
Di kampus Ardi baru saja menyelesaikan kelasnya. Dia akan pergi ke kantin kampus bersama Frans dan juga Aska yang sudah menunggu mereka di depan kelas.
Sesampainya di kantin mereka menuju meja yang sudah ada Yeni di sana.
" Sendiri aja lo Yen " ucap Ardi pada Yeni saat sudah mendudukkan dirinya.
" Ya gimana. Mba Tya gak lo izinin buat kuliah ya gue gak ada temen " jawab Yeni.
" Kandungan Tya masih muda dan Tya juga masih mual-mual kalo pagi. Gue gak mau dia kecapekan dan terjadi apa-apa sama dia dan calon bayi kami " ucap Ardi.
" Biasanya juga lo sama Siska " ucap Aska.
" Iya. Kemana, pacar gue ?" tanya Frans.
" Siska tadi bilang sama gue katanya masih ada kelas " jawab Yeni.
Saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba Bela datang dan langsung duduk di sebelah Ardi.
" Ardi aku nyariin kamu kemana-mana ternyata kamu disini " ucap Bela tapi Ardi tidak mempedulikannya.
Yeni yang melihatnya pun dibuat geram oleh Bela. Bela selalu saja menggoda Ardi padahal sudah tahu jika Ardi sudah menikah.
" Eh ulet keket ngapain lo disini. Sana pergi " usir Yeni pada Bela.
" Terserah gue dong mau dimana. Apa urusannya sama lo " ucap Bela ketus.
" Eh iya sih terserah lo mau dimana. Tapi lo disini lo tu deket-deket dan godain kakak ipar gue. Jelas itu jadi urusan gue " ucap Yeni mulai emosi.
" Yang lo bilang kakak ipar lo ini sebentar lagi juga jadi milik gue " ucap Bela dengan percaya dirinya.
" Cih mimpi lo ketinggian " ucap Yeni tertawa sinis.
" Udah deh bel jangan ganggu gue lagi. Gue udah punya istri" ucap Ardi pada Bela
Ardi berdiri dan beranjak pergi dari sana lalu diikutin oleh Frans dan Aska. Yeni yang melihat mereka pergi pun ikut beranjak pergi dari sana.
Bela yang melihat Ardi pergi dan menolaknya pun merasa sangat kesal.
__ADS_1
" Walaupun kamu punya istri tapi aku bakal rebut kamu dari istri kamu " ucap Bela.
Ardi dan yang lainnya pun pergi menuju taman dan duduk di bangku yang ada di taman.
" Ar lo tu jangan lembek gitu ke ulet keket itu. Dia tu gak ada malunya deketin lo padahal lo udah punya istri. Kesel gue " ucap Yeni geram lalu duduk di bangku taman.
" Selagi dia gak nyakitin Tya dan rumah tangga gue sama Tya gak terpengaruh sama dia gue sih biasa aja. Tapi kalo dia ngelakuin hal-hal yang lebih ya gue bakal bertindak " ucap Ardi.
" Ya udah gue mau ke kelas dulu. Bentar lagi kelas gue mulai " ucao Ardi berdiri lalu pergi meninggalkan mereka.
" Ar tungguin gue " teriak Frans lalu mengerjar Ardi.
Hari beranjak siang. Sepulang dari kampus Ardi akan langsung menuju kantor ayahnya untuk bekerja. Saat Ardi sedang berjalan ke keluar kampus Bela lagi-lagi menghampirinya.
" Ardi kamu udah selesai kuliah kan. Kita jalan yuk " ucap Bela pada Ardi.
" Gak bisa " jawab Ardi dingin sambil terus berjalan.
" Kenapa?" tanya Bela.
" Gue kerja" jawab Ardi.
Ardi menghentikan langkahnya. " Cukup bel. Gue gak bisa jalan sama lo. Istri gue pasti udah nunggu di rumah. Lo jauhin gue. Gak pantes lo deket-deket gue yang udah jadi suami orang " ucap Ardi pada Bela.
" Tapi Ar... " belum sempat Bela menjawab tapi sudah dipotong oleh Ardi.
" Cukup. Jauhin gue " ucap Ardi lalu beranjak pergi.
Bela hanya bisa melihat kepergian Ardi dengan perasaan kesal karena mendapatkan penolakan dari Ardi untuk kesekian kalinya.
Sedangkan Ardi pergi ke parkiran lalu memasuki mobilnya. Ardi melajukan mobilnya menuju kantor untuk bekerja. Sesampainya di kantor Ardi langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian formal. Setelah itu Ardi langsung memasuki kantor dan mulai bekerja.
Jam telah menujukkan pukul lima sore. Ardi beserta karyawan lainnya pun bersiap untuk pulang. Ardi melajukan mobilnya menuju kediaman Keluarga Wicaksono.
Ardi keluar dari mobilnya dan melihat Tya sedang berada di taman bersama kedua orang tuanya dan kedua mertuanya. Ardi pun menghampiri mereka.
" Assalamualaikum " ucap Ardi.
__ADS_1
Mereka yang sedang asik mengobrol pun langsung menoleh ke arah Ardi.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
" Kamu udah pulang sayang " ucap Bu Dewi.
" Iya bu " jawab Ardi.
Kemudian Ardi pun mencium tangan kedua orang tuanya dan tangan kedua mertuanya. Tya yang melihat Ardi pun tersenyum dan mencium tangan suaminya itu. Tak lupa juga Ardi mencium pucuk kepala Tya.
" Ayah dan ibu apa kabar ?" tanya Ardi pada kedua mertuanya.
" Kabar kami baik nak " jawab Ayah Nadi tersenyum.
" Maaf Ardi tidak bisa menjemput kalian di bandara tadi " ucap Ardi.
" Tidak papa nak. Ada Mang Asep yang menjemput kami " jawab Ayah Nadi.
" Kalau begitu Ardi ke dalam dulu " ucap Ardi.
" Iya nak " ucap Ayah Nadi.
" Hmm Tya juga ke dalam dulu yah bu " ucap Tya dan diangguki mereka semua.
Ardi dan Tya pun masuk ke dalam rumah dan menuju kamar mereka.
" Biar aku siapin air buat kamu mas " ucap Tya saat sudah berada di kamar mereka.
" Terima kasih sayang " ucap Ardi.
Tya pun pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan air untuk Ardi. Sedangkan Ardi melepaskan sepatu dan pakaiannya. Tak lama Tya keluar dari kamar mandi.
" Airnya sudah siap mas " ucap Tya.
" Iya sayang " jawab Ardi.
Ardi pun melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Tapi sebelum itu dia mengecup pucuk kepala Tya terlebih dahulu. Tya pun tersenyum mendapat kecupan dari Ardi.
__ADS_1
Setelah Ardi memasuki kamar mandi, Tya pun pergi ke ruang ganti untuk menyiapkan baju ganti untuk Ardi dan meletakkan di atas tempat tidur. Setelah menikah Ardi jarang sekali memakai bajunya di ruang ganti. Dia akan langsung memakai baju yang disiapkan Tya di dekat tempat tidur.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ