
Setelah melakukan kegiatan panas mereka, Ardi dan Tya pun langsung membersihkan diri. Kemudian melaksanakan sholat dzuhur berjamaah karena azan dzuhur telah berkumandang.
" Ya Allah terima kasih akhirnya aku bisa berkumpul lagi dengan suami dan keluargaku. Semoga kami akan selalu bersama. Aamiin " ucap Tya dalam doanya.
" Sayang " panggil Ardi.
" Iya mas " jawab Tya mencium tangan Ardi.
Ardi pun tak lupa mencium kening Tya. " Aku sangat mencintaimu " ucap Ardi pada Tya.
" Aku sangat sangat lebih mencintaimu mas " ucap Tya tersenyum.
Kemudian Tya langsung memeluk Ardi dan Ardi pun memberikan beberapa kecupan di pucuk kepala Tya.
" Sayang kita keluar yuk. Ayah sama ibu pasti nunggu kita buat makan siang " ucap Ardi melepaskan pelukan mereka.
" Iya mas " jawab Tya.
Ardi pun beranjak untuk mengganti pakaiannya sedangkan Tya merapikan alat sholat yang mereka gunakan.
Setelah selesai mereka berdua pun keluar dari kamar dan menuju meja makan. Terlihat para orang tua sudah menunggu disana.
" Maaf membuat kalian lama menunggu " ucap Ardi.
" Tidak papa sayang" jawab Bu Dewi tersenyum.
Kemudian Ardi pun duduk di sebelah ibunya dan Tya. Tya mengambil nasi dan lauk untuk Ardi lalu memberikannya pada Ardi.
__ADS_1
" Terima kasih sayang " ucap Ardi pada Tya.
" Sama-sama mas " jawab Tya tersenyum.
Para orang tua yang melihat itu pun tersenyum bahagia.
" Terima kasih ya Allah engkau telah memberikan putriku suami yang baik dan menerima dia apa adanya " ucap Bu Sari dalam hati.
Setelah makan siang mereka pun berkumpul di ruang keluarga.
"Sayang apa kalian akan menunda untuk memiliki anak?" tanya Bu Sari pada Tya.
" Enggak bu " jawab Tya.
" Kami tidak menundanya bu. Kami ingin secepatnya memiliki anak tapi terserah Allah memberikannya kapan. Jika cepat kami sangat bersyukur " ucap Ardi.
" Iya bu " jawab Tya tersenyum.
Kemudian datang Mbok Inem memberitahukan jika mereka kedatangan tamu.
" Permisi tuan nyonya. Di depan ada seseorang yang ingin bertemu kalian " ucap Mbok Inem.
" Suruh masuk saja mbok " ucap Pak Gunawan pada Mbok Inem.
" Baik tuan " jawab Mbok Inem.
Tak lama Mbok Inem datang bersama Tuan Smith dan keluarganya.
__ADS_1
" Smith?" ucap Ayah Nadi.
Tuan Smith pun mendekati Ayah Nadi dan Pak Gunawan lalu berlutut di hadapan mereka. Semua orang yang ada disana pun terkejut.
" Kenapa kamu berlutut seperti itu. Ayo berdiri " ucap Pak Gunawan membantu Tuan Smith berdiri.
" Gun Nadi maafkan aku. Terutama padamu Gun. Aku sadar sekarang apa yang aku lakukan itu salah. Kejadian masa lalu itu telah menyelemuti hatiku sehingga aku tidak bisa berpikir dengan jernih " ucap Tuan Smith meminta maaf.
Terlihat sekali bahwa dia sangat menyesali semua perbuatannya.
" Sudahlah Smith. Kami sudah memaafkanmu. Kita adalah sahabat " ucap Pak Gunawan tersenyum.
" Benar itu. Kami semua sudah memaafkanmu " sambung Ayah Nadi.
" Terima kasih " ucap Tuan Smith lalu memeluk kedua sahabatnya itu.
Semua yang melihat itu tersenyum bahagia dan terharu. Setelah melepaskan pelukannya Tuan Smith pun mendekati Ardi dan Tya.
" Maafkan saya Tya Ardi. Saya sudah menculik dan berniat memisahkan kalian " ucap Tuan Smith.
" Kamu sudah memaafkan paman " ucap Ardi dan diangguki oleh Tya.
" Terima kasih banyak " ucap Tuan Smith meneteskan air matanya.
Setelah itu mereka pun berkumpul dan mengobrol bersama. Mereka seperti sebuah keluarga besar. Tidak ada lagi permusuhan diantara mereka. Hanya ada kekeluargaan dan keceriaan disana.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ
__ADS_1