
Ardi melihat Tya sedang menertawakannya.
" Kamu gak usah ketawa " ucap Ardi pada Tya.
" Enggak " ucap Tya menyembunyikan tawanya.
" Itu apa ?" ucap Ardi.
" Mana?"elak Tya.
Para orang tua tersenyum melihat perdebatan antara Ardi dan Tya.
" Eh kok kalian malah ribut sih " ucap Bu Dewi sambil menggelengkan kepalanya.
Ardi dan Tya pun terdiam, tidak ada, perdebatan lagi antara mereka.
" Sayang kamu mau coba gendong ?" ucap Bu Dewi pada Tya.
" Boleh tante?" tanya Tya antusias.
Bu Dewi menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada Tya. Kemudian memberikan bayi Mba Rina pada Tya. Tya menggedongnya dia dengan hati-hati lalu menciuminya.
" Jadi namanya siapa gadis kecil ini " ucap Tya sambil mencium pipi bayi Mba Rina.
" Alika Putri Wicaksono " ucap Mas Andi.
" Halo Alika " ucap Ardi kemudian mencium Baby Alika yang berada dalam gendongan Tya.
__ADS_1
Kemudian terdengar suara tangisan Baby Alika, sepertinya dia lapar. Bu Dewi pun mengambil Baby Alika dari gendongan Tya dan memberikannya pada Mba Rina untuk diberi asi. Mba Rina memberikan asi yang sudah dipompa dalam botol susu.
" Di " panggil Pak Gunawan.
" Iya Gun " jawab Ayah Nadi.
" Aku ingin setelah Ardi dan Tya lulus mereka langsung menikah. Kita juga sudah sama-sama setuju dengan hubungan mereka. Tidak ada alasan lagi untuk menundanya. Aku tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan" ucap Pak Gunawan.
Ardi dan Tya kaget mendengar penuturan Pak Gunawan, tapi mereka juga berpikir itu yang terbaik.
" Aku setuju, itu lebih baik. Semua terserah pada mereka " ucap Ayah Nadi.
" Bagaimana sayang?" tanya Ayah Nadi pada Tya.
" Jika itu menurut ayah yang terbaik. Tya setuju " ucap Tya tersenyum.
" Ardi setuju yah. Setelah lulus juga Ardi kan harus kembali ke Jakarta dan harus pisah sama Tya. Jika kami sudah menikah Ardi bisa membawa Tya ke Jakarta bersama Ardi " jawab Ardi.
" Jadi kita akan pindah ke Jakarta?" ucap Tya.
" Iya sayang. Ardi harus belajar bisnis agar bisa menggantikan om nanti " ucap Pak Gunawan.
" Dan kalian akan kuliah di Jakarta " lanjut Pak Gunawan.
Wajah Tya berubah menjadi sedih. Ia harus ikut bersama Ardi nanti dan meninggalkan keluarganya. Ayah Nadi mengusap tangan putrinya.
" Jangan terlalu dipikirkan itu masih lama. Sekarang kalian fokuslah pada persiapan ujian kalian. Kalian harus membuktikan bahwa hubungan kalian tidak berpengaruh buruk pada prestasi kalian" ucap Ayah Nadi tersenyum.
__ADS_1
" Iya ayah " jawab Tya.
" Ardi, paman percaya sama kamu. Tolong kamu jaga putri paman " ucap Ayah Nadi pada Ardi.
" Pasti paman. Ardi akan menjaga Tya " ucap Ardi yakin.
" Bagus itu baru putra ayah " ucap Pak Gunawan menepuk bahu Ardi.
Setelah lama mengobrol Ayah Nadi dan Bu Sari serta Tya pamit untuk pulang karena hari sudah beranjak siang.
" Gun kami pamit dulu " ucap Ayah Nadi menyalami Pak Gunawan begitu juga dengan Bu Sari dan Bu Dewi.
" Kalian pulang naik apa?" tanya Pak Gunawan.
" Kami naik taksi " jawab Ayah Nadi.
" Biar Ardi antar paman " ucap Ardi.
" Tidak usah nak Ardi " jawab Ayah Nadi.
" Tidak ada penolakan. Biar Ardi mengatar kalian " ucap Pak Gunawan memaksa.
" Baiklah" ucap Ayah Nadi pasrah.
Tya menyalami Pak Gunawan dan Bu Sari. Begitu pun Ardi menyalami kedua orang tuanya. Ardi mendorong kursi roda Tya menuju lobi. Kemudian dia mengambil mobil ayahnya di parkiran. Setelah itu mereka naik dan menuju rumah Tya.
Mohon bantuan vote, like, dan komennya ya π Terima kasih ππ
__ADS_1