
Tya melewati kelas pertamanya dengan lancar. Setelah selesai tadi Ardi mengirim pesan pada Tya untuk menunggunya di depan kelas.
" Sayang " panggil Ardi.
Tya yang sedang asik memainkan ponselnya langsung menoleh ke arah sumber suara.
" Mas " ucap Tya saat melihat Ardi sudah berada di dekatnya.
" Maaf ya aku lama " ucap Tya pada Ardi.
" Enggak kok mas " jawab Tya tersenyum.
" Kita ke kantin ya. Aku laper banget " ucap Ardi.
" Iya mas " jawab Tya lalu memasukkan ponselnya ke dalam tas.
Ardi mendorong kursi roda Tya menuju kantin. Ardi menuju meja yang sudah ada Yeni dan Aska. Sedangkan Leon dan Siska serta Frans di meja terpisah. Tya melihat juga Risky dan Dareen.
" Risky Dareen kali disini juga?" tanya Tya.
" Iya" jawab Risky tersenyum.
" Hai " ucap Dareen melambaikan tangannya pada Tya.
Setelah itu Ardi duduk di bangku tepat di sebelah Tya.
" Kamu mau pesen apa sayang?" tanya Ardi pada Tya.
" Terserah mas aja " jawab Tya.
" Mba " panggil Ardi pada penjaga kantin.
" Iya mas mau pesan apa?" tanya penjaga kantin.
" Bakso dua sama es tehnya dua ya " jawab Ardi pada penjaga kantin tersebut.
__ADS_1
" Baik mas. Tunggu sebentar " ucap penjaga kantin itu lalu beranjak pergi.
" Sayang aku nanti masih ada dua kelas lagi. Nanti kamu pulang dijemput Kak Angga ya. Aku langsung ke kantor nanti setelah selesai " ucap Ardi pada Tya.
" Iya mas " jawab Tya tersenyum .
" Oh iya mas mau dimasakin apa buat makan malam?" lanjut Tya.
" Apa aja sayang. Apa pun yang kamu masak pasti aku makan sampai habis " jawab Ardi tersenyum.
" Emang beda ya kalo pengantin baru dunia serasa milik berdua. Kita cuma numpang aja nih Ka " sindir Yeni pada Ardi dan Tya.
" Kalo gak mau numpang kita nikah juga yuk kaya mereka " ucap Aska pada Yeni sambil menaikturunkan alisnya.
" Apaan sih lo main nikah-nikah " ucap Yeni.
" Iya bener. Kalo pengen kaya kita ya cepetan nikah " ucap Ardi tertawa.
" Ih rese ya kalian. Pengen sih nikah tapi gak ada calonnya " jawab Yeni.
" Apaan sih lo " ucap Yeni lalu memukul Aska.
Aska dan Ardi pun tertawa sedangkan Tya hanya tersenyum melihat kelakuan mereka. Obrolan mereka terhenti saat pesanan Ardi dan Tya datang.
Mereka memakan makanan itu dengan tenang sampai ada seorang wanita menghampiri mereka.
" Hai Ardi " ucap wanita tersebut langsung duduk di sebelah Ardi tapi Ardi tidak memperdulikannya.
Wanita itu adalah Bela teman satu jurusan Ardi yang sejak awal kelas tadi mencoba mendekati Ardi.
" Kalian teman-teman Ardi ya. Kenalin aku Bela teman satu jurusan Ardi dan sebentar lagi jadi pacar Ardi " ucap Bela dengan percaya dirinya.
Ardi langsung tersedak saat mendengar ucapan Bela. Tya yang melihat Ardi tersedak langsung memberikannya minum.
" Ini mas minum dulu " ucap Tya memberikan minuman pada Ardi dan Ardi pun meminumnya sampai tandas.
__ADS_1
" Ardi kamu gak papa kan " ucap Bela khawatir dan Ardi tidak menjawabnya.
Ardi melihat ke arah Tya. Dia khawatir Tya akan salah paham kepadanya karena ucapan Bela tadi.
Tya yang mengerti tatapan Ardi pun tersenyum seolah mengatakan jika dia tidak marah dan percaya pada Ardi.
" Eh kalo ngomong dipikir dulunya. Percaya diri banget jadi pacar Ardi" ucap Yeni.
" Iri ya. Lihat aja sebentar lagi juga Ardi akan jadi pacarku " jawab Bela.
" Dasar gak tahu diri ya. Cowok yang lo bilang sebentar lagi jadi pacar lo itu udah punya istri " ucap Yeni kesal.
" Apa lo bilang istri? Gak bener kan itu Ar?" tanya Bela pada Ardi.
" Itu bener aku udah punya istri " jawab Ardi.
" Kamu bohong kan Ar ?" ucap Bela masih belum percaya.
" Enggak. Ini istri aku " ucap Ardi merangkul Tya di depan Bela.
" Dan ini cincin nikah kami " lanjut Ardi menunjukkan cincin nikah mereka.
Bela pun sangat kesal menerima kenyataan bahwa Ardi sudah memiliki istri. Bela pun langsung pergi meninggalkan kantin.
" Sayang kamu percaya kan sama aku. Aku baru kenal dia tadi dan aku juga sudah berusaha menghindari dari dia " ucap Ardi pada Tya.
" Iya mas. Aku percaya sama kamu " jawab Tya tersenyum.
" Kalian harus hati-hati tu banyak banget pelakor yang pengen merusak rumah tangga kalian nantinya " ucap Aska.
" Iya bener tu dan itu salah satu calon pelakornya " ucap Yeni masih kesal.
" Iya dek. Udah ayo lanjut makan lagi " ucap Tya.
Mereka pun melanjutkan makan yang terhenti karena kedatangan Bela. Setelah selesai makan mereka kembali ke kelas mereka masing-masing untuk mengikuti kelas selanjutnya.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ