Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
157. Sakit


__ADS_3

Keesokan harinya Tya terbangun saat suara adzan subuh sudah terdengar dari masjid dekat kediaman Keluarga Wicaksono. Tya melihat Ardi yang masih tertidur di sampingnya dengan keadaan wajah yang pucat dan sedikit menggigil.


Tya memegang kening Ardi dengan telapak tangannya. Tya merasakan panas pada kening Ardi yang berarti bahwa Ardi demam.


" Ya Allah mas. Badan kamu panas banget " ucap Tya panik.


" Bentar ya. Aku ambil air hangat buat kompres kamu " lanjut Tya.


Kemudian Tya pun turun dari tempat tidur dan meraih kursi rodanya. Tya keluar dari kamarnya dan menuju dapur. Tya mengambil panci lalu memasak air. Setelah air itu mendidih Tya mengangkat air panas tersebut lalu meletakkannya ke dalam wadah. Tya mencampurnya dengan air dingin sedikit agar tidak terlalu panas.


Tya pun kembali ke kamar dengan membawa air hangat tersebut. Terlihat Ardi masih memejamkan matanya di atas tempat tidur. Tya mengambil sapu tangan lalu mencelupkannya ke dalam air hangat dan mengompres Ardi.


Ardi yang merasa ada sesuatu di keningnya pun membuka matanya.


" Sayang " ucap Ardi dengan suara parau.


" Mas. Kamu butuh sesuatu ?" ucap Tya pada Ardi dan Ardi menggelengkan kepalanya lemah.


" Kamu tidur aja lagi. Aku sholat subuh dulu. Sebentar lafi waktunya habis" ucap Tya.


" Kita sholat berjamaah sayang " ucap Ardi.


" Baiklah. Mas wudhu aja dulu. Aku siapin baju ganti buat mas " jawab Tya.


Kemudian Ardi bangkit dari tidur dan menuju kamar mandi walau dengan keadaan badan lemas. Sedangkan Tya menuju lemari untuk mengambil baju ganti Ardi dan alat sholat.


Setelah itu mereka pun melaksanakan sholat subuh berjamaah. Setelah selesai Ardi kembali berbaring di tempat tidur dan Tya merapikan peralatan sholat yang mereka gunakan.


Setelah selesai Tya pun mendekati Ardi dan mengopresnya kembali karena demam yang dialami Ardi belum juga turun.


" Mas aku ke dapur dulu buatin bubur buat kamu. Kamu istirahat disini dan jangan kemana-mana " ucap Tya pada Ardi.


" Iya sayang " jawab Ardi.

__ADS_1


Kemudian Tya pun keluar dari kamar mereka. Sedangkan Ardi mencoba memejamkan matanya.


Di dapur terlihat Mbok Inem yang sedang memasam untuk sarapan.


" Ada yang anda butuhkan nona muda?" tanya Mbok Inem saat melihat Tya memasuki dapur.


" Saya ingin membuat bubur untuk Mas Ardi mbok. Ardi sedang demam jadi saya membuatkan bubur untuknya " jawab Tya.


" Biar saya saja nona muda. Anda bisa kembali lagi menemani tuan muda " ucap Mbok Inem.


" Gak papa mbok. Biar saya saja " jawab Tya.


Setelah itu Tya pun mengambil bahan untuk membuat bubur. Sedangkan Mbok Inem melanjutkan memasak untuk sarapan.


Tya pun mulai memasak bubur untuk Ardi. Setelah bubur itu matang Tya pun menaruh ke dalam mangkok. Kemudian Tya membuat secangkir teh hangat untuk Ardi. Tya kembali ke kamar dengan membawa semangkok bubur.


Tya mendekati Ardi yang sedang memejamkan matanya.


" Mas bangun dulu. Ini buburnya sudah matang. Aku juga buatkan teh hangat untuk mas " ucap Tya membangunkan Ardi.


" Minum tehnya dulu mas " ucap Tya Pada Ardi.


Ardi pun mengambil cangkir di tangan Tya dan meminum teh tersebut. Setelah selesai Ardi memberikan cangkir itu pada Tya. Tya menerimanya dan menaruhnya di nakas.


" Ni di makan dulu buburnya. Aku suapin ya " ucap Tya.


" Iya sayang " jawab Ardi tersenyum.


Kemudian Tya menyuapi Ardi bubur tersebut sampai habis tak tersisa.


" Sebentar mas aku ambil obat buat kamu " ucap Tya.


" Iya sayang " jawab Ardi.

__ADS_1


Tya pun pergi membuka laci dimana kotak P3K berada lalu mencari obat demam untuk Ardi. Setelah menemukan Tya pun menghampiri Ardi di tempat tidur.


" Ini mas " ucap Tya memberikan obat dan segelas air putih pada Ardi.


Ardi menerimanya lalu meminum obat yang berikan Tya.


" Kamu istirahat lagi mas biar demamnya cepat turun " ucap Tya menyelimuti Ardi.


" Kamu temani aku sayang " ucap Ardi.


" Iya mas. Aku temani kamu " jawab Tya.


Kemudian Tya naik ke tempat tidur dan duduk di samping Ardi. Tya mengusap lembut kepala Ardi agar cepat tertidur. Sesekali Tya mengganti kompres pada kening Ardi.


Setelah Ardi tertidur Tya pun turun dari tempat tidur. Kemudian Tya mengambil mangkuk bekas bubur dan cangkir teh untuk mengembalikannya ke dapur.


Tya keluar dari kamar. Saat hendak menuju dapur terlihat Pak Gunawan dan Bu Sari sudah berada di meja makan.


" Tya mana Ardi?" tanya Pak Gunawan pada Tya.


" Mas Ardi ada kamar yah. Mas Ardi demam ini baru saja minum obat dan tidur lagi " jawab Tya.


" Pasti dia kelelahan karena harus kuliah dan bekerja. Ayo sarapan dulu sayang. Kamu pasti belum sarapan kan?" ucap Bu Dewi.


" Iya bu. Tya ke dapur dulu mengantar mangkuk ini " ucap Tya.


" Baiklah " jawab Bu Dewi.


Tya pun menuji dapur. Tya mencuci mangkuk bekas bubur lalu menaruhnya ke tempat semula. Kemudian dia kembali ke ruang makan.


" Ayah ibu Tya izin sarapan di kamar. Mas Ardi akan mencariku jika terbangun dan aku tidak ada " ucap Tya pada kedua mertuanya.


" Baiklah sayang. Nanti ibu akan ke kamar kalian untuk melihat keadaan Ardi " jawab Bu Dewi.

__ADS_1


Kemudian Tya mengambik sarapan untuk dirinya lalu membawanya ke kamar mereka. Tya memasuki kamar dan melihat Ardi masih tertidur. Tya pun memakan sarapannya sambil menjaga Ardi.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😊😘


__ADS_2