Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
27. Berbaikan


__ADS_3

Setelah lama diam akhirnya Ardi mulai bicara.


" Tya" panggil Ardi.


" Hmm" sambil melihat ke arah Ardi.


" Sampai kapan kamu giniin aku" ucap Ardi sambil menatap Tya.


" Lebih baik kamu jauhin aku Ar" ucap Tya pelan, dia berusaha menahan air matanya.


" Tapi kenapa? " tanya Ardi.


" Aku gak mau ngerepotin kamu Ar, selama ini aku selalu ngerepotin kamu, aku sadar kok gimana aku, kamu juga gak perlu kasihan sama keadaanku, aku gak mau di kasihanin" ucap Tya. Air matanya tak tertahan lagi, ia langsung menghapus air matanya dan memalingkan wajahnya.


" Tya, kamu nangis?" tanya Ardi khawatir.


" Enggak" jawab Tya.


" Sini liat aku" ucap Ardi langsung menggerakan tangannya ke wajah Tya dan menangkup kedua pipinya.


Dan benar saja Tya sedang menangis.


" Dengerin aku, aku tu gak ngerasa direpotin sama kamu, aku juga gak ngasihanin kamu, aku tau kamu perempuan yang kuat, aku tulus sama kamu" ucap Ardi sambil terus menatap Tya.

__ADS_1


Tya menatap mata Ardi, mencari kebohongan dimatanya tapi tidak di temukannya.


" Tapi Ar... " belum sempat Tya menjawab sudah dipotong Ardi.


" Aku bakal buktiin kalo aku tulus sama kamu dan tentang omongan Cintia kamu gak usah dengerin" ucap Ardi meyakinkan Tya.


" Maafin aku Ar" ucap Tya semakin terisak dalam tangisnya.


Ardi menariknya ke dalam pelukannya. Ardi mencoba memberikan kenyamanan pada Tya, hingga seragamnya basah karena air mata Tya.


Setelah Tya tenang Ardi melepas pelukannya. Dia menghapus sisa air mata di pipi Tya. Kemudian dia memegang kedua tangan Tya.


" Aku bakal buktiin sama kamu, kamu percaya kan sama aku?" ucap Ardi meyakinkan Tya.


Tya memangguk sambil tersenyum.


Kemudian Ardi memegang dagu Tya dan mengangkat wajahnya.


" Kamu gak perlu minta maaf" ucap Ardi sambil tersenyum pada Tya.


Tya pun membalas dengan senyum manisnya.


" Jadi kita baikan?" tanya Ardi sambil mengangkat kelingkingnya.

__ADS_1


" Iya" jawab Tya tersenyum dan menautkan kelingkingnya pada kelingking Ardi.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata memperhatikan mereka sejak tadi. Ya orang itu adalah Leon. Saat Ardi membawa Tya keluar ia langsung mengikutinya.


" Syukurlah, aku tau kamu suka sama Ardi, cukup aku aja yang punya perasaan ini, kamu gak perlu, kamu juga gak perlu tau" batin Leon lalu meninggalkan tempat itu.


Sementara Ardi dan Tya pun kembali ke kelas. Ardi menggendong Tya menuju kelas dan mendudukannya lagi di bangkunya.


Setelah Tya duduk dia kembali ke bangkunya, tapi sebelum itu dia tersenyum pada Tya. Tya membalas senyum itu malu.


" Gimana?" tanya Aska pada Ardi setelah Ardi duduk.


" Dia udah mau percaya sama gue, kita udah baik-baik aja" jawab Ardi tersenyum, dia sangat senang bisa berbaikan dari Tya dan Tya tidak menghindarinya lagi.


" Syukurlah kalo gitu" ucap Aska dan Ardi menganggukkan kepalanya. Lalu Aska langsung kembali ke bangkunya.


Risky yang melihat Ardi seperti sudah berbaikan dengan Tya menyenggol tangan Leon.


" Kayanya Ardi udah baikan sama Tya. Lo gimana?" ucap Risky.


" Gue gak gimana-gimana" ucap Leon malas.


" Lo gak cemburu?" tanya Risky.

__ADS_1


" Sedikit, tapi ya gak papa keliatannya dia juga bahagia" ucap Leon lalu merebahkan kepalanya di meja.


Risky pun tidak bertanya lagi, dia mengikuti Leon merebahkan kepalanya di meja.


__ADS_2