Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
142. Pingsan


__ADS_3

Sebulan telah berlalu. Tya menjalani hari-harinya seperti biasanya. Dia tetap berkuliah walapun Ardi memberikannya penjagaan yang sangat ketat. Terkadang dia harus menghadapi beberapa mahasiswa yang selalu saja menggoda suaminya, terutama Bela yang tetap saja mengejar Ardi walaupun sudah tahu Ardi telah memiliki istri.


Pagi ini Tya masih sibuk bergelung dalam selimutnya. Setelah melaksanakan sholat subuh Tya kembali tidur karena merasa tidak enak badan. Sedangkan Ardi pergi lari pagi di sekitar kompleks.


Ceklek


Ardi membuka pintu kamarnya dan Tya. Terlihat Tya masih berada di tempat tidur. Ardi menghampirinya dan duduk di bibir tempat tidur. Dia merasa heran karena Tya tidak pernah seperti itu sebelumnya.


" Sayang. Ayo bangun udah siang. Gak biasanya lo kamu bangun siang " ucap Ardi mengusap pipi Tya.


" Sebentar mas. Kelapaku pusing sekali " jawab Tya tanpa membuka matanya.


" Kamu sakit sayang?" tanya Ardi.


" Sepertinya aku cuma gak enak badan " jawab Tya.


" Kalo gitu kamu di rumah aja gak usah kuliah" ucap Ardi.


" Nggak mas. Aku masih kuat kuliah kok " ucap Tya sambil mendudukkan tubuhnya yang terasa sangat lemas.


" Tapi kamu kelihatan lemes banget sayang" ucap Ardi khawatir.


Tiba-tiba Tya merasakan perutnya berputar dan ingin mengeluarkan semua isinya.

__ADS_1


" Mas bantu aku ke wastafel sekarang. Aku pengen muntah " ucap Tya sambil menahan gejolak di perutnya.


" Iya sayang " ucap Ardi.


Ardi pun langsung menggendong Tya menuju kamar mandi. Ardi memegangi Tya di depan wastafel. Sedangkan mencoba mengeluarkan semua isi perutnya.


" Hoek hoek hoek " terdengar suara Tya sedang mengeluarkan isi perutnya.


Sedangkan Ardi membantu memijat tengkuk Tya. Tya terlihat begitu lemas setelah itu. Hanya cairan bening yang keluar dari dalam mulutnya.


Ardi yang melihat itu menjadi sangat khawatir. Dia langsung menggendong Tya keluar dari kamar mandi. Ardi membaringkan Tya di atas tempat tidur mereka.


" Kamu gak papa kan sayang?" tanya Ardi pada Tya dan Tya pun menganggukkan kepalanya.


" Enggak usah mas. Aku mungkin cuma masuk angin aja. Nanti juga sembuh kok kalo udah minum obat " tolak Tya.


" Ya sudah. Aku temani kamu di rumah " ucap Ardi.


" Kamu kam harus kuliah mas. Kamu kan kerja juga " ucap Tya.


" Tapi aku gak bisa ninggalin kamu yang lagi sakit gini " jawab Ardi khawatir.


" Aku gak papa kok mas. Mas kuliah aja terus kerja. Nanti juga saat mas pulang aku pasti sudah sembuh " ucap Tya meyakinkan Ardi.

__ADS_1


" Beneran gak papa aku tinggal?" tanya Ardi pada Tya.


" Iya gak papa mas " ucap Tya tersenyum.


" Baiklah. Tapi kalau aku pulang kerja kamu belum sembuh kita ke sakit " ucap Ardi.


" Iya mas " jawab Tya.


" Aku mandi dulu " ucap Ardi dan diangguki oleh Tya.


Ardi pun masuk mengambil handuk di lemari dan memasuki kamar mandi.


" Aku harus nyiapin baju buat mas Ardi " ucap Tya.


Kemudian Tya mencoba berpindah ke kursi rodanya. Tapi belum berhasil dia berpindah. kepalanya terasa sangat pusing dan pandangannya menjadi gelap. Tya terjatuh ke lantai dan pingsan.


Setelah lima belas menit Ardi pun telah selesai dengan ritual mandinya. Ardi keluar dari kamar mandi. Tapi betapa terkejutnya ia saat melihat Tya tergeletak di lantai.


" Astagfirullah " ucap Ardi langsung menghampiri Tya.


" Sayang bangun sayang. Kamu kenapa ?" ucap Ardi sambil menepuk kedua pipi Tya.


Karena tak kunjung sadar Ardi pun mengangkat Tya dan membaringkannya di tempat tidur dan dia bergegas ke lemari untuk mengambil pakaiannya dan memakainya.

__ADS_1


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😊😘


__ADS_2