
Yeni membuka pintu UKS dan Ardi langsung masuk diikuti Yeni. Ardi menidurkan Tya di brankar yang ada di UKS. Petugas UKS yang kebetulan sedang berada disana langsung memeriksa Tya.
" Gimana keadaan Tya dok ?" tanya Ardi sangat khawatir.
" Demamnya cukup tinggi tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan " jawab dokter membuat Ardi menjadi sedikit tenang.
" Coba buatkan teh hangat dan berikan padanya setelah sadar. Ini obat yang perlu diminum untuk menurunkan demamnya " ucap dokter seraya memberikan obat pada Ardi.
" Terima kasih dok " ucap Ardi.
" Sama-sama. Saya permisi dulu " jawab dokter itu kemudian keluar dari UKS. Ardi dan Yeni pun menganggukkan kepalanya.
Setelah dokter keluar, Yeni memutuskan untuk membuat teh hangat untuk Tya dan biar Ardi yang menjaga Tya.
" Ar, gue keluar dulu buatin teh buat Mba Tya " ucap Yeni.
" Iya " jawab Ardi.
Yeni pun keluar dari ruang UKS. Tapi saat Yeni keluar, dia tidak sengaja melihat Leon yang sedang duduk di bangku tidak jauh dari ruang UKS. Yeni tahu bahwa Leon sedang mengkhawatirkan Tya
Yeni menghampiri Leon dan duduk di sampingnya. Leon melihat ke arah Yeni sebentar kemudian kembali menatap ke depan.
" Tenang aja Mba Tya baik-baik aja kok. Demamnya memang tinggi tapi gak ada yang perlu dikhawatirkan " ucap Yeni.
__ADS_1
" Lo gak bilang kan soal perasaan gue ke Tya ? " tanya Leon dengan nada sedih. Sikap dingin Leon entah hilang kemana.
" Nggak " jawab Yeni.
" Tolong jangan kasih tahu dia " ucap Leon.
" Kenapa?" tanya Yeni. " Bukannya bagus kalo Mba Tya tahu " lanjut Yeni menautkan kedua alisnya bingung.
" Dia udah bahagia sama Ardi. Gue gak mau ngerusak kebahagiaan mereka. Kebahagiaan dia lebih penting bagi gue. Gue udah relain dia" jawab Leon.
" Tapi kenapa lo gak mau buka hati lo buat gue " ucap Yeni menatap Leon. " Kasih gue kesempatan buat gantiin Mba Tya di hati lo " lanjut Yeni
Leon pun menatap Yeni sehingga mata mereka bertemu. " Bukan untuk sekarang. Mungkin lain kali gue bakal kasih lo kesempatan" ucap Leon kemudian beranjak pergi meninggalkan Yeni.
Sedangkan Tya, dia mulai membuka matanya. " Kamu udah sadar " ucap Ardi.
Tya berusaha untuk duduk dan Ardi membantunya. Tak lama Yeni datang dengan membawa secangkir teh hangat.
" Mba Tya sudah sadar " ucap Yeni langsung mendekati Tya. " Ini Mba minum dulu tehnya " lanjut Yeni memberikan secangkir teh pada Tya.
" Makasih ya dek " ucap Tya kemudian meminum teh yang diberikan Yeni.
" Yen kamu balik aja ke kelas. Biar aku yang jaga Tya " ucap Ardi pada Yeni.
__ADS_1
" Ya udah. Mba, aku ke kelas dulu " ucap Yeni dan Tya pun menganggukkan kepalanya.
Setelah Yeni keluar, Ardi mengambil cangkir teh yang ada di tangan Tya lalu meletakannya di nakas. Kemudian Ardi memberikan obat pada Tya.
" Diminum dulu obatnya " ucap Ardi memberikan obat pada Tya dan membantu meminumnya.
" Gimana keadaan kamu? Apa udah mendingan?" tanya Ardi pada Tya yang sudah selesai minum obat.
" Udah kok cuma sedikit pusing sama lemes aja" jawab Tya pelan karena dirinya masih lemas.
Ardi menyentuh kening Tya dengan telapak tangannya. " Demamnya masih tinggi, apa kita ke rumah sakit aja" ucap Ardi masih khawatir.
" Gak usah, kan udah minum obat bentar lagi juga turun demamnya " jawab Tya tersenyum.
" Aku khawatir banget sama kamu "ucap Ardi menatap Tya.
" Aku gak papa cuma demam biasa aja " ucap Tya tersenyum kemudian memegang tangan Ardi.
" Setelah kondisi kamu lebih baik, aku anter kamu pulang. Gak ada penolakan kali ini. Aku juga sudah titip izin sama Aska " ucap Ardi tidak mau dibantah.
Tya mengganggukkan kepalanya dan tersenyum menuruti apa yang Ardi katakan.
Mohon bantuan vote, like, dan komennya ya π Terima kasih ππ
__ADS_1