
Ardi dan Tya sudah berada di dalam pesawat. Pesawat yang mereka naiki sekarang sudah lepas landas. Ardi menarik kepala Tya untuk bersandar di bahunya.
" Tidurlah sayang. Nanti aku bangunkan kamu saat sudah sampai " ucap Ardi mengecup kening Tya.
" Iya mas " jawab Tya lalu memeluk Ardi.
Tya memejamkan matanya dan tak butuh waktu lama ia pun tertidur. Semenjak dirinya hamil Tya memang mudah sekali tertidur. Ardi tersenyum lalu ikut memejamkan matanya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam akhirnya Ardi dan Tya sampai di pulau seribu pura yaitu Bali. Ardi membangunkan Tya masih terlelap.
" Sayang ayo bangun kita sudah sampai " ucap Ardi menepuk pelan pipi Tya.
" Hmm iya mas " jawab Tya membuka matanya.
Kemudian mereka pun keluar. Diluar bandara sudah ada Angga dengan sebuah mobil yang diantar oleh anak buahnya.
" Silakan tuan dan nona " ucap Angga membukakan pintu untuk Ardi dan Tya.
Ardi dan Tya pun masuk ke dalam mobil. Angga pun masuk dan duduk di kursi kemudi lalu menyalakan mesin mobil tersebut.
" Kak kita langsung ke vila ya " ucap Ardi dari kursi belakang.
" Baik tuan muda " jawab Angga.
__ADS_1
Kemudian mobil itu pun melaju menuju ke vila milik Keluarga Wicaksono. Tya begitu antusias melihat semua yang mereka lalui.
Mereka disambut oleh orang kepercayaan Pak Gunawan yanh menjaga vila tersebut.
" Selamat datang tuan dan nyonya muda " ucap seorang perempuan paruh baya.
Tya pun membalasnya dengan sebuah senyuman.
" Sayang ini Bi Ijah dan itu Mang Ujang suaminya. Mereka yang menjaga dan merawat vila yang ada disini" ucap Ardi pada Tya.
" Ini Tya istri saya " lanjut Ardi pada suami istri tersebut.
Mang Ujang dan Bi Ijah pun menunduk hormat pada Tya.
" Mari silakan masuk tuan nyonya muda. Saya sudah menyiapkan kamar untuk tuan dan nyonya muda " ucap Bi Ijah.
" Sama-sama nyonya muda " jawab Bi Ijah.
Ardi dan Tya pun masuk ke dalam. Mang Ujang membawakan barang-barang mereka ke kamar. Ardi membawa Tya ke kamar yang sudah disiapkan oleh Bi Ijah.
Ardi membuka gorden yang menutupi jendela kaca di kamar mereka. Ardi mendorong kursi Tya mendekati jendela tersebut.
" Wah bagus banget pemandangannya mas" ucap Tya kagum melihat pemandangan dari kamar mereka yang langsung menghadap pantai.
__ADS_1
" Kamu suka sayang ?" tanya Ardi mencium pucuk kepala Tya.
" Suka banget mas " jawab Tya masih menganggumi pemandangan pantai itu.
" Mas ayo kita ke sana " ucap Tya.
" Masih panas sayang jam segini. Nanti sore aja ya. Kita istirahat dulu. Aku gak kamu kamu dan anak kita kecapekan nanti " ucap Ardi.
" Tapi janji ya nanti ajak aku ke sana " ucap Tya.
" Iya sayang " jawab Ardi tersenyum.
Ardi dan Tya pun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu karena merasakan badannya yang sudah lengket. Kemudian mereka melaksanakan sholat dzuhur berjamaah karena waktu sudah menunjukkan waktu dzuhur.
Setelah itu mereka pun makan siang. Bi Ijah memasak masakan khas Bali seperti yang Ardi minta.
" Ayo makan yang banyak ya sayang " ucap Ardi menambahkan nasi dan lauk pada piring Tya.
" Sudah mas. Ini banyak banget " ucap Tya.
" Baiklah " jawab Ardi.
Setelah selesai makan siang Ardi dan Tya pun kembali ke kamar untuk beristirahat.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05π