UNREQUITED LOVE

UNREQUITED LOVE
KHABAR MENYEDIHKAN


__ADS_3

Belum juga jadian, eh malah dapat khabar sedih. Semoga dia cepat pulih. Mau lari ke Magelang enggak mungkin kan? Aku buta kota itu dan tak ada yang bisa dimintai menemani. Aku hanya bisa doakan saja dari jauh~Risye Kumala Sukardi~


Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Risye langsung berteriak tertahan melihat kiriman foto dari Djojo temannya Pandu di akmil.



'*Mohon doanya*,' itu tulisan yang Djojo kirimkan mengiringi foto Pandu yang terbaring di infus, dengan mata terpejam dan ada alat bantu pernapasan di hidungnya. 



'*Dia kenapa? Sekarang bagaimana kondisinya? Di  Rumah Sakit mana*?' Risye langsung menjawab pesan Djojo itu. 



'*Positif tetanus, dia sudah sulit bernapas*,' jawab Djojo.



'*Doakan saja yang terbaik untuknya*,' lanjut Djojo.



'*Dia tidak bisa balas pesan*?' tanya Risye.



'*Bicara dan makan pun sulit. Tetanus itu menyerang rahang dan lengan*,' lanjut  Djojo.



'*Bisikan aja aku mendoakannya*,' kata Risye.



'*Kalau dia bisa baca pesan. Aku kirim pesan di ponselnya*,'



Risye segera menulis pesan ke ponselnya Pandu. '*Semangaaaat. Kamu harus segera sembuh* 😊,'  itu tulis Risye. Tak terasa dia menitikan air mata.



Risye memforward pesan Djojo ke ganks Wanita Cantik. Vella langsung memperlihatkan chat itu pada suaminya yang sedang membaca-baca diktat pelajarannya.



"Siapa yang sakit?" tanya Arie.



"Itu Risye yang kirim. Pandu lah yang sakit," jawab Vella.


__ADS_1


"Mereka sudah jadian?" selidik Arie.



"Lagi pedekate," kata Vella.



"Nanti Abang tanya ke rekan lainnya yang biasa komunikasi dengan Abang," kata Arie. Arie langsung mengambil ponselnya dan menghubungi seniornya Pandu.



Risye menjadi tidak fokus pada pekerjaannya. Karena masih libur dia menunggu kios mamanya sambil belajar dia tak mau menyia-nyiakan waktu dia mengulang pelajaran semester lalu.



"Siip. Terima kasih infonya. Kalau ada perkembangan kasih tau ya," pinta Arie ada rekan bicaranya di ponsel.



Arie mendapat keterangan kalau Pandu kena tetanus sudah mulai sulit bergerak rahangnya dan lengannya. Pandu juga sulit bernafas. Dia sudah mendapatkan infus dan bantuan pernapasan.  Tentunya dirawat di rumah sakit kampusnya.



"Pacarmu bilang selalu mendoakanmu," bisik Djojo.  Pandu hanya mengedipkan mata,  tanda dia mengerti.  Lalu Djojo mengambil ponsel milik Pandu dia perlihatkan pesan Risye.



"Mau aku balaskan?" tanya Djojo. Pandu mengangguk sangat lemah.



"Mau bilang bilang apa ke dia? Terima kasih atau bagaimana?" Djojo bertanya lagi.




"Oke akan aku jawab."



'*Ris, ini Djojo yang nulis. Pandu bilang terima kasih* *atas doamu*.' Djojo mengirimkan itu ke Risye sebelumnya diperlihatkan ke Pandu terlebih dahulu dan Pandu kembali mengangguk lemah tanda setuju. Sesudah itu dia tertidur karena pengaruh obat.



Risye melihat jawaban dari ponsel Pandu. Menulis jawaban ke sana percuma atau pasti akan dijawab oleh Djojo. Jadi lebih baik dia langsung ke ponselnya Djojo saja.



'*Terima kasih ya Mas Djojo. Sering-sering khabarin perkembangannya. Jagain dia selalu ya*.'



'*Aku pasti  jagain dia. Dia sahabatku sejak kami SMA. Kami berjuang bareng*,' kata Djojo.



'*Info dari seniornya Pandu yang dihubungi kak Arie  Pandu terkena tetanus udah sulit menelan, sulit bicara lengannya juga sulit bergerak*,' Vella memberitahu info yang Arie dapatkan barusan.


__ADS_1


'*Oh pantes dia sulit menulis pesan*,' kata Risye dalam hatinya membaca pesannya Vella. 



'*Dan dia juga sulit bernafas maka dikasih alat bantu pernapasan*.' lanjut Vella.



'*Terima kasih infonya*,' jawab Risye.



'*Kami semua mendoakan dia agar cepet sembuh. Kirim aja pesan di ponsel Pandu gitu @Riesye*,' usul Dian.



'*Vella aja, bilang dari kita*," Risye tak mau menyampaikan karena Pandu tak bisa banyak gerak.



'*Ya enakan kamulah*,' kata Wieke.



'*Enggak aku nggak mau, aku sudah kirim tadi via Mas Djojo*,' jawab Risye.



'*Oke aku akan bilang ke kak Arie, kalau kita semua mendoakan Pandu*,' kata Vella menengahi silang pendapat siapa yang akan mengirim pesan.



'*Begitu lebih baik*,' tulis Merry.



Vella langsung mengatakan itu pada suaminya.



" Abang bilangin ke seniornya Pandu, kami berenam mendoakan dia supaya cepat sembuh," kata Vella.



Arie pun mengirimkan pesan dari genks istrinya ke senior Pandu untuk disampaikan ke Pandu. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.



![](contribute/fiction/5890234/markdown/10636434/1676087534259.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.


__ADS_2