
Tya yang melihat Ardi menghampirinya bersama Aditya pun berusaha untuk duduk. Ia begitu khawatir dengan putranya itu yang ia tinggal tidur cukup lama.
" Kamu tiduran aja sayang " ucap Ardi.
" Aditya gak papa kan mas?" tanya Tya khawatir.
" Gak papa kok sayang. Anak kita ini pinter. Tadi sudah bangun tapi gak nangis " jawab Ardi.
" Ya sudah aku mau mandiin Aditya dulu. Sudah sore " ucap Tya ingin turun dari tempat tidur.
" Jangan sayang. Biar aku minta ibu buat mandiin Aditya. Kamu itu lagi sakit. Badan kamu panas banget " larang Ardi.
" Sekarang kamu istirahat. Aku temui ibu dulu sekalian ambil kompresan buat kamu " lanjut Ardi.
Ardi keluar dengan menggendong Aditya. Ia menghampiri ibunya yang berada di dapur.
" Bu " panggil Ardi.
" Ada apa? " tanya Bu Dewi.
" Tolong mandiin Aditya ya bu. Tya sakit " jawab Ardi.
" Ibu sudah bisa lihat tadi tapi dia bilang gak papa " ucap Bu Dewi.
" Dia gak mau ngerepotin ibu tapi sekarang badannya panas banget " ucap Ardi.
Bu Dewi pun mencuci tangannya. " Mbok lanjutin ya. Saya mau mandiin Aditya " ucap Bu Dewi pada Mbok Inem.
" Baik nyonya " jawab Mbok Inem.
__ADS_1
Bu Dewi pun mendekati Ardi dan Aditya.
" Sini sayang mandi sama oma " ucap Bu Dewi mengambil Aditya dari gendongan Ardi.
Setelah itu Ardi kembali ke kamar dengan membawa wadah berisi air untuk mengompres Tya. Ardi mengambil sapu tangan dan mulai mengompres dengan menempelkan sapu tangan yang sudah basah di kening Tya.
" Kamu sekarang tidur lagi. Nanti aku bangunin buat makan malam dan minum obat " ucap Ardi pada Tya.
Tya hanya menganggukkan kepala dan mulai memejamkan matanya.
Hari pun berganti malam. Setelah makan malam dan meminum obat, Ardi menyuruh Tya untuk istirahat dan tidur kembali.
" Tapi Aditya gimana mas " ucap Tya.
" Biar Aditya sama aku. Kamu tenang aja " jawab Ardi.
Setelah memastikan Tya tidur, Ardi keluar untuk melihat Aditya yang sedang bersama ayah dan ibunya.
" Aditya masih nangis bu ?" tanya Ardi.
Semenjak habis mandi Aditya rewel dan sering menangis. Ardi tidak memberitahu Tya agar Tya tidak khawatir dan tetap beristirahat.
" Iya. Sudah ibu kasih asinya juga gak mau " jawab Bu Dewi sambil menenangkan Aditya.
" Sini biar sama aku bu " ucap Ardi.
Ardi menggendong dan coba menenangkan Aditya.
" Aditya diam ya sayang. Jangan nangis terus " ucap Ardi.
__ADS_1
" Sepertinya Aditya merasakan yang Tya rasakan. Ia merasakan kalau Tya sakit. Makanya rewel " ucap Pak Gunawan.
" Iya yah. Ardi bingung begini. Ardi juga gak bisa kasih tahu Tya nanti Tya khawatir "jawab Ardi.
" Kamu yang sabar Ar. Kita coba tenangin Aditya lagi " ucap Bu Dewi.
" Iya bu " jawab Ardi.
Ardi pun terus menimang-nimang Aditya dan menenangkannya. Ia juga memberikan asi botol pada Aditya.
Beberapa saat kemudian Aditya pun berhenti menangis dan perlahan mulai tertidur.
" Akhirnya tidur juga " ucap Ardi setelah melihat Aditya tertidur.
" Sekarang kamu bawa ke kamar. Jangan sampai dia nangis lagi " ucap Bu Dewi.
" Iya bu " jawab Ardi.
Ardi pun membawa Aditya ke kamarnya dan Tya. Ardo melihat Tya yang masih terlelap. Ardi pun menidurkan Aditya di tengah-tengahnya dan Tya.
" Jangan rewel lagi dan sayang. Kasihan bunda lagi sakit tuh " ucap Ardi mengecup kening Aditya dan kemudian Tya.
Kemudian Ardi membaringkan tubuhnya dan mulai tertidur menyusul istri dan anaknya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π
__ADS_1