
Di kampus Ardi sedang makan siang bersama teman-temannya di kantin. Ardi merasa ponselnya bergetar. Ardi pun mengambil ponsolnya itu dari saku. Terlihat Tya yang mengiriminya pesan. Ardi pun membuka pesan yanh dikirimkan Tya.
" Mas aku pergi ke kafe di dekat kampus diantar oleh Kak Angga. Aku sangat menginginkan boba red valvet yang dijual di kafe itu " ucap Tya dalam pesannya.
Ardi pun langsung mengirimkan balasan pesan untuk Tya.
" Iya sayang. Setelah itu kamu harus langsung pulang. Aku akan langsung pulang setelah bekerja " balas Ardi.
Setelah itu Ardi meletakkan kembali ponselnya ke dalam saku. Ardi melanjutkan memakan bakso miliknya.
" Ar sampai kapan mba Tya kuliah di rumah. Aku sangat kesepian gak ada mba Tya " ucap Yeni pada Ardi.
" Hm mungkin satu bulan lagi setelah acara empat bulanannya " jawab Ardi.
" Huh masih lama dong " ucap Yeni sedih.
" Kamu kan bisa ke rumah Ardi kalo mau nemuin Tya" ucap Leon.
" Tugasku sangat banyak. Aku tidak ada waktu untuk ke sana " jawab Yeni.
" Kalo lo mau gue bisa bantu tugas lo Yen. Kita bisa ngerjain tugasnya bareng " ucap Aska.
Leon yang mendengarnya menatap tajam Aska tanpa Aska sadari. Ardi hanya tersenyum melihat wajah kesal Leon karena ucapan Aska.
" Gak perlu deh. Lo juga kan pasti banyak tugas jadi gak perlu " tolak Yeni pada Aska.
__ADS_1
Yeni menyadari Leon yang sudah mulai kesal karena ucapan Aska.
Ardi melihat jam tangannya. Tiga puluh menit lagi kelasnya akan dimulai. Ardi berdiri dari duduknya dan mengambil tasnya.
" Gue ke kelas duluan " ucap Ardi lalu pergi keluar dari kantin.
Leon dan Frans juga berdiri dan menyusul Ardi keluar dari kantin begitu juga dengan Yeni.
" Kok aku ditinggal sendiri sih " ucap Aska.
Kemudian Aska pun berdiri dan menyusul mereka.
Saat hendak menuju kelas yang akan diikutinya ada seseorang yang memanggilnya dan orang itu adalah Bela.
" Ardi " panggil Bela.
" Ardi, aku mau menunjukkan sesuatu yang akan membuatmu terkejut " ucap Bela pada Ardi.
" Eh ulet keket bisa gak sih lo jangan ganggu Ardi. Dasar pelakor " ucap Yeni kesal.
" Lo diem deh jangan ikut campur " ucap Bela ketus.
" Apa yang mau lo tunjukin? " tanya Ardi pada Bela.
" Aku lihat istri kamu yang gak berguna itu selingkuh sama laki-laki lain " jawab Bela tersenyum.
__ADS_1
" Apa maksud lo " ucap Ardi.
" Eh tutup mulut lo yang gak ada akhlak itu " ucap Yeni emosi.
" Ini pasti akal-akalan lo kan ulet keket " ucap Frans.
" Gue punya bukti kalo kalian gak percaya " ucap Bela pada mereka.
" Ardi sayang kamu harus menceraikan dia setelah melihat ini " ucap Bela menujukkan foto Tya dan Angga di kafe pada Ardi.
Ardi yang melihatnya malah tersenyum dan yang lain tertawa. Bela dibuat bingung oleh itu.
" Kok kamu malah senyum sih. Ini istri kamu yang gak berguna itu selingkuh " ucap Bela.
" Tutup mulut lo jangan bilang hal yang buruk lagi tentang istriku " ucap Ardi pada Bela.
" Yang lo lihat itu orang kepercayaan gue pengawal pribadi istri gue " lanjutnya.
Kemudian Ardi pun melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Bela.
" Gaes ada orang yang malu tuh karena salah nuduh orang " ucap Yeni tertawa lalu melangkahkan pergi.
Leon, Aska dan Frans juga pergi mengikuti Ardi dan Yeni. Sedangkan Bela terlihat sangat kesal.
" Sial. Kenapa jadi begini?" ucap Bela kesal.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ