Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
119. Daftar Kuliah


__ADS_3

Keesokan harinya Tya dan Ardi sedang bersiap pergi ke sebuah universitas di Jakarta untuk mendaftarkan diri dan melakukan tes.


Tya sedang mengikat rambutnya di depan meja rias sedangkan Ardi masih mandi. Tak lama Ardi pun keluar dari kamar mandi dengab handuk di pinggang. Sekarang Tya sudah terbiasa melihat Ardi tanpa menggunakan pakaiannya.


" Sayang dimana bajuku?" tanya Ardi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


" Di atas tempat tidur mas " jawab Tya.


Tya masih asik memoles wajahnya dengan make up.


Ardi pun berjalan menuju tempat tidur dan mengambil pakaiannya. Kemudian ia pun memakainya.


" Gak usah dandan cantik-cantik " ucap Ardi setelah memakai pakaiannya.


" Kenapa?" tanya Tya.


" Nanti banyak yang terpesona sama kamu. Aku gak suka " jawab Ardi sambil menyisir rambutnya.


Tya tersenyum mendengar jawaban dari Ardi. " Gak mungkin lah " ucap Tya.


" Ayo kita keluar " lanjutnya.


Mereka pun menuju meja makan untuk sarapan bersama. Setelah selesai sarapan ada seseorang yang bertamu ke rumah keluarga Wicaksono. Kemudian tak lama Mbok Inem datang dengan seseorang.


" Yeni " ucap Tya saat melihat seseorang yang bersama Mbok Inem adalah Yeni.


Yeni pun tersenyum pada Tya lalu dia menyalami Pak Gunawan dan Bu Dewi. Kemudian dia menghampiri Tya dan memeluknya.


" Aku kangen mba " ucap Yeni memeluk Tya.

__ADS_1


" Mba juga kangen " jawab Tya membalas pelukan Yeni.


Setelah puas berpelukan dan melepas rindu Tya pun melepaskan pelukannya.


" Kok kamu disini dek? Bukannya kamu sudah kembali ke Surabaya?" tanya Tya pada Yeni.


" Iya mba. Aku datang kemarin dan aku akan berkuliah di kampus yang sama dengan mba dan Ardi " jawab Yeni.


" Kamu serius ?" tanya Tya.


Yeni pun tersenyum menganggukkan kepalanya. Tya tersenyum senang mendengarnya.


" Aku kesini karena ingin sekalian menumpang ke kampus pada kalian " ucap Yenu menyengir kuda.


" Boleh mas ?" tanya Tya pada Ardi.


" Makasih ya Ar " ucap Yeni. Ardi pun menganggukkan kepalanya.


Kemudian Pak Gunawan pamit untuk berangka bekerja.


" Kalian mengobrol saja dulu. Ayah berangkat kerja dulu " ucap Pak Gunawan.


" Iya om " ucap Yeni.


" Ibu antar ayah ke depan " ucap Bu Dewi.


Kemudian Pak Gunawan dan Bu Dewi pergi menuju pintu keluar.


" Mending kita juga berangkat sekarang " ucap Ardi dan diangguki Tya dan Yeni.

__ADS_1


Setelah berpamitan pada Bu Dewi mereka pun pergi ke kampus dengan menggunakan mobil milik Ardi.


" Lo mau ambil jurusan apa Yeni ?" tanya Ardi saat mereka sudah berada di dalam mobil.


" Gue ambil kedokteran " jawab Yeni.


" Mba Tya jadi ambil Sastra Indonesia ?" tanya Yeni pada Tya.


" Jadi dek " jawab Tya.


" Kalo lo Ar?" tanya Yeni pada Ardi di kursi kemudi.


" Gue ambil bisnis manajemen. Gue harus lanjutin perusahan ayah makanya gue ambil itu " jawab Ardi masih fokus menyetir.


" Beda semua kita " ucap Yeni.


" Iya dek. Tapi harus tetap semangat dong " ucap Tya.


" Iya mba pasti " jawab Yeni bersemangat.


Ardi dan Tya pun tersenyum melihat Yeni yang bersemangat.


" Kabar temen-temen gimana dek?" tanya Tya pada Yeni.


" Mereka baik mba. Mereka masuk di kampus yang sama. Mungkin Ilham akan masuk pendidikan militer. Oh iya Nisa dia masuk akademi polisi seperti papanya " jawab Yeni.


Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😊😘

__ADS_1


__ADS_2