
Sesampainya di rumah, Ardi dan Tya memasuki rumah. Tya berjalan dengan menggunakan tongkat di kedua ketiaknya.
" Hati-hati sayang " ucap Ardi di belakang Tya.
Ardi membawa beberapa kantong plastik berisi susu penguat tulang untuk Tya dan juga keperluan Aditya seperti popok bayi yang sempat mereka beli di supermarket.
" Iya Mas " jawab Tya.
" Assalamualaikum " ucap Ardi dan Tya.
" Walaikumsalam " jawab Bu Dewi.
Terlihat Aditya yang merangkak menghampiri dirinya dan sepertinya Aditya habis menangis dengan sisa-sisa air mata di wajahnya.
" Ndah Ndah " panggil Aditya pada Tya.
Bu Dewi langsung membawa Aditya ke dalam gendongannya.
" Kenapa sayang? " tanya Tya pada Aditya.
" Ndah " panggil Aditya lagi.
" Nanti ya sayang. Bunda bersih-bersih dulu, soalnya Bunda dari luar banyak kumannya " ucap Tya.
Tya tidak mau menyentuh Aditya karena dirinya baru saja dari luar dan terutama dari rumah sakit. Bisa saja di tubuhnya banyak kuman yang berbahaya untuk Aditya.
" Adit dari tadi nangis terus nyariin kamu " ucap Bu Dewi pada Tya.
__ADS_1
" Maaf ya Bu ngerepotin Ibu. Adit lagi tumbuh gigi lagi makanya rewel " ucap Tya.
Aditya memang sedang rewel beberapa hari ini karena memang ia sedang tumbuh gigi. Walau ini bukan gigi pertamanya, tapi Aditya sangat rewel kali ini. Ia hanya mau dengan Tya.
" Gak papa sayang " jawab Bu Dewi.
" Gimana terapinya sayang? " tanya Bu Dewi pada Tya.
" Alhamdulillah lancar Bu " jawab Tya.
" Ibu lihat sendiri Tya gak pakai kursi roda lagi. Keadaan Tya banyak banget kemajuannya " ucap Ardi.
" Ibu seneng banget dengernya " jawab Bu Dewi.
" Tya titip Adit sebentar ya Bu. Tya mau bersih-bersih dulu " ucap Tya pada Bu Dewi.
" Iya sayang " jawab Bu Dewi.
Tya pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya dan Ardi ke dapur meletakkan semua belanjaan mereka.
Cukup lima belas menit Tya di kamar mandi. Ia keluar dari kamar mandi hanya dengan jubah mandi di tubuhnya.
" Kamu mandi gih Mas " ucap Tya pada Ardi yang sedang memainkan ponselnya di sofa.
" Iya sayang " jawab Ardi.
Ardi meletakkan ponselnya di atas nakas dan mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Saat Tya ingin pergi ke ruang ganti. Pintu kamarnya diketuk dan terdengar suara Bu Dewi memanggilnya.
" Tya, sudah belum. Ini Aditya nangis terus cariin kamu " ucap Bu Dewi.
Tya pun membuka pintu masih menggunakan jubah mandi karena sudah tidak tega mendengar suara tangis Aditya.
" Tolong taruh Adit di tempat tidur ya Bu " ucap Tya pada Bu Dewi.
Tya belum bisa menggendong Aditya dengan tongkat di kedua ketiaknya.
Setelah meletakkan Aditya di atas tempat tidur, Bu Dewi langsung keluar dari kamar Ardi dan Tya. Tya naik ke atas tempat tidur tanpa memakai bajunya terlebih dahulu karena Aditya terus menangis.
" Kenapa sayang? Sudah ya jangan nangis lagi " ucap Tya membawa Aditya ke pangkuan.
" Ndah nen " ucap Aditya menarik jubah mandi yang dipakai Tya.
Tya membuka sedikit jubah mandinya dan mengeluarkan salah satu buah dadanya lalu mengarahkanya ke mulut Aditya. Aditya langsung melahap sumber makanannya itu dengan sangat rakus.
" Pelan-pelan sayang " ucap Tya sambil mengusap kepala Aditya.
Tya juga menepuk-nepuk pantat Aditya karena terlihat Aditya yang juga sudah mengantuk.
" Kasihan anak Bunda lagi tumbuh gigi pasti sakit ya " ucap Tya mencium kepala Aditya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
__ADS_1
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " ππ
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π