Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
248. Praktek


__ADS_3

Ardi dan Tya sudah sampai di Kediaman Keluarga Wicaksono. Mereka pun langsung masuk rumah setelah turun dari mobil. Mereka melihat Aditya yang sedang berada di ruang keluarga bersama Bu Dewi.


" Assalamualaikum " ucap Ardi dan Tya bersamaan.


" Walaikumsalam " jawab Bu Dewi.


Ardi dan Tya pun mencium tangan Bu Dewi.


" Gimana kata dokter? " tanya Bu Dewi pada Ardi dan Tya.


" Saluran ASI tersumbat Bu, karena mungkin Tya jarang pompa kalo lagi penuh " jawab Tya.


" Tapi Ibu tenang aja, Dokter Sinta sudah kasih tau cara atasinya gimana biar ASI Tya cepet keluar lagi " tambah Ardi tersenyum.


" Ya sudah cepat lakuin apa yang Dokter Sinta bilang biar ASI Tya cepet keluar lagi. Soalnya ASI di freezer tinggal satu kantong " ucap Bu Dewi.


" Siap Bu " jawab Ardi tersenyum senang.


" Kita titip Adit dulu Bu, soalnya mau praktek " ucap Ardi tersenyum penuh Ardi.


Ardi pun langsung mendorong kursi roda Tya menuju kamar mereka.


" Mas kamu emang gak balik ke kantor lagi? " tanya Tya saat Ardi sudah menutup pintu kamar mereka.


" Enggak sayang. Aku juga sudah izin sama ayah " jawab Ardi.

__ADS_1


Ardi langsung menggendong Tya dan meletakkannya di atas tempat tidur. Ardi melepaskan sepatu dan kemeja lalu ikut naik ke atas tempat tidur.


" Ayo sayang mulai prakteknya " ucap Ardi pada Tya.


" Gak sabaran banget kamunya " ucap Tya mengerucutkan bibirnya.


" Kamu denger kan tadi kata ibu kalo ASI kamu di freezer tu tinggal satu kantong. Nanti kalo Adit laper dan ASI kamu belum keluar juga gimana " jawab Ardi.


" Terus kenapa kamu pake lepas baju segala? " tanya Tya karena Ardi sekarang bertelanjang dada.


" Biar gak gerah " jawab Ardi alasan.


" Kan bisa nyalain AC " ucap Tya.


" Udah deh sayang gak usah banyak tanya. Kasian Adit tuh " ucap Ardi.


Ardi yang tidak sabar pun langsung membuka resleting dress yang dipakai Tya. Ia menurunkan dress itu hingga sebatas pinggang. Setelah itu Ardi membuka pengait bra yang dipakai Tya hingga terpampang nyata buah dada Tya yang besar karena dia sedang menyusui.


" Kenapa harus dibuka semua sih? " protes Tya sambil menutup kedua buah dadanya.


" Kamu gak inget kata Dokter Sinta tadi, kan harus dihisap biar cepat keluar ASI nya" ucap Ardi.


Ardi menyingkirkan tangan Tya dari dadanya. Ardi menangkup kedua buah dada Tya memijatnya. Ardi benar-benar melakukan apa yang dijelaskan oleh Dokter Sinta. Tya hanya diam karena ia juga ingin ASI nya cepat keluar dan bisa segera menyusui Aditya


" Akh mas. Kamu yang bener " ucap Tya pada Ardi.

__ADS_1


" Ini udah bener sayang " jawab Ardi.


Ardi terus memijat dada Tya hingga Tya juga merasa sakit dan nyeri di dadanya berangsur berkurang.


Tya mendorong tubuh Ardi saat ia hampir kehabisan napas. Ia juga merasakan dadanya yang basah.


" Mas ASI nya keluar " ucap Tya senang saat ASI nya sudah keluar lagi.


" Caranya ampuh banget. Kerja kerasku gak sia-sia " ucap Ardi tersenyum.


" Sekarang aku mau susuin Aditya dulu " ucap Tya.


" Jangan sekarang sayang " cegah Ardi.


" Kamu harus tidurin ini dulu " lanjut Ardi mengarahkan tangan Tya ke juniornya yang sudah keras di balik celana.


" Ya udah ayok " jawab Tya karena ia juga sudah basah.


Ardi pun tersenyum senang. Ia langsung melucuti pakaiannya dan Tya. Terjadilah pertempuran panas lagi siang itu di atas tempat tidur.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2