut jebakan Luna untukku atau untuk Vella sehingga membuat kami berpisah. Vella di Jogja bisa saja dijahili Luna agar aku percaya kalau Vella buruk dan aku berpaling darinya,’ pikiran buruk Arie mengelana teringat pertemuannya tadi siang dengan Luna yang menurut cerita Vella terobsesi pada dirinya.


‘Sesampai di Jakarta aku akan bercerita pada ibu dan bapak untuk bertemu dengan daddy. Benar memang akad nikah kami tak boleh ada orang luar agar Vella tidak malu,’ Arie kembali teringat pangkal masalah Vella salah duga.


***


Pagi ini Vella hanya menumis brokoli dan pakcoy yang diberi kembang tahu serta baso ikan. Lalu dia siapkan serundeng yang bude Nawang buatkan untuknya. Nasi sudah matang sejak tadi. Vella sudah menyiapkan kotak bekalnya.


“Abang minum kopinya dulu, Ade mandi ya?” Vella menyiapkan kopi untuk Arie sebelum dia masuk ke kamar mandi.


Vella dan Arie menikmati kebersamaan mereka dengan penuh canda. Vella sudah mulai bisa menerima berjauhan dengan Arie. Terlebih kemarin sempat tanpa sapa dalam dua minggu. Tapi Arie yang tak bisa jauh dari Vella. Dua minggu tanpa sapa walau dia sedang super sibuk membuatnya terpuruk.


“Ayok berangkat. Kita ngobrol di kampusmu aja. Enggak enak di kamar seperti ini,” Arie mengajak Vella segera berangkat setelah mereka selesai sarapan.


“Abang, kemarin waktu Ade long week end di Kebumen, eyang cerita kenapa dia paling marah dan juga sedih kalau ada yang mau gugurin bayi,” Vella memeberitahu Arie sambil mengunci pintu kamarnya.


“Ade cerita gini karena pasti Abang takut kita khilaf kan di kamar?” lanjut Vella sambil menerima helm miliknya. Arie menggunakan helm yang dari dealer motor.


“Eyang cerita apa?” tanya Arie sambil mulai menyalakan motor Vella,


Vella cerita bagaimana perjuangan eyang kakung dan eyang putrinya untuk mendapatkan Endro. Bagaimana eyang uyut dari pihak eyang Yoyok menyuruh anaknya menikah lagi karena istrinya tak juga bisa hamil.


“Kita ngobrol di taman aja ya Bang,” Ajak Vella saat mereka ada dioarkiran motor.


“Vella. Ada kelas pagi? Sapa Baskoro yang melihat Vella.

__ADS_1


“Eh Bapak. Enggak Pak, saya masuk jam sepuluh,” sahut Vella.


Baskoro melihat sosok gagah dibelakang ‘gadis yang dia anggap putrinya’.  vella mengerti pandangan Baskoro.


“Kenalkan Pak. Ini calon suami saya,” Vella mengenaalkan Arie pada Baskoro.


“Selamat pagi Pak. Saya Arie,” dengan sopan Arie menjabat tangan Baskoro.


“Baru datang?” tanya Baskoro ramah.


“Tidak Pak, ini mau ke bandara. Saya ada kuliah nanti jam dua siang di Jakarta,” jawab Arie.


“Baiklah. Saya duluan. Saya ada jam pertama,” Baskoro pamit pada pasangan muda mudi itu. Sementara Arie lekat menatap sosok ayah biologis Vella.memperhatikan dengan detail apa persamaan sosok itu dengan kekasihnya.


“Bener yang daddy bilang. Rambutmu ambil dari dia, juga hidung dan dagumu,” bisik Arie.


“Masa? Abang negesin?” Vella tak percaya, baru lihat pertama kali Arie bisa melihat beberapa persamaan dirinya dengan Baskoro.


“Serius. Coba tanya daddy nanti malam,” sahut Arie. Dia tahu setiap malam Vella dan Endro selalu bertukar khabar. Baik lewat chat mau pun telepon atau bahkan video call.


‘Menyebalkan!’ Dari kejauhan ada sosok yang tak suka melihat Arie dan Vella sedang ngobrol.


“Jadi. Maaf ya jadi kepending satu hari karena tunanganku datang,” Vella tak enak pada Anis karena janjinya tak dia tepati.


“Enggak apa-apa Vell. Namanya rindu, mau diapain?” jawab Anis. Dia kemarin mendengar Arie berkata kalau dia rindu, kapan pun ada waktu, dia akan segera menghampiri Vella.


“Kamu sudah beli peralatan masak dasar yang aku catatkan?” tanya Vella.


“Kemarin aku dan Surti belanja karena kamu tak bisa mengajariku. Surti juga mau ikut belajar masak denganku. Dia tak perlu beli alat karena dia kan dirumah sendiri. Dia hanya ingin ilmunya aja,” sahut Anis dengan semangat. Kali ini Surti memang beda kelas dengan mereka.


“Wah aku senang kalau Surti juga mau belajar,” Vella makin semangat. Padahal kalau mau, Surti bisa belajar dengan ibunya sendiri setiap waktu. Karena dia bukan anak kost dan ibunya tidak bekerja. Mungkin ada bedanya bila belajar dengan teman dibanding belajar dengan ibu. Entahlah.


***


“Ini, kalau mau belanja bedakan dulu. Jangan asal ambil. Ini kacang panjang muda. Ini sudah tua. Kalian ambil yang ini. Beli super sedikit saja bila di kamar kita tak ada kulkas. Ada kulkas juga jangan beli banyak bila tak langsung diolah,” Vella memberi pelajaran pertama pada kedua sahabatnya.

__ADS_1


“Jaman sekarang sudah banyak bumbu instan. Tapi tentu lebih sedap bila kita membiat sendiri. Hari ini kita butuh cabai, bawang merah dan bawang putih selain garam dan gula pasir. Jangan lupa kita mau campur kacang panjang dengan udang atau usus atau tempe. Seadanya aja. Kita bisa tambah kecap pada tumisan kita.”


“Untuk bikin tahu atau tempe goreng kita butuh bumbu bawang putih, garam dan ketumbar halus seperti ini,” Vella memberitahu ketumbar bubuk kemasan sehingga tak perlu repor menguleknya nanti.


“Cuci dulu usus ayamnya, lalu potong kecil seperti ini,” Vella hanya memeberi contoh lalu dia biarkan Anis mengerjakannya. Surti hanya membantu sesekali. Tapi gadis itu mengamati dengan cermat.


“Nah sesudah itu kamu rebus usus dengan sedikit air, sambil menunggu usus empuk kamu potong kacang panjang seukuran ini,” Vella memotong kacang panjang sebagai contoh.


“Usus sudah matang, kamu langsung buang airnya dan tiriskan. Ini bumbu bisa kamu ulek, blender atau rajang halus,” Vella menyiapkan cabe, bawang merah dan bawang putih untuk diolah oleh Anis.


“Aku iris saja ya Vell,” tanya Anis.


“Terserah, tapi aku juga bisa hanya diiris kalau tumisan ini,” sahut Vella.


“Ini, minyak untuk menumis jangan terlalu banyak. Segini aja cukup. Lalu kamu masukkan bawang merah dan bawang putih lebih dulu saat minyak sudah panas. Baru masukkan cabenya,” Vella mengajari Anis dengan telaten.


“Sekarang masukkan kacang oanjang dan usus. Beri sedikit garam dan gula sebagai pengganti penyedap rasa,” Anis mengikuti tutorial yang Vella ajarkan.


“Ternyata enggak sulit ya Vell,” ucap Surti.


“Nah sudah hampir matang, tambahkan sedikit kecap, aduk rata dan cicipi apa yang kurang. Matikan kompor deh,” Selesai sudah pelajaran pertama Vella kali ini.


“Ya ampun Vell. Ini enak dan mudah banget. Aku kira masak itu sulit,” Anis menyicip hasil masakannya. Dia tak percaya bisa melakukan hal itu tanpa kendala.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETIN JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL  KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2