Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
260. Berlatih Berjalan


__ADS_3

Pagi-pagi sekali sebelum berangkat kuliah, Ardi menemani Tya untuk belajar berjalan di taman rumah Keluarga Wicaksono. Tya memegang tangan Ardi agar tidak jatuh. Tya mencoba melangkahkan kakinya sedikit demi sedikit walau terasa sangat sakit.


Pak Gunawan dan Bu Dewi sangat senang saat mendengar Tya akan bisa berjalan kembali. Tya belum mengabari kedua orang tuanya karena ia ingin membuat kejutan untuk kedua orang tuanya saat ia bisa berjalan lagi nanti.


" Ayo sayang sedikit lagi " ucap Ardi sambil memegang tangan Tya.


Tya menggerakkan kakinya dua langkah lalu berhenti lagi.


" Bagus sayang " ucap Ardi tersenyum.


Aditya yang sedang berjemur bersama Bu Dewi pun menepuk-nepuk kedua tangannya sambil tertawa saat melihat Tya berhasil melangkahkan kakinya walaupun masih berpegangan pada Ardi. Tya tambah bersemangat untuk bisa berjalan saat melihat tawa ceria Aditya.


" Ayo sayang, kasih semangat buat Bunda " ucap Bu Dewi pada Aditya.


" Ndah Ndah " celoteh Aditya memanggil Tya.


Tya terus berlatih dengan Ardi hingga ia bisa melangkahkan kakinya hingga beberapa langkah lagi. Sakit di kaki yang ia rasakan juga sudah sedikit berkurang.


" Biar aku coba sendiri Mas. Kamu jangan pegangin aku " ucap Tya melepaskan tangannya dari tangan Ardi.


" Kamu yakin sayang? " tanya Ardi memastikan.


" Iya Mas " jawab Tya tersenyum.


Akhirnya Ardi pun membiarkan Tya untuk melangkah tanpa ia bantu. Tya mencoba melangkahkan kakinya lagi dan ternyata berhasil tapi pada langkah ketiga Tya tidak bisa menahan tubuh dan hendak terjatuh. Ardi langsung menahan tubuh Tya dan menarik-narik dalam pelukannya.

__ADS_1


" Aku berhasil Mas " ucap Tya senang.


" Iya sayang " jawab Ardi tersenyum.


" Latihannya besok lagi ya. Hari ini cukup segini dulu " ucap Ardi pada Tya saat melihat Tya yang sudah tampak lelah.


" Iya Mas " jawab Tya merasa lelah.


Ardi mengusap keringat yang ada di wajahnya Tya lalu ia membawa Tya untuk duduk di kursi rodanya kembali.


" Ayo kita masuk sekarang " ucap Ardi.


Ardi mendorong kursi roda Tya dan memasuki rumah dengan Bu Dewi yang menggendong Aditya di belakang mereka.


" Bu tolong mandiin Adit ya " ucap Ardi pada Bu Dewi.


Kemudian Ardi membawa Tya ke kamar mereka.


" Kamu kenapa minta tolong Ibu buat mandiin Adit Mas? Aku kan bisa " tanya Tya pada Ardi.


" Ya kan Ayahnya Adit juga mau dimandiin sama Bunda " jawab Ardi tersenyum.


" Mandi aja sendiri Mas. Sudah jadi ayah juga masih minta dimandiin " ucap Tya.


" Kan mandi plus plus sayang " jawab Ardi.

__ADS_1


Ardi langsung menggendong Tya dan membawanya ke kamar mandi.


" Mas " pekik Tya yang terkejut karena Ardi yang menggendongnya secara tiba-tiba.


Ardi menurunkan Tya ke atas kloset, sedangkan ia mengisi bath up dengan air hangat.


" Kenapa sih kamu bawa aku ke kamar mandi? " tanya Tya.


" Aku minta dimandiin " ucap Ardi.


Ardi melepaskan seluruh pakaiannya hingga tidak tersisa sehelai benang pun.


" Mas ih. Kenapa harus telanjang disini sih " ucap Tya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Kan kamu sudah biasa liat sayang " jawab Ardi.


Ardi menyingkirkan kedua tangan Tya dari wajahnya.


" Sekarang giliran kamu " ucap Ardi tersenyum.


Kemudian Ardi pun membuka seluruh pakaian Tya dan membawa Tya masuk ke dalam bath up tanpa memakai apapun. Ardi benar-benar minta dimandikan oleh Tya dengan diselingi dengan suara ******* dan erangan di kamar mandi.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " πŸ˜ŠπŸ™


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2