
Setelah selesai makan mereka pun mengobrol melepas rindu mereka sudah lama tidak berjumpa. Tya juga sudah terlihat akrab dengan Siska.
Karena jam sudah menunjukan pukul dua siang, Ardi dan Tya pamit karena mereka memiliki janji dengan Tante Fara untuk fitting baju pengantin.
" Kita pamit dulu ya " ucap Ardi pada teman-temannya.
" Oke nanti kita kumpul-kumpul lagi " jawab Rendy.
" Kalian main ke rumah aja kaya biasanya " ucap Ardi.
" Tenang aja pasti nanti kita main ke rumah lo " jawab Frans.
" Kita duluan ya " ucap Ardi dan diangguki mereka.
Ardi dan Tya pun keluar dari kafe itu dan memasuki mobil. Mereka menuju ke butik Tanta Fara yang ada di Jakarta.
" Mas " panggil Tya pada Ardi saat Ardi sudah melajukan mobilnya menuju butik Tante Fara.
" Apa? Kamu panggil aku apa?" tanya Ardi.
" Mas " jawab Tya.
" Tumben kamu panggil aku mas " ucap Ardi.
__ADS_1
" Kamu gak suka ya? Menurutku karena kamu sebentar lagi jadi suamiku jadi aku harus panggil kamu mas aja. Gak sopan kalau aku panggil nama kamu lagi gak ada embel-embel masnya" jelas Tya pada Ardi.
" Aku suka kok sayang " jawab Ardi tersenyum.
" Tapi aku lebih suka kamu panggil aku sayang " lanjut Ardi membisikkan itu pada telinga Tya.
Tya pun menjadi salah tingkah karenanya. Hembusan napas Ardi menyentuh telinga dan lehernya.
" Gimana mau panggil aku sayang?"tanya Ardi pada Tya.
" Kalo cuma kita berdua mungkin aku mau " jawab Tya dengan wajah memerah.
" Memangnya kenapa kalo bukan cuma kita berdua?" tanya Ardi tersenyum.
Ardi yang melihat Tya seperti itu pun memiliki ide untuk mengerjai Tya. Ardi menepikan mobilnya di pinggir jalan.
" Kenapa harus malu ?" tanya Ardi mendekatkan wajahnya pada Tya.
" Ya malu aja " jawab Tya gugup karena wajah Ardi sangat dekat dengan wajahnya. Hembusan napas Ardi juga mengenai wajahnya.
" Tapi sekarang kan kita cuma berdua jadi gak perlu malu " ucap Ardi semakin mendekat ke arah Tya.
Tya memundurkan tubuhnya hingga menyentuh pintu mobil. Ardi yang berniat mengerjai Tya malah dia kehilangan kendali saat sedekat ini dengan Tya. Melihat wajah Tya yang sedang malu membuatnya kehilangan akal.
__ADS_1
Ardi membelai wajah Tya. Tya yang mendapat perlakuan seperti itu dari Ardi merasakan hal yang berbeda pada tubuhnya. Ada hal aneh yang belum pernah ia rasakan tapi ia menyukainya.
Ardi melihat bibir merah muda milik Tya. Ardi memiringkan wajahnya agar lebih mudah untuk mencium bibir Tya. Saat bibirnya hampir menyentuh bibir Tya, Tya mendorong tubuhnya agar menjauh. Mendapat dorongan dari Tya membuatnya tersadar dan menjauhkan tubuhnya dari Tya.
" Shit sial " umpat Ardi. " Kenapa aku jadi hilang kendali seperti ini " lanjut Ardi.
Sedangkan Tya membenarkan tubuhnya untuk duduk kembali.
" Perasaan apa ini? Kenapa tubuhku malah gak bisa nolak perlakuan Ardi " batin Tya.
Mereka terdiam untuk beberapa saat karena kejadian itu.
" Maaf, aku bisa kelepasan gitu sama kamu " ucap Ardi pada Tya.
" Iya gak papa " jawab Tya gugup.
" Lebih kita jalan sekarang. Nanti Tante Fara kelamaan nunggu kita " ucap Tya.
" Iya " jawab Ardi.
Ardi pun melajukan mobilnya kembali menuju butik Tante Fara. Hening menyelimuti perjalanan mereka. Mereka masih berkelana dengan pikiran mereka masing-masing.
Mohon bantuan vote, like dan komennya ya π Terima kasih ππ
__ADS_1