Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
24. Menghindar


__ADS_3

Saat sampai kelas Ardi melihat Tya yang sedang bantu Yeni untuk pulang.


" Tunggu aku ya, aku ambil tas dulu nanti anter pulang" ucap Ardi.


" Gak usah" ucap Tya dingin. Dia sengaja bersiap begitu supaya Ardi memjauhinya, dia tidak ingin merepotkan Ardi.


" Ayo dek kita pulang" lanjut Tya.


Yeni pun membantu Tya untuk menuju ke motornya dan pulang. Sedangkan Ardi masih diam di tempatnya.


Aska yang melihat itu menghampiri Ardi dan menepuk bahunya.


" Sabar bro, mungkin Tya butuh waktu" ucap Aska. Ardi pun hanya mengangguk.


Mereke pun melajukan motor mereka menuju rumah masing-masing.


Sesampainya Ardi di rumah dia lamgsung menuju kamarnya. Dia tidak menyadari bahwa di ruang keluarga ada Mba Rina yang sedang menonton tv.


" Kenapa itu anak" tanya Mba Rina pada dirinya sendiri.


Di kamar Ardi langsung mandi untuk menyegarkan badannya. Kemudian dia melaksanakan sholat Ashar sedangkan sholat Zuhur sudah dilaksanakan di sekolah.


Dia merebahkan tubuhnya di ranjang. Lalu terdengar suara pintu diketuk.


Tok tok tok.

__ADS_1


" Ar, mba boleh masuk?" ucap Mba Rina dari luar.


" Masuk aja mba" jawab Ardi.


Mba Rina pun masuk dan duduk di pinggir ranjang. Ardi pun mendudukkan dirinya.


" Kamu kenapa Ar, kaya gak bersemangat banget pulang dari sekolah?" tanya Mba Rini.


" Gak papa mba" ucap Ardi lesu.


" Apa ada masalah?" tanya Mba Rina lagi.


" Iya mba" jawab Ardi.


" Coba cerita sama mba" ucap Mba Rini sambil. mengelus pundak adik iparnya.


" Wah bagus dong" ucap Mba Rina senang.


" Tapi mba dia itu punya kekurangan, dia itu lumpuh"ucap Ardi.


" Kalo kamu tulus bisa nerima dia apa adanya terus apa masalahnya" ucap Mba Rina lagi.


" Masalahnya dia sekarang ngehindarin aku, dia bilang gak mau ngerepotin aku, apalagi setelah tadi ada cewek yang suka sama aku ngelabrak dia, dia sampe nangis mba" ucap Ardi menjelaskan.


Mba Rina pun mengangguk mengerti. " Kamu sendiri gimana? Apa merasa di repotkan?" tanya mba Rina dan Ardi menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Kalo gitu kamu harus yakinin dia kalo kamu tulus dan gak meresa direpotkan, dan kamu harus bisa jaga dia supaya gak ada yang gituin dia lagi, kamu udah besar, kamu udah tai tindakan apa yang harus kamu ambil" ucap Mba Rina.


" Iya mba" jawab Ardi masih lesu.


" Siapa namanya?" tanya Mba Rina penasaran.


" Tya" jawab Ardi.


" Wah mba jadi penasaran, seperti apa sih cewek yang berhasil mencuri adik ipar mba ini" ucap Mba Rina sambil terseyum.


" Nanti kalo udah baikan aku kasih tau ke mba" ucap Ardi.


" Oke deh, kalo gitu mba keluar dulu, sebentar lagi mas mu pulang" ucap Mba Rina berdiri hendak keluar. Ardi hanya mengangguk.


Lalu dia mengambil ponselnya di nakas untuk menelpon Tya. Dia mencari nomor Tya dan menekannya. Setelah menelpon beberapa kali tapi tidak dijawab oleh Tya.


" Kenapa dia menghindari aku seperti ini, ini. menyiksa ku" gumam Ardi.


Sedangkan Tya yang sedang di kamarnya melamun mengingat kejadian tadi. Sedangkan Yeni sudah pulang saat keluarga Tya sudah tiba di rumah. Tapi mereka tidak tau tentang kejadian tadi karena Tua melarang Yeni untuk memberitahukannya.


Terdengar suara ponselnya berbunyi. Tya pun mengambil ponselnya di nakas.


" Ardi?" gumam Tya. Dia tidak menjawab panggilan itu, sampai berkali-kali ponselnya berbunyi.


Lalu dia mematikan ponselnya.

__ADS_1


" Maaf Ar, aku gak mau ngrepotin lagi kamu lagi, aku mau kamu jauhin aku" gumam Tya.


__ADS_2