
Pagi telah menjelang dan matahari telah menunjukkan sinarnya. Setelah melaksanakan sholat Subuh berjamaah dengan Ardi, Tya langsung pergi ke dapur. Ia akan memasak untuk sarapan.
Sedangkan Ardi sedang lari pagi di kompleks sekitar rumahnya. Memang kebiasaan Ardi adalah olahraga di pagi hari dan itu yang membuat tubuhnya menjadi atletis.
" Akhirnya selesai juga " ucap Tya saat sudah selesai memasak.
" Mbok, tolong tata ini di meja makan ya. Saya mau ke kamar dulu " ucap Tya pada Mbok Inem.
" Baik Nona " jawab Mbok Inem.
Tya pun menggerakkan kursi rodanya menuju kamarnya dengan Ardi. Sesampainya di kamar Tya langsung membereskan tempat tidurnya yang berantakan akibat kegiatannya dengan Ardi tadi malam.
Ceklek.
Terdengar pintu terbuka dan itu adalah Ardi yang baru saja kembali dari olahraga paginya.
" Mas mau langsung mandi?" tanya Tya saat melihat Ardi sudah duduk di sofa.
" Nanti dulu. Biar keringatnya kering dulu baru mandi " jawab Ardi.
Tya pun melanjutkan membereskan tempat tidur. Ardi terus memperhatikan Tya.
__ADS_1
" Kenapa gak suruh mbok inem aja jadi gak perlu repot-repot gitu " ucap Ardi.
" Mbok Inem sedang menata makanan untuk sarapan. Lagian ini gak repot kok " jawab Tya.
" Ya sudah. Aku mandi dulu " ucap Ardi melangkahkan kakinya merasuki kamar mandi.
" Iya mas " jawab Tya.
Setelah selesai membereskan tempat tidur, Tya menyiapkan baju kerja untuk Ardi dan meletakannya di atas tempat tidur.
Ardi pun keluar dengan hanya menggunakan handuk di pinggangnya. Tya langsung memalingkan wajahnya saat melihat itu. Dia masih malu walapun sudah pernah melihat seluruh tubuh Ardi.
Ardi melihat istrinya malu hanya tersenyum. Dia pura-pura tidak tahu. Ardi meraih baju yang sudah disiapkan Tya kemudian langsung memakainya di depan Tya tanpa malu. Tya yang melihat itu membulatkan matanya sempurna.
Tanpa menunggu jawaban Ardi, Tya berbalik dan keluar dari kamar. Ardi tertawa melihat Tya yang malu dan wajahnya memerah.
Di meja makan sudah ada seluruh keluarga. Tya pun menghampiri mereka.
" Suami kamu mana sayang ?" tanya Bu Dewi saat melihat Tya tak bersama Ardi.
" Mas Ardi sedang bersiap bu. Sebentar lagi akan keluar " jawab Tya.
__ADS_1
Tak lama Ardi pun keluar dan sudah rapi dengan baju kerjanya. Kemudian dia duduk di samping Tya. Tya mengambil nasi dan lauk lalu memberikannya pada Ardi.
" Terima kasih sayang " ucap Ardi dan Tya pun tersenyum.
Mereka pun makan dengan tenang. Hanya ada suara piring dan sendok saling beradu.
Setelah selesai sarapan, Ardi pun akan pergi ke kantor bersama ayahnya. Setelah berpamitan pada ibunya, Ardi juga berpamitan pada istrinya.
" Aku berangkat kerja dulu ya sayang " ucap Ardi pada Tya.
" Iya mas, kamu hati-hati. Semangat kerjanya " jawab Tya tersenyum.
" Iya sayang " ucap Ardi.
Tya meraih tangan Ardi dan menciumnya. Ardi pun juga mencium puncak kepala Tya kemudian masuk ke dalam mobil untuk menuju kantor. Tapi sebelum itu ia menemui Angga yang memang sudah siap dari pagi di rumah keluarga Wicaksono.
" Kak Angga, tolong kamu jaga Tya. Perketat keamanan di rumah ini " ucap Ardi pada Kak Angga.
" Baik Tuan Muda " jawab Angga.
Kemudian Ardi pun pergi menuju kantor keluarganya. Sesampainya disana Ardi ditempatkan di devisi pemasaran. Ardi duduk di kursi kerjanya dan mulai mengerjakan semua pekerjaannya.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like, dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung aku ya ππ