Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
227. Sudah Lebih Baik


__ADS_3

Tya terbangun karena mendengar suara tangisan Aditnya di kamarnya. Tya melihat ke arah jam didung yang sudah menunjukkan pukul lima. Keadaan juga sudah lebih baik dari semalam.


" Sudah hampir subuh " ucap Tya.


Tya menggulung rambutnya lalu hendak turun dari tempat tidur untuk melihat Aditya yang masih menangis.


" Mau kemana sayang? " tanya Ardi yang terbangun karena merasakan pergerakan di sebelahnya.


" Mau liat Adit mas. Itu nangis " jawab Tya.


" Udah aku aja " ucap Ardi bangkit dari tidurnya.


Ardi pergi ke kamar Aditya melalui pintu penghubung.


" Aduh anak ayah kenapa nangis? Mau sama bunda ya " ucap Ardi mengangkat Aditya dari box tempat tidurnya.


Ardi membawa Aditya ke kamarnya dan Tya.


" Sini mas Adit nya sama aku " ucap Tya saat melihat Ardi membawa Aditya.


Ardi pun memberikan Aditya pada Tya.


" Anak bunda. Maaf ya sayang kemarin bunda sakit jadi gak bisa sama Adit " ucap Tya menciumi wajah putranya itu.


" Kayaknya Adit laper deh sayang " ucap Ardi melihat putranya itu terus membuka mulutnya.


" Iya mas. Aku susuin dulu. Kamu mending siap-siap sholat subuh " ucap Tya saat mendengar azan subuh.


" Iya sayang " jawab Ardi.


Ardi pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


" Maaf ya sayang kamu pasti laper " ucap Tya langsung menyusui Aditya.


Ardi sholat sendiri di kamarnya. Tya belum bisa sholat karena ia masih dalam masa nifas.


Setelah melaksanakan sholat subuh, Ardi mendekati Tya dan Aditya di tempat tidur.


" Adit tidur lagi sayang? " tanya Ardi saat melihat putranya mulai menutup matanya.

__ADS_1


" Iya mas " jawab Tya.


" Gimana keadaan kamu sayang? Sudah mendingan? " tanya Ardi.


" Iya mas. Sudah lebih baik. Cuma tinggal lemes aja dikit. Nanti juga kalo mandi hilang lemesnya " jawab Tya.


" Syukurlah " ucap Ardi.


" Maaf ya mas jadi ngerepotin kamu. Kamu pasti capek kemarin pulang kerja langsung urusin aku sama Aditya. Kamu juga harus begadang " ucap Tya merasa bersalah.


" Ngomong apa sih kamu sayang. Aku gak ngerasa direpotin kok. Aditya juga kan anak aku. Ini juga gak sebanding sama perjuangan kamu buat ngelahirin anak kita. Selama ini kan kamu udah urus aku sama Aditya. Sedangkan aku cuma kali ini aja yang bener urus kamu sama Aditya " ucap Ardi.


" Jadi kamu gak usah minta maaf lagi ya sayang " lanjut Ardi mengusap pipi Tya.


" Iya mas " jawab Tya tersenyum.


Tya meletakkan Aditya di sebelahnya. Tya pergi untuk mandi karena ia merasa badannya sudah sangat lengket.


Selesai mandi Tya langsung mengambil baju dan memakainya. Ia juga menyiapkan baju untuk Ardi kuliah.


" Loh kok kamu siapin baju aku sih sayang. Kamu kan harusnya istirahat " ucap Ardi.


" Pokoknya kamu harus istirahat " ucap Ardi.


Ardi mengangkat Tya dari kursi rodanya lalu membawa Tya ke atas tempat tidur.


" Habis ini kamu sarapan terus minum vitamin " ucap Tya.


" Iya mas " jawab Tya pasrah.


" Adit mana mas? " tanya Tya yang ia kira bersama Ardi.


" Adit berjemur sama ibu " jawab Ardi.


" Aku mandi dulu ya sayang " ucap Ardi.


Ardi mengambil handuk dan langsung pergi ke kamar mandi.


Lima belas menit kemudian, Ardi sudah selesai mandi dan langsung bersiap untuk pergi ke kampus.

__ADS_1


Tok tok tok


" Tya Ardi " panggil Bu Dewi.


Ardi pun membuka pintu kamarnya.


" Ni Adit kayaknya lapar lagi. Ibu kasih asi di botol tapi gak mau " ucap Bu Dewi.


" Sini aku kasih ke Tya biar disusuin " ucap Ardi.


Ardi pun membawa Aditya pada bundanya.


" Ni Adit laper lagi sayang. Ibu kasih susu di botol tapi gak mau " ucap Ardi mempososikan Aditya di pangkuan Tya.


" Anak bunda lapar lagi ya " ucap Tya mulai menyusui Aditya.


" Aku ambil sarapan dulu ya sayang " ucap Ardi.


" Iya mas " jawab Tya.


Ardi mengambil sarapan untuk Tya dan juga dirinya dalam satu piring. Ia menyuapi Tya yang masih menyusui Aditya.


" Ni minum dulu vitaminnya " ucap Ardi memasukkan obat pada mulut Tya dan memberinya minum.


Setelah mengembalikan bekas makan mereka ke dapur, Ardi pun berpamitan untuk pergi ke kampus.


" Kamu gak papa kan aku tinggal sayang " ucap Ardi.


" Gak papa kok mas " jawab Tya.


" Ya sudah mas berangkat dulu " ucap Ardi memcium puncak kepala Tya.


" Ayah berangkat ya sayang " lanjut Ardi mencium kepala Aditya.


" Hati-hati ya mas " ucap Tya mencium punggung tangan Ardi.


" Iya sayang. Assalamualaikum " ucap Ardi.


" Walaikumsalam " jawab Tya.

__ADS_1


Ardi pun mengambil tasnya lalu keluar dari kamar.


__ADS_2