Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
55. Ikut Yeni


__ADS_3

Tya terbangun dari tidurnya, dia melirik jam ternyata masih jam dua dini hari. Tya pun memutuskan untuk sholat tahajud.


Kemudian Tya melanjutkannya dengan membaca Al-Qur'an sambil menunggu waktu subuh. Dia menenangkan hatinya berharap tidak terjadi apa-apa pada Ardi.


Terdengar suara azan Subuh berkumandang, Tya menutup Al-Qur'an yang dibacanya kemudian langsung melaksanakan sholat Subuh karena wudhu tadi masih ada.


" Ya Allah, lindungilah Ardi dimana pun dia berada" ucap Tya setelah menyelesaikan sholatnya. Tak terasa air matanya mengalir kemudian dia cepat-cepat menghapusnya.


Sampai pagi ini Ardi belum juga memberikan kabar kepadanya. Tya mencoba selalu berfikir positif tentang Ardi.


Tya pergi ke dapur untuk memasak untuk sarapan sekaligus mengalihkan pikirannya dari Ardi.


Tidak ada siapa pun di dapur, memang hari masih terlalu pagi. Tya pun membawa dirinya dengan kursi roda menuju kulkas untuk mencari bahan makanan yang akan diolahnya.


Tya memutuskan untuk memasak nasi goreng dan telur gulung. Saat dia sedang mengocok telur Bu Sari datang ke dapur.


" Loh kamu udah masak aja kak. Apa ibu yang kesiangan ini" ucap Bu Sari setelah berdiri disamping Tya.


" Enggak bu, kayanya aku yang terlalu pagi" jawab Tya tersenyum.


" Kamu mau masak apa biar ibu bantu" ucap Bu Sari.


" Nasi goreng sama telur gulung bu" ucap Tya. " Gak usah bu biar aku aja" lanjutnya.


" Ya sudah, ibu ke kamar dulu. Mau menyiapkan keperluan ayahmu" ucap Bu Sari. Tya pun menganggukkan kepalanya.


Tidak butuh waktu lama Tya menyelesaikan masakannya karena itu merupakan makanan yang cukup simpel.

__ADS_1


" Wah kayanya enak nih" ucap Khaya saat melihat hasil masakan kakaknya.


" Dek kamu bawa ini ke meja makan ya. Kakak mau mandi dulu" ucap Tya pada adiknya.


" Oke kak" jawab Khaya.


Kemudian Tya pun menuju kamarnya untuk mandi. Setelah mandi dan berganti pakaian Tya keluar menuju meja makan untuk sarapan.


Saat Tya sampai di meja makan ternyata sudah ada Yeni.


" Loh kamu kapan datengnya. Terus ngapain pagi-pagi udah kesini?" ucap Tya pada Yeni.


" Baru aja mba" jawab Yeni. " Mau aja mba jalan keluar bentar" lanjut Yeni.


" Kemana?" tanya Tya.


Khaya yang berada disamping Yeni hanya mendengarkan obrolan mereka.


Ayah Nadi dan Bu Sari pun sudah duduk di meja makan.


" Ayo Yen, sekalian sarapan bareng" ucap Bu Sari pada Yeni.


" Kebetulan nih Yeni belum sarapan bi" ucap Yeni dengan cengir kudanya memperlihatkan jejeran giginya.


Kemudian mereka pun sarapan bersama. Terdengar suara sendok dan piring saling beradu.


" Masakan bibi emang selalu enak" ucap Yeni ketika selesai sarapan.

__ADS_1


" Ini bukan masakan bibi Yen. Tapi masakan mba mu" ucap Bu Sari.


" Wih mba udah pinter masak nih, enak banget lagi" puji Yeni.


" Ya harus pinterlah. Emang kaya kamu masak nasi aja sampai gosong " ucap Tya tertawa diikuti yang lainnya.


" Mba nih aku jadi malu " ucap Yeni kembali mengingat saat dia mencoba masak saat menginap bersama Tya.


" Paman" panggil Yeni.


" Kenapa Yen?" jawab Ayah Nadi.


" Mba Tya ikut aku ya keluar sebentar sekalian jalan-jalan. Kan selama liburan Mba Tya di rumah aja" ucap Yeni meminta izin pada Ayah Nadi.


" Baiklah, tapu jangan terlalu jauh " ucap Ayah Nadi.


" Siap paman " ucap Yeni senang.


Setelah itu Ayah Nadi berangkat kerja. Kemudian Yeni dan Tya juga pergi. Tya masih bingung Yeni membawanya kemana karena Yeni tidak memberitahunya.


" Kita mau kemana sih dek?" tanya Tya saat motor Yeni sudah melaju meninggalkan rumah dengan kecepatan sedang.


" Nanti mba juga tau sendiri" ucap Yeni sambil tersenyum.


Kemudian Tya tidak bertanya lagi dan motor melaju ke tujuan.


Mohon bantuan likenya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


__ADS_2