
Matahari telah menunjukkan sinarnya pertanda pagi telah datang. Ardi sudah bangun dari tidurnya sejak subuh. Ardi sedang bersiap-siap pergi ke sekolah. Suasana hatinya sedang baik karena ini adalah hari ulang tahunnya. Kemudian terdengar suara ponselnya berbunyi.
Drt drt drt.
Ardi langsung menuju tempat tidurnya dimana ponselnya berada. Bu Dewi yang menelponnya.
" Halo, Assalamualaikum " ucap Ardi sesaat sesudah menjawab panggilan telpon itu.
" Walaikumsalam sayang " jawab Bu Dewi di sebrang telepon.
" Selamat ulang tahun sayang. Sekarang kamu sudah tambah dewasa. Maafkan ibunya di ulang tahunmu kali ini gak bisa ada di samping kamu " ucap Bu Dewi yang sepertinya menangis.
" Gak papa bu. Ini lebih dari cukup, Ardi sudah senang bu. Terima kasih " jawab Ardi.
" Ibu jangan menangis " ucap Ardi mengetahui ibunya menangis.
" Ibu menangis bahagia sayang. Putra ibu sudah dewasa. Jadilah pemuda yang baik " ucap Bu Dewi.
" Iya ibu. Ardi sangat menyayangi ibu " ucap Ardi tulus.
" Ibu juga sangat menyayangimu sayang " ucap Bu Dewi.
__ADS_1
" Ibu tutup dulu ya, kamu juga harus berangkat sekolahkan " lanjut Bu Dewi.
" Iya bu " jawab Ardi.
" Assalamualaikum " ucap Bu Dewi.
" Walaikumsalam " jawab Ardi.
Setelah panggilan telepon itu terputus, Ardi mamasukkan ponselnya ke saku. Kemudian dia mengambil tasnya dan menuju ke bawah untuk sarapan.
Saat Ardi turun, di meja makan sudah ada Mas Andi serta Kak Teno dan Angga. Mereka ikut sarapan bersama karena paksaan Mas Andi yang sudah menganggap mereka seperti saudara. Sedangkan Mba Rina masih mengurus Baby Alika.
" Memangnya kamu kemana Ar ?" tanya Kak Teno yang memang lebih santai dan tidak terlalu formal pada Ardi tapi tidak menurunkan rasa hormatnya.
" Aku pengen pergi sama pacarku " jawab Ardi.
" Gak boleh, latihan ini penting buat kamu " ucap Mas Andi.
" Tapi mass.... " belum sempat Ardi menjawab Mas Andi sudah memotong ucapan Ardi.
" Gak ada tapi-tapian atau Mas bilangin sama ayah biar ayah sekalian aja larang kamu ketemu Tya " ucap Mas Andi tegas.
__ADS_1
Mas Andi sudah diberitahu Tya jika dia ingin memberikan Ardi kejutan di hari ulang tahunnya.
" Bener Ar, latihan ini penting buat kamu. Jadi gak boleh ada izin segala " ucap Kak Teno tidak bisa dibantah sedangkan Angga diam mendengarkan percakapan mereka.
Ardi pun diam kemudian melanjutkan sarapannya. Setelah selesai sarapan Ardi pamit berangkat sekolah. Tapi saat sampai depan pintu ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk.
Ting.
Ardi mengambil ponselnya dari saku dan ternyata Tya yang mengirim pesan. Kemudian Ardi membuka pesan itu.
" Kamu gak usah jemput aku. Aku berangkat sama Yeni " ucap Tya dalam pesannya.
" Iya sayang " balas Ardi menghela nafasnya berat.
Mood Ardi menjadi tidak bagus. Sudah tidak bisa izin dan sekarang Tya tidak berangkat ke sekolah bersamanya.
Kemudian Ardi pun menuju bagasi mengambil kunci motornya di laci lalu menaiki motornya dan melajukannya ke jalanan.
Setelah menempuh waktu empat puluh lima menit akhirnya Ardi sampai di sekolah. Sekolah masih sepi karena memang masih pagi. Tanda-tanda Tya sudah sampai di sekolah pun tidak ada karena belum terlihat motor Yenu di parkiran Kemudian dengan langkah gontai Ardi pun berjalan menuju ke kelasnya.
Mohon bantuan vote, like, dan komennya ya π Terima kasih ππ
__ADS_1