
Kabar tentang penikahan Ardi dan Tya sudah menyebar luas. Apalagi karena Ardi adalah pewaris Wicaksono Group jadi berita itu mudah sekali tersebar. Berita itu juga sudah sampai di telinga Tuan Smith dan membuatnya sangat marah.
" Apa putra Gunawan akan menikah?" ucap Tuan Smith marah.
" Benar Tuan " jawab Han sang asisten.
" Aku tidak akan membiarkan mereka bahagia " ucap Tuan Smith.
" Apa kita akan menggagalkan pernikahan itu Tuan?" tanya Han.
" Tidak " jawab Tuan Smith.
" Tapi aku akan menghancurkan mereka setelah pernikahan itu terjadi. Itu akan lebih menyakitkan mereka apa lagi Gunawan bisa melihat putranya menderita. Kita harus menyusun rencana yang sangat matang karena mereka memiliki orang-orang hebat di belakang mereka " ucap Tuan Smith menyeringai.
Tanpa di sadari Nyonya Amalia istri Tuan Smith mendengar percakapan mereka. Tidak sengaja Tuan Smith melihat Nyonya Amalia di depan pintu ruang kerjanya.
" Kenapa kau diam disitu. Masuklah " ucap Tuan Smith pada istrinya.
Nyonya Amalia pun memasuki ruang kerja Tuan Smith.
" Han, kau boleh keluar " ucap Tuan Smith pada Han.
" Permisi Tuan Nyonya " ucap Han menunduk hormat pada Tuan dan Nyonyanya.
Setelah Han keluar, Tuan Smith mendudukkan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan tersebut.
__ADS_1
" Ada apa kau kemari?" tanya Tuan Smith pada istrinya yang masih berdiri.
" Aku tidak sengaja mendengar pembicaraanmu dengan Han. Aku mohon berhentilah membuat masalah. Lupakan masa lalumu itu. Rika sudah tiada dan kau masih saja ingin membalaskan dendammu atas kematiannya. Dia tiada karena keinginannya mengakhiri hidupnya dan kau menyalahkan orang lain. Aku mohon tolong hentikan ingat kau masih ada Siska putrimu bagaimana jika dia yang menerima akibat dari perbuatanmu " ucap Nyonya Amalia panjang lebar sambil meneteskan air matanya.
" Tutup mulutmu, kau tidak berhak berbicara tentang Rika. Kau hanya wanita yang terpaksa ku nikahi karena pemintaan ayahku " ucap Tuan Smith emosi.
" Maafkan aku, aku sadar akan posisi. Kau memang tidak pernah mencintaiku tapi pikirkan lah putrimu " ucap Nyonya Amalia kemudian keluar dari ruang kerja itu sambil menangis.
Sedangkan Rendy, Frans dan Siska sedang berada di sebuah kafe di Jakarta. Siska sudah berpacaran dengan Frans, dia sudah bisa mengikhlaskan Ardi dan membuka hatinya untuk Frans.
Rendy yang sedang memainkan ponselnya tiba-tiba melihat berita pernikahan Ardi dan Tya di media sosialnya.
" Eh guys ini beneran Ardi mau menikah?" tanya Rendy.
" Hah?" ucap Frans dan Siska bersamaan.
" Gue juga gak tahu " sambung Frans.
" Coba kalian lihat ini " ucap Rendy menunjukkan berita pernikahan Ardi pada Siska dan Frans.
Mereka tidak percaya bahwa Ardi akan menikah secepat ini. Tapi Siska bersyukur Ardi akan menikah dengan Tya, gadis yang Siska yakini baik untuk Ardi.
" Coba lo telpon Ardi buat mastiin " ucap Siska pada Rendy.
Rendy pun mencoba untuk menelpon Ardi dan tidak lama diangkatnya.
__ADS_1
" Halo " ucap Ardi dari ujung sana.
" Halo Ar" ucap Rendy kemudian menyalakan spiker ponselnya agar Siska dan Frans juga dapat mendengarnya.
" Ini gue lagi sama Siska dan Frans. Bener ya Ar lo mau nikah?" tanya Rendy.
" Haha kalian udah denger ya. Iya gue mau nikah " jawab Ardi tertawa karena teman-temannya begitu heboh mengetahui dia akan menikah.
" Gila lo Ar gak ngasih tahu kita " ucap Frans.
" Gue tu rencananya mau ngasih tahu kalian pas gue udah balik ke Jakarta bareng calon istri gue besok " ucap Ardi.
" Jadi pernikahan bakal diadain di Jakarta Ar?" tanya Siska.
" Iya Sis " ucap Ardi.
" Jangan lupa kenalin calon istri lo tu sama kita" ucap Rendy.
" Tenang aja gue bakal kenalin ke kalian " ucap Ardi.
" Gue tutup dulu ya mau packing nih " lanjutnya.
" Oke " jawab mereka.
Kemudian sambungan telepon itu pun terputus.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komennya π Terima kasih ππ