
Setelah mendapatkan asupan paginya Ardi mendorong kursi roda Tya untuk keluar dari kamar. Mereka menjadi menuju meja makan untuk sarapan.
" Kalian ngapain sih lama banget " ucap Mas Andi pada Ardi dan Tya.
" Mas kaya gak pernah jadi pengantin baru aja " ucap Ardi santai lalu mendaratkan pantatnya di kursi.
Tya mencubit perut Ardi karena menjawab seperti itu pada Mas Andi.
" Aw sakit sayang " ucap Ardi saat mendapatkan cubitan di perutnya.
" Rasain " ucap Tya kesal dengan suara berbisik.
Semua yang ada disana tersenyum melihat tingkah pengantin baru itu.
" Ayo makan nanti keburu siang " ucap Bu Dewi.
Walapun kesal Tya tetap melayani suaminya dengan mengambilkan nasi dan lauk. Setelah itu mereka pun sarapan bersama.
" Ayah, Ardi besok izin tidak masuk kerja. Ardi dan Tya besok akan daftar kuliah " ucap Ardi pada Pak Gunawan saat sudah selesai sarapan.
" Lo mas kamu gak bilang sama aku " ucap Tya pada Ardi.
" Aku lupa sayang bilang sama kamu " jawab Ardi.
" Baiklah, kamu bisa kerjakan pekerjaanmu dirumah " ucap Pak Gunawan.
" Terima kasih yah " ucap Ardi.
Pak Gunawan pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Kenapa kamu harus daftar juga. Kamu langsung masuk saja saham kita juga ada disana " ucap Bu Dewi.
" Ardi mau seperti yang lain saja bu " jawab Ardi.
" Hmm aku juga besok akan kembali ke Surabaya " ucap Mas Andi.
" Kenapa cepat sekali?" tanya Bu Dewi.
" Iya bu, pekerjaanku sudah sangat menumpuk " jawab Mas Andi.
" Baiklah " ucap Bu Dewi.
Pak Gunawan dan Ardi pun pamit untuk berangkat bekerja. Pak Gunawan berangkat terlebih dahulu bersama Mang Asep supir pribadi mereka. Sedangkan Ardi berangkat menggunakan mobilnya sendiri.
" Aku berangkat kerja dulu sayang " ucap Ardi pada Tya.
Tya mencium punggung tangan Ardi. Ardi pun tak lupa mengecup puncak kepala Tya.
" Assalamualaikum " ucap Ardi.
" Walaikumsalam " jawab Tya.
Ardi memasuki mobilnya dan melajukannya keluar dari gerbang. Tapi saat Ardi keluar dari gerbang ada seseorang yang sepertinya sedang mengawasi rumah keluarganya.
" Siapa orang itu? Sangat mencurigakan " gumam Ardi.
Kemudian Ardi menelpon Angga untuk mencari tahu siapa itu.
" Halo " ucap Ardi saat sambungan telepon itu terhubung.
__ADS_1
" Ada apa tuan muda ?" tanya Angga dari ujung telepon.
" Kak Angga, ada seseorang yang mencurigakan sepertinya sedang mengawasi kita. Tolong cari tahu itu dan beritahukan padaku. Lebih perketat penjagaan dari kemarin. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada keluargaku" ucap Ardi pada Angga.
" Baik tuan muda " jawab Angga.
Kemudian Ardi pun mematikan sambungan telepon itu. Ardi melihat ke arah orang misterius tadi tapi sudah tidak ada lagi disana.
" Kemana perginya orang itu?" ucap Ardi.
Setelah tidak ada tanda-tanda orang itu lagi Ardi pun melajukan mobilnya menuju kantor.
Sedangkan orang misterius itu sedang menelpon seseorang.
" Halo tuan" ucap orang misterius itu.
" Ada apa?" tanya seseorang yang ditelpon.
" Keadaan cukup aman. Anda bisa melancarkan rencana dalam waktu dekat ini " ucap orang misterius tersebut.
" Bagus. Saya sudah tidak sabar menghancurkan mereka. Mereka akan merasakan apa yang aku rasakan. Mereka akan kehilangan seseorang yang sangat mereka sayangi" jawabnya lalu tertawa dengan keras.
" Kamu bisa kembali sekarang " lanjutnya.
" Baik tuan " ucap orang misterius itu.
Sambungan telepon itu pun terputus. Orang misterius itu kemudian mengendarai motornya meninggalkan kawasan rumah keluarga Wicaksono.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ
__ADS_1