
Setelah melaksanakan sholat magrib, Ardi dan Tya keluar dari kamar untuk makan malam bersama. Terlihat semua sudah berkumpul di meja makan.
Mereka duduk bersebelahan. Tya mengambilkan nasi dan lauk untuk Ardi.
" Aku bisa sendiri sayang " ucap Ardi.
" Gak papa mas. Ini kewajiban aku melayang suamiku " jawab Tya tersenyum.
Pak Gunawan tersenyum melihat anak dan menantunya. Begitu juga dengan Bu Dewi.
" Gimana yah? Ini masakan Tya lo " ucap buka Dewi.
" Enak banget ini. Kamu pinter masak ternyata " ucap Pak Gunawan memuji Tya.
Tya hanya membalas pujian Pak Gunawan dengan senyuman.
" Mba kayanya harus belajar masak dari kamu nih " ucap Mba Rina pada Tya.
" Tya juga baru belajar masak kok mba " jawab Tya.
" Tapi ini enak banget sayang " ucap Ardi sambil menyantap makanannya dengan lahap.
" Liat aja Ardi tu makannya lahap banget. Bisa-bisa gendut nanti kamu kasih makan enak terus " goda Mas Andi tertawa dan disambut tawa dari yang lainnya.
Sedangkan Ardi tidak memperdulikan Mas Andi yang menggodanya. Dia fokus melahap makanan masakan istrinya yang sangat enak.
Tya juga merasa senang karena masakannya disukai semua orang.
__ADS_1
Setelah selesai makan malam terlihat Mba Rina yang sedang kesusahan menyuapi Baby Alika yang sekarang sudah berumur satu tahun. Tya menghampiri mereka yang sedang berada di ruang keluarga.
" Biar aku aja mba yang nyuapin Alika " ucap Tya mengambil alih piring yang ada di tangan Mba Rina.
" Tolong ya. Alika susah banget makan " ucap Mba Rina.
Kemudian Tya pun mendekati Alika. Tya memang cukup dekat dengan Alika. Sebelum menikah dengan Ardi, Tya sering berkunjung ke rumah Mas Andi untuk bermain dengan Alika.
" Alika, ayo makan bibi suapi " ucap Tya hendak menyuapkan makanan pada Alika.
Tapi Alika menggelengkan kepalanya menolak suapan Tya.
" Kenapa gak mau makan? Nanti kalo gak makan Alika sakit loh " ucap Tya.
" Gini deh kalo Alika mau makan dan makannya banyak bibi bakal kasih coklat kesukaan Alika. Mau?" lanjut Tya mencoba membujuk Alika.
" Aaaaaa" ucap Tya menyuapkan makanan tersebut.
Alika membuka mulutnya dan menerima suapan Tya sampai habis.
" Anak pintar " ucap Tya saat Alika menghabiskan makanannya.
" Memang ya ni anak kayanya lebih nurut sama kamu dari pada mba. Padahal mba udah bujuk dia " ucap Mba Rina dan Tya hanya tersenyum.
Alika mendekati Tya dan meminta coklat yang dijanjikan Tya tadi.
" Bi ana coklat Lika " ucap Alika masih belum terlalu jelas.
__ADS_1
Tya meraih coklat di dalam kantong yang ada di bajunya kemudian memberikannya pada Alika.
" Maacih bi " ucap Alika senang kemudian langsung memeluk Tya.
" Sama-sama sayang " jawab Tya membalas pelukan Alika.
Setelah puas memeluk Tya, Alika memakan coklat kesukaannya itu.
Mba Rina tanpa sengaja melihat banyak tanda kepemilikan di leher Tya. Mba Rina pun tersenyum.
" Tya " panggil Mba Rina.
" Iya mba " jawab Tya.
" Ardi ganas banget ya sampai banyak banget tu stempel di leher kamu " goda Mba Rina.
Tya pun menjadi salah tingkah dan wajahnya memerah saat Mba Rina menggodanya. Dengan segera dia menutupi tanda kepemilikan itu dengan rambutnya yang memang tergerai agar tidak ada yang melihatnya lagi terutama kedua mertuanya. Mba Rina pun tertawa melihat Tya yang salah tingkah dan malu.
" Mba ih. Udah jangan ketawa " ucap Tya.
" Iya iya mba berhenti ketawa nih. Mba heran aja Ardi buat itu banyak banget " ucap Mba Rina.
" Mbaaa" ucap Tya pada Mba Rina yang terus menggodanya.
" Gak usah malu lagi kan suami yang buat stempelnya " ucap Mba Rina.
Tya pun sangat malu dan menutupi wajahnya dengan bantal sofa. Sedangkan Mba Rina kembali tertawa melihat Tya yang semakin salah tingkah dan malu.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya terus ya ππ