UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
RINCIAN SYARAT MENIKAH


__ADS_3

Pertemuan yang kami perkirakan bakal ribet dan menegangkan ternyata berjalan lancar. Semua bisa bicara dengan menggunakan logika. Alhamdulillah. ~Mahesa Wiryawan~


DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


‘Jadi aku enggak akan merasakan lamaran dua keluarga? Tapi kalau lamaran dilakukan pasti akan banyak yang tanya kapan akan ada akad nikah. Sedang yang boleh tahu masalah ini hanya dua keluarga inti saja,’ Vella pun sadar kondisinya.


“Jadi sayanknya Ibu. Kalian berdua nanti bicarakan kapan waktunya dan dimana akad akan dilakukan ya. Kalian berdua tahu jadwal Bapak itu sangat padat. Jadi waktunya harus dia terima minimal satu bulan sebelumnya. Kalau bisa dalam minggu ini,” jelas Wiedo.


“Yang ingin Ibu garis bawahi adalah ketentuan pernikahan kalian,” lanjut Wiedo.


“Pertama pernikahan kalian tak boleh disebar luaskan sebelum menjelang resepsi.”


“Kedua, kalian tak boleh berharap punya anak sebelum resepsi. Ini untuk mencegah omongan Vella menikah karena hamil duluan.”


“Ketiga resepsi wajib di Jakarta, karena kedua orang tua kalian basicnya disana.”


“Keempat, kalian menikah muda. Saat emosi kalian belum bisa di rem. Kami tidak mau dengar kalian minta berpisah. Saat kami dengar itu maka kalian berdua akan tahu hukuman yang akan kami berikan. Redam emosi kalian.”


Vella dan Arie mendengar baik-baik semua yang peraturan yang diberikan oleh orang tua mereka.

__ADS_1


“Bu, Pak, Dadd, sepertinya peraturan kalau pernikahan kami tak boleh disebar itu akan sulit dibendung. Kami tidak akan menyebar. Tapi kami pasti butuh memberitahu beberapa pihak terkait. Misal pemilik rumah kost Vella dan beberapa rekan di rumah kost itu,” Arie memberikan pendapatnya. Apa mulut mereka akan bisa ditutup agar tak menceritakan hal itu pada orang lain?


“Lalu masalah anak. Itu Abang setuju. Menurut kedokteran usia Vella memang belum baik untuk hamil. Jadi Abang akan menunda hingga Vella selesai kuliah. Paling tidak di tahun terakhirnya,” sebagai calon dokter tentu Arie tahu hal itu.


“Dan nomor empat, kami mohon bimbingan dari Bapak dan Daddy agar kami bisa melewati semua masalah dengan baik,” lanjut Arie.


“Ibu enggak dimintain bimbingan?” tanya Wiedo dengan kesal.


“Kalau Ibu tak perlu diminta. Karena sesibuk apa pun Ibu selalu membimbing kami tanpa henti,” Vella menjawab dengan cepat.


“Kamu memang pintar,” Arie mengacak-acak puncak kepala Vella.


“Ade dan Abang akan segera kasih tahu waktunya Dadd, Pak. Tapi kalau bisa tempatnya di rumah eyang saja di Kebumen. Eyang bisa mengatur KUA selain tempatnya bisa private sehingga tak ada yang tahu kalau kami sedang ijab kabul.


“Dadd, saat Daddy kasih tahu eyang kalau Ade minta nikahan disana, kasih tau eyang putri minta carikan MA terbaik disana,” Vella meminta sang ayah yang mencarikan MA.


“Itu sudah termasuk dengan baju sayang. Jadi riasanmu akan dilakukan oleh paes pengantin yang kita panggil. Walau baju yang kita pakai bukan baju sewa. Nanti semua mereka yang urus. Ibu sudah carikan perias pengantin di Jogja sini yang akan mengurus semua pakaian kita. Tentu kita bikin agar kita punya kenangan. Tidak sewa.” rupanya Wiedo sudah bergerak cepat.


“Nah kebukti kan mengapa Abang enggak minta Ibu membimbing kami. Tanpa diminta Ibu sudah bergerak melesat jauh,” jawab Vella dengan senang.


“Tanggalnya 31 Desember aja gimana?” cetus Arie. Libur semester ganjil kan memang akhir Desember hingga awal Januari.


“Ha ha ha, jadi tahun baru kamu sudah resmi punya istri ya,” kelakar Endro.

__ADS_1


“Bisa juga. Jadi Bapak akan atur waktu kosongkan dua minggu untuk waktu tersebut. Misal Bapak sengaja ambil cuti sejak tanggal 25 Desember,” Mahesa tentu senang bila telah tahu kapan acara pernikahan putranya akan dilangsungkan.


“Bener. Biar Daddy kalian bisa kasih tahu eyang segera kepastian tanggalnya. Juga kasih tahu mama dan papa Vella,” Wiedo juga setuju.


“Gimana Yank? Kamu malah enggak ngerespon,” Arie bertanya pada calon istrinya.


“Masih speechless Bang. Kalian orang-orang tercinta dalam hidupku,” Vella malah terisak. Dia merasa diselamatkan dari aib karena tak ada yang bisa jadi wali nikahnya.


Wiedo menghampiri Vella dan memeluk erat gadis itu. Dia tahu beban berat yang Vella rasakan.


Akhirnya semua rencana selesai mereka bicarakan. Tadi Vella meminta agar ada tambahan dua pakaian yang akan dibuat yaitu untuk ayah dan mbah kakungnya. Tentu semua tak keberatan karena Baskoro dan ayahnya berhak hadir di pernikahan Vella.


***


\===========================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2