
Seharian menuntut ilmu dan ditambah lagi kelas tambahan membuat para murid ingin cepat-cepat pulang lalu mengistirahatkan tubuh mereka. Begitu pula dengan Ardi dan Tya mereka bergegas untuk pulang.
" Harinya mendung banget " ucap Ardi saat hendak melajukan motornya.
" Iya ayo buruan nanti malah kehujanan di jalan " ucap Tya.
Ardi pun melajukan motornya tapi baru sebentar melaju hujan sudah turun dengan derasnya. Ardi mencari tempay berteduh sampai dia menemukan sebuah emperan toko.
" Kita neduh di toko itu dulu ya" ucap Ardi pada Tya.
" Iya " jawab Ardi.
Ardi memberhentikan motornya di depan sebuah toko. Ardi membantu Tya turun dari motor lalu mereka menuju emperan toko.
Kemudian Ardi mendudukkan dirinya di bangku sebelah Tya. Ardi melihat Tya kedinginan, diamenautkan kedua tangannya lalu meniupnya. Ardi melepas jaket yang dipakainya kemudian memberikannya pada Tya.
" Kamu kedinginan ya " ucap Ardi seraya memasangkan jaketnya pada Tya.
" Kok jaketnya dikasihin ke aku, terus kamu gimana?" ucap Tya saat Ardi sedang memasangkan jaketnya.
" Gak papa aku kan kuat " jawab Ardi tersenyum.
Ardi menggesekkan kedua telapak tangannya. Setelah dirasa sudah hangat dia menempelkam kedua telapak tangannya pada pipi Tya.
" Hangat?" ucap Ardi.
__ADS_1
Tya pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Kemudian Tya juga melakukan hal yang sama pada Ardi. Dia menempelkan kedua telapak tangannya pada pipi Ardi. Ardi tersenyum mendapatkan perlakuan itu dari Tya.
Hujan pun semakin deras disertai angin yang kencang dan tiba-tiba ada petir menyambar. Tya yang terkejut dan juga takut langsung memeluk Ardi dan menyembunyikan kepalanya di dada Ardi. Ardi pun memeluk Tya dengan erat dan mencoba menenangkannya.
" Jangan takut ada aku " ucap Ardi menenangkan Tya.
Tya tidak menjawab dan masih terus memeluk Ardi. Ardi mengusap punggung Tya memberikan ketenangan. Setelah Tya cukup tenang dia melonggarkan pelukannya pada Ardi. Ardi menangkup kedua pipi Tya dengan kedua tangannya.
" Udah tenang ya, jangan takut lagi " ucap Ardi pada Tya. Tya menanggukkan kepalanya dan mencoba tersenyum walaupun masih terlihat ketakutan di wajahnya.
Bibir Tya yang sedikit bergetar menjadi perhatian Ardi. Ingin sekali Ardi meraup bibir berwarna merah alami itu. Entah dorongan dari mana tanpa sadar Ardi mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Tya.
Tya yang melihat Ardi mulai mendekatkan wajahnya menjadi gugup dan wajahnya langsung memerah.
Saat bibir Ardi hampir menyentuh bibirnya, Tya langsung memalingkan wajahnya.
" Hmm kita pulang aja yuk. Hujannya sudah reda " ucap Tya menyadarkan Ardi.
Ardi langsung menjauhkan wajahnya dari Tya, Ardi pun menjadi salah tingkah.
" Eh iya ayo " jawab Ardi gugup.
"Aduh kok aku bisa kehilangan kendali gini sih. Sampai gak sadar kalo hujan udah reda " batin Ardi.
Kemudian Ardi berdiri membantu Tya ke motornya. Kemudian Ardi melajukan motornya ke rumah Tya. Hari juga sudah mulai gelap. Di perjalanan mereka hanya diam berkecamuk dengan pikiran mereka masing-masing memikirkan kejadian tadi. Wajah Tya kembali menjadi merah tomat saat mengingat Ardi hampir saja menciumnya.
__ADS_1
Tanpa Tya sadari mereka sudah sampai rumah Tya. Setelah turun dan menuju teras.
" Biar aku yang cuci jaket kamu ya " ucap Tya.
" Gak usah malah ngerepotin kamu " jawab Ardi.
" Nggak pokoknya biar aku yang cuci " ucap Tya tidak mau dibantah.
" Ya sudah " jawab Ardi.
Terdengar suara pintu dibuka. Ceklek.
" Assalamuaikum" ucap Tya dan Ardi saat pintu dibuka.
" Walaikumsalam " jawab Ayah Nadi.
" Maaf paman tadi kami neduh dulu jadi baru sampai " ucap Ardi takut jika Ayah Nadi akan marah padanya.
" Tidak papa Nak Ardi, tapi kalian basah kuyup begini. Ayo masuk dulu keringkan tubuhmu " ucap Ayah Nadi pada Ardi.
" Ardi langsung pulang aja paman. Ini juga udah hampir magrib " jawab Ardi.
Kemudian Ardi pun pamit untuk pulang. Setelah Ardi pulang Tya masuk ke dalam rumah dan Tya mengganti pakaiannya supaya tidak sakit.
Mohon bantuan vote, like, dan komennya ya π Terima kasih ππ
__ADS_1