
Setelah menyelesaikan sarapannya Tya menaruh bekas tempat makanan itu di atas meja yang ada di kamar mereka. Tya mendekati Ardi yang masih tertidur di atas tempat tidur. Tya mengambil sapu tangan dari kening Ardi lalu Tya menempelkan telapak tangannya pada kening Ardi.
" Alhamdulillah panasnya sudah turun " ucap Tya.
Kemudian Tya mengganti kompres untuk Ardi dan meletakkannya kembali di dahi Ardi.
Tok tok tok.
Terdengar suara pintu kamar mereka diketuk.
" Sayang, ini ibu. Boleh ibu masuk ?" ucap Bu Dewi dari luar.
" Boleh bu. Masuk saja. Pintunya gak Tya kunci " jawab Tya.
Ceklek.
Pintu pun terbuka dan terlihat Bu Dewi memasuki kamar mereka.
" Bagaimana keadaan suamimu sayang?" tanya Bu Dewi pada Tya.
" Alhamdulillah panasnya sudah turun bu. Mungkin Mas Ardi butuh banyak istirahat saja " jawab Tya.
" Syukur Alhamdulillah. Kamu juga jangan lupa istirahat sayang. Jangan sampai kamu juga kelelahan. Ingat bayi dalam kandungan kamu " ucap Bu Dewi.
" Iya bu. Ibu tenang saja Tya gak akan kelelahan kok " jawab Tya tersenyum.
" Ibu mau ke panti asuhan sebentar bersama ayah. Ibu titip Ardi ya sayang " ucap Bu Dewi pada Tya.
" Iya bu. Ibu dan ayah hati-hati " ucap Tya.
__ADS_1
" Iya sayang. Assalamualaikum " ucap Bu Dewi.
" Walaikumsalam " jawab Tya mencium tangan Bu Dewi.
Kemudian Bu Dewi pun keluar dari kamar Ardi dan Tya. Setelah kepergian ibu mertuanya Tya pergi ke dapur untuk menaruh bekas tempat makanannya tadi.
Setelah itu Tya langsung kembali ke kamar mereka untuk menjaga Ardi. Tya naik ke atas tempat tidur dan duduk di samping Ardi.
" Cepat sembuh mas. Aku gak tega lihat kamu sakit begimi " ucap Tya lalu mencium kening Ardi.
Tya pun menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur. Tak terasa Tya pun tertidur.
Ardi mulai mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya kamar mereka. Ardi melihat Tya yang tertidur di sampingnya dengan posisi duduk.
" Kamu pasti ketiduran karena jagain aku " ucap Ardi.
Kemudian Ardi pun mendudukkan tubuhnya. Dia membaringkan tubuh Tya agar posisi tidurnya lebih nyaman.
Ardi bangkit dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi. Dia merasa tubuhnya sudah lebih baik jadi Ardi memutuskan untuk mandi. Dia tidak tahan dengan keringat yang menempel pada tubuhnya.
Sementara Ardi sedang berada di kamar mandi Tya terbangun karena tidak merasakan Ardi di sampingnya.
" Loh Mas Ardi kemana?" ucap Tya.
Tapi pertanyaan telah terjawab saat mendengar suara air dari kamar mandi. Tak lama Ardi pun keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan handuk di pinggangnya.
" Mas kok kamu mandi sih. Kamu kan masih sakit " ucap Tya saat melihat Ardi keluar dari kamar mandi.
" Aku sudah gak papa kok sayang " jawab Ardi.
__ADS_1
Kemudian Ardi mendekati Tya dan duduk di tepi tempat tidur masih dengan handuk di pinggangnya.
" Sayang " panggil Ardi.
" Iya mas "jawab Tya.
" Makasih ya sayang kamu sudah merawat aku saat aku sakit seperti ini. Aku sangat beruntung memiliki istri seperti kamu " ucap Ardi memegang tangan Tya.
" Aku ini istri kamu mas. Sudah sewajarnya aku merawat suamiku " jawab Tya tersenyum.
" Aku mencintaimu sayang " ucap Ardi mencium kening Tya.
" Aku lebih mencintaimu mas " jawab Tya memeluk Ardi.
Setelah cukup lama memeluk Ardi, Tya pun melepaskan pelukan itu. Ardi menatap wajah sang istri. Matanya tertuju pada bibir merah muda milik Tya.
Ardi pun menempel bibirnya pada bibir Tya. Ia mulai merasakan manisnya bibir itu. Tya pun membalas ciuman itu sampai akhirnya mereka kehabisan napas dan melepaskan pautan dua bibir itu.
Tya menundukkan kepalanya dan menutupi wajahnya yang memerah.
" Sayang kamu sangat menggemaskan jika sedang malu seperti itu. Aku menjadi tidak tahan untuk memakanmu " ucap Ardi pada Tya.
" Sudah ah mas sana. Aku mau ambil baju ganti buat kamu " ucap Tya turun dari tempat tidur.
" Bukannya kamu suka aku tidak pakai baju seperti ini sayang " ucap Ardi menggoda Tya.
" Apaan sih kamu mas " ucap Tya.
Kemudian Tya menuju ruang ganti untuk mengambil baji ganti untuk Ardi. Sedangkan Ardi masih tersenyum melihat istrinya yang masih malu saat digoda olehnya.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ