
Terlihat di meja makan semuanya sudah berkumpul hanya Tya dan Ardi saja yang belum ada di sana. Tya dan Ardi pun langsung menuju meja makan.
" Maaf kami membuat kalian menunggu " ucap Tya tak enak hati.
" Tidak papa sayang. Ayo sekarang kita sarapan " jawab Bu Dewi tersenyum.
Setelah mengambilkan makanan untuk suaminya Tya pun mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
" Kenapa sedikit sekali makannya sayang?" tanya Bu Sari pada Tya.
" Kalo pagi gini Tya gak napsu makan bu. Nanti agak siang baru Tya bisa makan banyak " jawab Tya.
" Baiklah tapi jangan sampai kamu tidak makan. Kasian bayi yang ada di dalam kandunganmu " ucap Bu Sari.
" Iya bu " jawab Tya tersenyum.
Mereka pun melanjutkan sarapan mereka dengan tenang. Setelah selesai sarapan mereka semua berkumpul di ruang keluarga.
" Sayang ayah dan ibu akan kembali ke Surabaya siang ini " ucap Ayah Nadi pada Tya.
" Kenapa cepat sekali yah " ucap Tya sedih.
" Banyak pekerjaan yang tidak bisa ayah tinggalkan. Kasian juga adikmu di rumah " jawab Ayah Nadi.
__ADS_1
" Nanti kami akan mengunjungi kamu lagi sayang " ucap Bu Sari mengusap kepala Tya.
" Aku masih merindukan kalian " ucap Tya memeluk ayah dan ibunya.
" Hey kenapa putri ayah ini menjadi manja sekali. Apa kamu tidak malu dengan suami dan kedua mertuamu " ucap Ayah Nadi pada Tya.
Pak Gunawan dan Bu Dewi serta Ardi tersenyum melihat Tya yang manja pada kedua orang tuanya.
" Tidak papa Nadi. Wajar jika Tya manja padamu. Dia kan putrimu dan apalagi sekarang dia sedang mengandung " ucap Pak Gunawan tersenyum.
Setelah makan siang Ayah Nadi dan Bu Sari pun bersiap untuk pulang ke Surabaya. Ardi dan Tya ingin mengantarkan mereka ke bandara tapi Ayah Nadi melarangnya karena tidak ingin Tya merasa lelah.
" Ayah tidak ingin kamu lelah dan terjadi apa-apa pada bayimu. Jadi biar kami diantar Mang Asep saja ke bandara " ucap Ayah Nadi pada Tya.
" Tapi yah... " ucapan Tya langsung dipotong oleh Ayah Nadi.
" Benar kata ayah sayang " ucap Bu Sari.
" Baiklah " jawab Tya sedih.
" Sayang jangan sedih. Nanti jika kandunganmu sudah kuat aku akan membawamu ke Surabaya mengunjungi ayah dan ibu " ucap Ardi pada Tya.
" Iya mas " jawab Tya.
__ADS_1
Ayah Nadi pun memeluk dan mencium puncuk kepala Tya. Tya membalas pelukan itu dan menangis. Setelah itu dia berganti memeluk Bu Sari. Bu Sari ikut menangis harus meninggalkan putrinya lagi yang sedang mengandung.
" Sudah sayang jangan menangis lagi " ucap Bu Sari pada Tya.
" Jaga kesehatanmu ya sayang dan jaga juga kandunganmu ini. Ibu tidak mau dengar cucu ibu kenapa-kenapa " lanjut Bu Sari.
" Iya bu. Ibu juga jaga kesehatan. Doakan Tya dan kandungan Tya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan " ucap Tya.
" Pasti sayang " jawab Bu Sari.
" Nak Ardi ibu titip putri ibu. Jaga dia dan calon anak kalian ya nak " ucap Bu Sari pada Ardi.
" Pasti bu. Ibu dan ayah tenang saja Ardi akan menjaga Tya dan calon anak kami" jawab Ardi.
" Kami pamit dulu Gun " ucap Ayah Nadi.
" Baiklah. Kalian hati-hati di jalan " jawab Pak Gunawan dan diangguki oleh Ayah Nadi.
Ardi dan Tya pun mencium tangan Ayah Nadi dan Bu Sari. Tya sudah bisa mengendalikan dirinya dan tidak menangis lagi.
" Assalamualaikum " ucap Ayah Nadi dan Bu Sari.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
__ADS_1
Ayah Nadi dan Bu Sari pun menaiki mobil yang di supiri oleh Mang Asep. Kemudian mereka meninggalkan kediaman keluarga Wicaksono menuju bandara.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ