Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
44. Acara Tujuh Bulanan


__ADS_3

Kini pagi sudah menjelang, Tya bangun dari tidurnya karena mendengar azan Subuh berkumandang.


Tya mendudukkan tubuhnya lalu menyalakan lampu kamarnya. Dia memutuskan untuk mandi lalu sholat subuh.


Setelah sholat subuh,Tya keluar kamar menuju dapur. Ternyata di sana sudah ada Bu Sari sedang memasak untuk sarapan.


" Bu aku bantu ya" ucap Tya mendekat ke arah Bu Sari.


Bu Sari pun menoleh ke arah Tya. " Iya sini kak" ucap Bu Sari tersenyum.


Tya pun membantu Bu Sari memasak untuk sarapan. Setelah makanan siap dan tersaji di meja makan, Ayah Nadi dan Khaya pun menuju meja makan.


" Udah siap nih" ucap Khaya.


" Iya, ayok kita makan" ucap Tya.


Mereka pun makan dengan lahap dan tenang.


Setelah selesai makan mereka kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap ke acara tujuh bulanan mba Rina, kebelutan ini akhir pekan jadi Tya dan Khaya juga ikut menghadirinya.


Tya menggunakan gamis modern berwarna moca dengan kerudung senada. Walaupun Tya belum berhijab tapi dia sudah terbiasa menggunakan kerudung di acara-acara tertentu.



Tak lama terdengar pintu kamarnya diketuk. Tya lalu dengan cepat merapikan polesan make up tipisnya.


" Kak, udah siap belum, kak Ardi udah sampe tuh" ucap Khaya sambil membuka pintu kamar Tya.


" Udah kok" ucap Tya.

__ADS_1


Kemudian Khaya mendorong kursi roda Tya menuju ruang tamu karena orang Tya dan Ardi berada di sana.


" Ayah, kakak udah siap" ucap Khaya ketika tiba di ruang tamu.


Spontan semua menoleh ke arah mereka. Ardi terpana melihat Tya, dia terus menatap Tya yang terlihat sangat cantik walau hanya di poles dengan make up tipis.


Ayah Nadi yang menyadari bahwa Ardi dari tadi menatap putrinya itu pun berdehem.


" Ehem" dehem Ayah Nadi.


Ardi pun langsung tersadar dan salah tingkah.


" Sebaiknya kita berangkat sekarang" ucap Ayah Nadi.


" Iya paman" ucap Ardi. Lalu mereka semua menuju mobil yang di bawa Ardi.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya mereka sampai di rumah mas Andi. Di sana telah ramai para tamu dan keluarga.


" Assalamualaikum" ucap Ayah Nadi.


" Walaikumsalam" jawab Pak Gunawan.


" Eh udah datang " ucap Bu Dewi sambil menuju ke arah mereka.


" Ayo masuk" ucap Pak Gunawan.


Mereka pun masuk ke ruangan yang sudah disediakan. Ardi yang selalu mendorong kursi roda Tya.


" Andi, ini om Nadi apa kamu ingat" ucap Pak Gunawan saat Mas Andi dan Mba Rina menghampiri mereka.

__ADS_1


" Ingat yah" ucap Mas Andi kemudian menyalami Ayah Nadi dan Bu Sari. " Apa kabar om" ucap Mas Andi tersenyum.


" Alhamdulillah baik, sudah dewasa kamu sekarang, dan sebentar lagi bakal punya anak" ucap Ayah Nadi merangkul bahu Mas Andi.


Mas Andi pun tersenyum.


" Ini istrimu An, cantik sekali" ucap Bu Sari mendekati Mba Rina.


" Terima kasih tante, saya Rina" ucap Mba Rina lalu menyalami Ayah Nadi dan Bu Sari.


" Jangan panggil tante, panggil saja bibi" ucap Bu Sari tersenyum.


" Iya bi " jawab Mba Rina tersenyum.


Lalu pandangannya beralih pada gadis di kursi roda di sebelah Ardi.


" Ini pasti Tya ya" ucap Mba Rina melihat ke arah Tya.


" Iya mba" ucap Tya tersenyum.


" Wah kamu cantik sekali, pinter kamu Ar milih cewek" ucap Mba Rina.


Ardi pun tersenyum, sedangkan Tya wajahnya memerah karena sangat malu.


" Oh iya ini Khaya anak keduaku Gun" ucap Ayah Nadi.


Lalu Khaya pun menyalami Pak Gunawan dan Bu Dewi.


Kemudian acara pun dimulai. Dimulai dari sambutan lalu pengajian kemudian santunan anak yatim dan dilanjut makan siang bersama.

__ADS_1


Mohon bantuan likenya ya๐Ÿ™ Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


__ADS_2