
Saat sampai di kantin Ardi, membeli Ardi mineral. Lalu dia menghampiri meja yang di sana berada teman-temannya.
Setelah duduk di sebelah Aska, dia langsung meminum air minumnya hingga setengah. Teman-temannya pun di buat heran.
" Haus banget lo?" tanya Ilham.
" Iya nih, tenggorokan gue kering banget" jawab Ardi.
" Emang abis ngapain lo?" tanya Ahsan penasaran.
" Gak ngapa-ngapain si, cuma tadi liat Tya lucu banget sampe gue ketawa susah berhenti" jawab Ardi tersenyum mengingat wajah kesal Tya.
Aska yang merasa Ardi sedang menyukai Tya pun bertanya. " Ar, lo suka ya sama Tya?" tanya Aska.
" Iya, gue rasa gue suka sama dia" jawab Ardi tersenyum.
" Lo beneran?" tanya Reno.
" Ya beneran lah, lo gak percaya?" ucap Ardi.
" Gue percaya, gue juga liat sikap lo ke Tya itu gimana, lo yakin suka sama dia, bukan apa-apa ya lo tau sendirikan keadaan dia, kalo memang lo gak tulus dan nerima dia apa adanya mending gak usah, nanti kalo dia juga suka sama lo kasian dianya, takutnya dia kecewa karena lo gak tulus, sama aja nyakitin dia kan" ucap Reno.
Ardi terdiam mendengarkan ucapan Reno. " Gue tulus suka sama dia, walau gue belum lama juga kenal dia tapi gue nyaman, dan rasa nyaman itu lebih dari rasa nyaman ke temen, gue yakin gue bisa nerima dia apa adanya, gue gak akan nyakitin dia" ucap Ardi mantap.
__ADS_1
Teman-temannya yang mendengar pun menjadi lega. Mereka pun melihat ketulusan di mata Ardi.
" Bagus deh kalo gitu kita seneng dengernya" ucap Aska.
" Iya, jangan sampe lo kaya Ahmad" ucap Reno.
" Siapa Ahmad?" tanya Ardi, dia memang tidak tau siapa Ahmad.
" Ahmad itu mantan Tya, yang nyelingkuhin Tya. Tya sayang banget sama dia. Sampe dia mau di duain. Tapi gak berapa lama mungkin Tya gak tahan terus mereka putus. Tya susah banget move on. Tapi kayanya sekarang dia udah lumayan bisa buat lupain Ahmad " ucap Aska menjelaskan.
Ardi pun mengangguk paham mendengar cerita Aska. " Bakal gue pastiin Tya lupain dia dan sayang sama gue" ucap Ardi yakin.
Aska dan yang lainnya senang mendengarnya. " Kita dukung lo" ucap Aska menepuk bahu Ardi dan di angguki oleh Ilham, Ahsan dan Reno.
Mereka pun kembali ke kelas karena waktu istirahat sudah habis.
Tak lama kemudian, guru mata pelajaran masuk dan memulai pelajaran kedua.
Mereka semua fokus memperhatikan penjelasan guru dan terkadang ada juga yang mengantuk.
Setelah jam pelajaran selesai, mereka bersiap pulang. Mereka berhamburan keluar kelas saat guru sudah pamit.
" Tya kami duluan ya" Ucap Aska dan gengnya serta Sasa dan teman-temannya.
__ADS_1
" Iyaa" ucap Tya sambil tersenyum.
Ardi pun menghampiri Tya dan berjongkok di depannya.
" Dijemput siapa? " tanya Ardi.
" Ibu" jawab Tya.
" Yeni gak nemenin kamu?" tanya Ardi yang tak melihat Yeni.
" Yeni harus kerumah sakit, kakaknya melahirkan" jawab Tya.
Mendengar itu Ardi pun berniat untuk menemani Tya.
" Jadi hari ini aku boleh nemenin kamu?" tanya Ardi.
Tya berfikir sebentar lalu dia mengangguk.
Tya dan Ardi pun mengobrol sampai akhirnya Bu Sari datang.
Tya menyalami ibunya, begitu juga Ardi.
" Eh nak Ardi, terima kasih ya sudah menemani Tya" ucap Bu Sari.
__ADS_1
" Sama-sama bi, kalo gitu saya duluan" pamit Ardi diangguki oleh Bu Sari.
Setelah itu Ardi menuju motornya dan melaju pulang. Tya pun pulang bersama ibunya.