
Setelah kepergian Pak Gunawan dan Bu Dewi, Ardi mendekat ke Tya yang masih belum sadarkan diri. Ardi duduk disamping Tya dan menggenggam tangannya. Tak lupa juga Ardi mencium kening wanita yang telah memberikannya seorang anak.
..." Sayang cepet sadar ya. Anak kita sudah lahir. Dia laki-laki. Emang kamu gak pengen liat anak kita?" ucap Ardi lalu mengecup punggung tangan Tya. ...
Setelah cukup lama Ardi mendengar suara adzan yang menandakan waktu ashar telag sampai.
" Aku sholat Ashar dulu ya sayang " ucap Ardi.
Kemudian Ardi pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan setelah itu ia melaksanakan sholat ashar di ruang perawatan tersebut.
" Ya Allah terima kasih Engkau telah menyelamatkan istri dan anak hamba. Hamba mengucap beribu-ribu syukur kepada-Mu. Hamba akan menjaga mereka sekuat hamba " ucap Ardi dalam doanya.
Saat Ardi sedang berdoa, Tya mulai sadar dan membuka matanya. Ia memegang kepalanya yang terasa nyeri akibat luka pada dahinya. Ia melihat Ardi yang sedang berdoa.
" Ma-mas " panggil Tya dengan suara lemahnya.
Ardi yang mendengar Tya memanggilnya pun langsung menoleh.
" Sayang. Alhamdulillah kamu sudah sadar " ucap Ardi langsung mendekat ke arah Tya.
Ia menciumi seluruh wajah Tya dan terus mengucapkan syukur.
" Gimana perasaan kamu sayang? Apa ada yang terasa sakit? " tanya Ardi pada Tya.
" Mas haus " ucap Tya merasa kering pada tenggorokannya.
Ardi pun langsung mengambil gelas yang ada di nakas dan membantu Tya untuk minum. Tak lupa juga Ardi memanggil dokter setelah Tya sadar.
__ADS_1
" Akh. Mas kenapa perut ada rata. Dimana anak kita ?" tanya Tya saat memegang perutnya yang terasa sakit.
Tya hendak mendudukkan tubuhnya tapi Ardi melarangnya.
" Sayang kamu jangan banyak bergerak dulu. Kamu baru saja operasi " ucap Ardi.
" Operasi? Anak kita mana mas?" tanya Tya panik.
" Kamu tenang sayang. Anak kita sudah lahir. Dia laki-laki dan baik-baik saja. Sekarang dia masih berada dalam inkubator " jawab Ardi.
" Alhamdulillah " ucap Tya merasa lega karena anaknua baik-baik saja.
Beberapa saat kemudian dokter Diki dan dokter Sinta masuk ke dalam ruang perawatan Tya.
" Selamat siang tuan dan nona muda " sapa dokter Diki.
Mereka pun mendekat ke arah Ardi dan Tya.
" Saya periksa sebentar ya nona muda " ucap dokter Diki.
" Iya dok " jawab Tya.
Dokter Diki pun mulai memeriksa Tya.
" Kondisi nona muda semakin stabil. Beruntung endarahan yang dialami nona muda tidak sulit dihentikan. Sekarang hanya tinggal masa pemulihan setelah operasi dan luka pada kepala anda " ucap dokter Diki.
" Terima kasih dok " ucap Ardi.
__ADS_1
Dokter Diki pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
" Dok saya ingin bertemu anak saya " ucap Tya.
" Sabar dulu ya nona. Putra anda masih berada dalam inkubator. Kemungkinan besok anda bisa bertemu dengan putra anda " jawab dokter Sinta.
" Baik dok " ucap Tya sedikit kecewa.
Ardi pun mendekat dan mengusap kepala Tya yang sedang kecewa.
" Kalau begitu kami permisi dulu. Jika terjadk sesuatu segera panggil kami " ucao dokter Diki.
" Baik dok. Terima kasih " ucap Ardi.
Dokter Diki pun menganggukkan kepalanya lalu keluar meninggalkan ruangan itu bersama dokter Sinta.
" Sekarang kamu istirahat ya sayang supaya cepat pulih dan besok bertemu dengan putra kita " ucap Ardi pada Tya.
" Iya mas " jawab Tya.
Ardi mencium kening Tya lalu Tya pun mulai memejamkan matanya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π
__ADS_1