
Di dalam mobil, Tya terus saja diam dan tidak menanggapi setiap pertanyaan ataupun ucapan Ardi. Ia masih sangat kesal pada Anita yang berusaha mendekati suaminya.
" Sayang jangan diemin aku gini dong " ucap Ardi pada Tya tapi Tya masih diam dan tidak mau bicara.
Ardi menghela napasnya. Ia harus ekstra sabar menghadapi istrinya yang masih dalam mode cemburu itu. Apalagi Tya sedang menyusui sehingga ia akan sangat sensitif dan Ardi harus hati-hati dalam membujuknya dan jangan sampai menyinggung perasaannya.
" Sayang aku minta maaf ya, kamu jangan marah gini dan diemin aku " ucap Ardi sekali lagi.
Tya pun menoleh pada Ardi. " Kenapa kamu minta maaf mas? Kamu ngelakuin kesalahan? Atau kamu memang bener kamu main di belakang aku sama Mba Anita itu? " ucap Tya menatap tajam Ardi.
Ardi mendengar itu pun semakin dibuat bingung, ia meminta maaf agar Tya tidak marah lagi tapi malah sekarang Tya menatapnya tajam.
Ardi langsung menghentikan mobilnya, beruntung jalan pada saat itu sedang sepi.
Ardi langsung menghadap Tya dan menggenggam tangannya.
" Enggak sayang. Aku gak ada apa-apa sama dia. Aku tuh cuma rekan kerja aja sama dia, gak lebih sayang " ucap Ardi mencoba meyakinkan Tya.
" Tapi dia tu suka sama kamu mas " ucap Tya melepaskan genggaman Ardi.
__ADS_1
" Yang penting kan aku gak suka sama dia sayang " jawab Ardi.
" Ya tetep aja. Dia bakal deketin kamu dan godain kamu, nanti kamu tergoda gimana. Kamu bakal tinggalin aku sama Adit. Dia kan cantik, seksi, dan pasti dia sempurna gak kayak aku. Kamu pasti ninggalin aku, kamu pasti... " ucapan Tya terhenti karena Ardi sudah mencium bibirnya.
Ardi mencium bibir Tya cukup lama lalu melepaskannya. Ardi menangkup kedua pipi Tya.
" Liat aku sekarang " ucap Ardi.
Tya pun melihat Ardi dan menatap matanya.
" Aku gak akan pernah ninggalin kamu walau banyak perempuan di luar sana yang lebih dari kamu. Disaat aku mengucap ijab kabul atas nama kamu, aku sudah menerima semua yang ada di diri kamu juga kekurangan dan kelebihan kamu sayang. Jadi kamu jangan pernah berpikir lagi aku bakal ninggalin kamu. Apalagi sekarang kita sudah punya anak, mana mungkin aku ninggalin perempuan yang sudah kasih aku anugerah terindah itu " ucap Ardi pada Tya.
Tya langsung meneteskan air matanya mendengar itu. Ia pun langsung memeluk Ardi dan menangis di sana. Ardi pun membalas pelukan Tya dengan erat.
" Gak akan sayang. Aku gak akan ninggalin kamu sampai maut yang memisahkan kita " jawab Ardi mengecup puncak kepala Tya.
Setelah tangisnya reda dan lebih tenang, Tya pun melepaskan pelukannya pada Ardi.
" Sudah ya jangan nangis. Masa bundanya Adit cengeng sih " ucap Ardi mengusap bekas air mata di wajah Tya.
__ADS_1
Tya pun menganggukkan kepalanya.
" Maafin aku ya mas, seharusnya aku lebih percaya sama kamu " ucap Tya pada Ardi.
" Iya sayang gak papa kok " jawab Ardi tersenyum.
" Aku seneng tau kalo kamu cemburu kayak tadi, artinya kamu cinta sama aku " ucap Ardi.
" Kamu ni mas. Jelas aku cinta sama kamu, kamu kan suami aku " jawab Tya memeluk Ardi kembali.
Ardi pun tertawa kecil lalu membalas pelukan Tya.
" Kamu boleh cemburu-cemburu gitu tapi kamu juga harus selalu percaya ya sama aku " ucap Ardi pada Tya.
" Iya mas " jawab Tya dalam pelukan Ardi.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
__ADS_1
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " ππ
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π