
Kini mereka sudah sampai di rumah Tya. Ardi mengetuk pintu kemudian mereka mengucapkan salam.
Tok tok tok.
" Assalamualaikum" salam Ardi dan Tya bersamaan.
" Walaikumsalam" jawab Ayah Nadi dari dalam kemudian pintu pun terbuka.
Tya dan Ardi langsung menyalami Ayah Nadi.
" Maaf paman Ardi bawa Tya terlalu lama" ucap Ardi takut Ayah Nadi akan marah.
" Tidak papa, ini belum terlalu larut juga" jawab Ayah Nadi tersenyum. Memang jam masih menunjukan pukul sembilan tiga puluh malam.
Ardi pun merasa lega karena Ayah Nadi tidak marah.
" Kalo begitu saya pamit paman" ucap Ardi.
" Baiklah, hati-hati di jalan " ucap Ayah Nadi.
Ardi pun melihat ke arah Tya. " Aku pulang" ucap Ardi tersenyum pada Tya.
" Hati-hati " ucap Tya tersenyum.
Ardi pun menganggukkan kepalanya kemudiam dia menyalami Ayah Nadi.
" Assalamualaikum " ucap Ardi seraya menuju mobilnya.
" Walaikumsalam " jawab Tya dan Ayah Nadi bersamaan.
Setelah mobil Ardi tak terlihat lagi mereka pun masuk ke dalam rumah.
Di pinggir jalan, Yeni duduk di trotoar jalan. Motor miliknya tiba-tiba mogok.
" Kenapa juga ni motor harus mogok, mana udah malem, sendirian lagi " gerutu Yeni.
Jalanan itu cukup sepi, sehingga Yeni kesulitan mencari bantuan.
Tiba-tiba ada mobil yang berhenti disamping motor Yeni. Yeni langsung berdiri takut orang itu berniat jahat kepadanya.
Pemilik mobil itu pun keluar, ternyata dia Leon.
__ADS_1
" Ngapain lo duduk disitu sendirian? Lagian kan ini bukan arah rumah lo" tanya Leon datar saat sudah berada dihadapan Yeni.
" Motor gue mogok, gue mau ke rumah mba Tya. Gue nginep disana " jawab Yeni jutek, dia memang tidak suka dengan Leon yang menurutnya terlalu dingin dan kaku.
" Oh " ucap Leon singkat kemudian hendak melangkah pergi.
Yeni terkejut, dia mengira Leon akan membantunya tapi ternyata hanya berhenti untuk bertanya.
" Eh lo gak mau ngebantuin gue gitu, gue cewek lo sendirian lagi, mana ini udah malam lo gak kasian sama gue" ucap Yeni kesal.
" Lah lo gak minta bantuan gue kok " ucap Leon.
" Dasar cowok kulkas, gak peka gitu dia" gerutu Yeni.
Yeni sangat kesal dengan Leon, tapi dia tak ada pilihan lain. Dia tidak mau semalaman ada di jalan. Yeni pun menurunkan egonya untuk meminta bantuan pada Leon.
" Leon, bantuin gue plis, lo tega sama gue kalo harus semaleman disini " ucap Yeni dengan nada memelas. Padahal di hatinya sedang merutuki Leon.
Leon pun tampak berpikir, Yeni merasa tambah kesal dengan Leon karena seperti sedang mengerjainya.
" Oke, gue anterin lo ke rumah Tya" ucap Leon. " Biar nanti motor lo supir gue yang bawa ke bengkel " lanjut Leon.
Kemudian Leon pun melangkah memasuki mobilnya. Sedangkan Yeni dia masih diam ditempatnya, menetralisir kekesalannya pada Leon.
Yeni pun masuk ke dalam mobil, tapi sebelum dia benar-benar masuk kakinya tersandung dan akhinya dia jatuh tetap didepan Leon.
Seketika mata Leon membulat sempurna, begitu pun dengan Yeni. Mereka bertatapan beberapa detik kemudian tersadar.
" Minggir " ucap Leon singkat.
Yeni pun menjauh dari Leon dan membenarkan posisi duduknya.
" Maaf, gue kesandung tadi " ucap Yeni setelah duduk disamping Leon.
Jantung Yeni berdetak kencang, seketika pipinya menjadi merah.
Leon tidak menjawab Yeni, dia diam dan mulai menyalakan mesin mobilnya.
Setelah itu tidak ada percakapan lagi diantara keduanya. Hingga akhirnya mereka sampai di rumah Tya.
" Makasih, gue turun " ucap Yeni kemudian keluar dari mobil Leon.
__ADS_1
Leon pun langsung melaju meninggalkan rumah Tya. Yeni pun menghela nafasnya panjang.
" Dasar cowok kulkas" gumam Yeni.
Kemudian Yeni pun menuju pintu, setelah mengucapkan salam pintu dibuka oleh Ayah Nadi dan Yeni pun langsung menuju kamar Tya.
" Kok baru sampe?" tanya Tya saat Yeni sudah memasuki kamar.
" Motorku mogok mba jadi lama sampe rumahnya" ucap Yeni kemudian duduk di tepi ranjang.
" La terus kamu pulang sama gimana?" ucap Tya.
" Dianterin Leon" jawab Yeni.
" Hah? Leon?Kok bisa " ucap Tya terkejut karena Leon yang dikenalnya itu tak pernah akur dengan Yeni.
Kemudian Yeni pun menceritakan semuanya pada Tya.
" Tapi syukur lah ada Leon jadi kamu gak semalaman di jalan" ucap Tya.
" Iya mba" ucap Yeni kemudian membaringkan tubuhnya disamping Tya.
Drt drt.
Ponsel Tya berbunyi menandakan ada pesan. Ternyata Ardi lah yang mengirim pesan pada Tya.
" Selamat tidur, jangan lupa mimpiin aku ya " ucap Ardi dalam pesannya.
Tya tersenyum mendapatkan pesan itu dari Ardi, hatinya terasa berbunga-bunga.
" Cie pasti dari Ardi ya " goda Yeni yang melihat Tya tersenyum setelah membaca pesan itu.
Tya pun mengangguk dan masih tersenyum.
" Iya deh yang baru jadian " ucap Yeni.
" Apaan sih" ucap Tya malu. " Oh iya dek jangan kasih tau ke ayah ibu ya, biar nanti aku sendiri yang bilang " lanjut Tya.
" Siap " ucap Yeni sambil mengangkat tangannya di dahi seperti sedang hormat.
" Ya udah ayok kita tidur " ucap Tya.
__ADS_1
Kemudian mereka pub tidur karena hari sudah cukup larut.
Mohon bantuan likenya ya๐ Terima kasih๐๐