
Malam pun telah berganti pagi. Tya mulai mengerjapkan matanya. Dia merasa ada sesuatu yang menimpa perutnya yang tak lain adalah tangan Ardi yang selalu memeluknya usai penyatuan mereka tadi malam.
Tya tersenyum seraya menatap wajah tampan Ardi. Tya mencium kening Ardi cukup lama kemudian melepaskannya.
" Kok cuma di kening aja?" ucap Ardi tetap dengan mata terpejam.
" Loh kamu udah bangun mas?" tanya Tya terkejut karena dia mengira Ardi masih tidur.
Ardi pun membuka matanya. " Sayang cium lagi disini, disini, dan disini " ucap Ardi pada Tya menunjuk pipi kanan dan kirinya serta bibirnya.
" Gak mau ah ayok bangun " ucap Tya mencoba melepaskan pelukan Ardi.
Bukannya melepaskan pelukannya Ardi malah mempereratnya.
" Cium dulu baru aku lepasin " ucap Ardi tersenyum.
Tya menghembuskan napasnya panjang lalu mencium pipi kanan dan kiri Ardi serta bibirnya. Tapi saat Tya mencium bibirnya Ardi menahan tengkuknya. Ardi menikmati bibir Tya. Sedangkan empunya bibir sudah memukul dadanya minta dilepaskan karena sudah kehabisan napas.
Ardi pun melepaskan ciuman itu. Tya langsung mencari oksigen untuk bernapas setelah Ardi melepaskannya.
" Kamu tu ya mas " ucap Tya sambil memukul Ardi.
" Apa sih sayang " ucap Ardi tersenyum.
__ADS_1
" Katanya cuma cium tapi apa itu tadi " gerutu Tya.
" Itu memang cium sayang. Kalo cuma sebentar itu kecup " jawab Ardi tertawa.
" Terserah mas aja. Aku mandi sebentar lagi subuh " ucap Tya.
Ardi pun tanpa basa basi langsung menarik selimut yang menutupi tubuh polos mereka dan langsung menggendong Tya. Tya pun terkejut karena perlakuan Ardi yang tiba-tiba.
" Apa-apaan sih mas " ucap Tya sambil menutupi bagian dadanya.
" Gak perlu ditutupin lagi. Aku udah liat juga si kembar kamu. Udah merasakan juga malahan " ucap Ardi dengan santainya.
Sedangkan Tya wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus karena ucapan Ardi. Walaupun sudah berkali-kali tanpa sehelai benang pun di depan Ardi tapi dia tetap malu.
Setelah itu Ardi langsung mengganti pakaiannya dan Tya membereskan barang-barang milik mereka karena pagi ini mereka akan kembali ke Jakarta.
Setelah selesai Tya mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur. Ardi pun menghampirinya dan langsung memeluknya.
" Mas kamu ngapain sih " ucap Tya saat Ardi memeluknya.
" Meluk kamu " jawab Ardi sambil mencium wangi rambut Tya.
" Udah siang ini mas. Ayo kita keluar. Leon sama Yeni pasti sudah menunggu kita " ucap Tya.
__ADS_1
" Baiklah. Tapi saat sampai rumah nanti aku mau kita seperti tadi malam lagi dan tidak ada penolakan " bisik Ardi di telinga Tya.
Tya pun langsung menelan salivanya. Sudah dipastikan dirinya akan dikurung di kamar oleh Ardi.
Ardi menggendong Tya keluar kamar dan menuju meja makan. Disana sudah ada Leon dan Yeni yang sedang menunggu mereka.
" Uh mentang-mentang masih pengantin baru betah banget beduaan di kamar " ucap Yeni saat melihat Ardi dan Tya.
Tya yang merasa sedang digoda Yeni pun wajahnya langsung memerah.
" Kalo lo mau kaya kita minta Leon suruh cepet-cepet nikahin lo " ucap Ardi.
Leon yang sedang memakan sarapannya pun langsung tersedak. Yeni yang melihat itu pun langsung memberikan segelas air putih pada Leon. Leon pun menerimanya dan langsung meminumnya sampai habis.
" Lo sih Ar" ucap Yeni pada Ardi.
" Kok nyalahin gue" jawab Ardi.
Setelah selesai minum, Leon langsung menatap Ardi dengan tajam. Ardi yang sadar Leon memberikan tatapan tajamnya pun hanya tersenyum.
Setelah selesai sarapan mereka pun memutuskan untuk langsung kembali ke Jakarta. Mereka menaiki mobil Leon dengan Leon yang mengemudi dan Yeni berada di sampingnya. Sedangkan Tya dan Ardi berada di kursi bagian belakang.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ
__ADS_1