
Tya bangun saat menjelang subuh. Ia melihat dua laki-laki kesayangannya itu masih tidur dengan sangat nyenyak. Tya tersenyum saat melihat posisi tidur Aditya yang mirip sekali dengan Ardi.
" Dasar ya. Gak cuma wajahnya yang mirip banget sama Mas Ardi, tapi posisi tidurnya juga " ucap Tya tersenyum.
Tya mengambil ponselnya di atas nakas lalu memotret Ardi dan Aditya.
" Biar jadi kenang-kenangan " ucap Tya.
Tya turun dari tempat tidur dan mencuci wajahnya di kamar mandi. Saat Tya kembali ternyata Aditya sudah bangun dan sedang menepuk-nepuk wajah Ardi.
" Wah anak bunda sudah bangun. Lagi bangunin Ayah ya " ucap Tya menghampiri Aditya.
" Ehehe " tawa Aditya tanpa menghentikan tepukannya pada wajah Ardi.
" Iya sayang bagus. Terus bangunin Ayah " ucap Tya.
Seolah mengerti apa yang Tya katakan, Aditya semakin semangat menepuk-nepuk wajah Ardi. Ardi yang merasa ada yang menepuk-nepuk wajahnya pun terbangun.
" Egh " gumam Ardi membuka matanya.
" Aduh sayang, kenapa wajah Ayah dipukul sih kan sakit " ucap Ardi memegang tangan Aditya.
" Ehehe " tawa Aditya.
" Eh malah ketawa. Nakal ya anak Ayah " ucap Ardi lalu menciumi Aditya.
__ADS_1
Tawa Aditya semakin keras mendapatkan ciuman dari ayahnya itu. Ia merasa geli apalagi dengan kumis Ardi yang sedang tumbuh di wajahnya. Tya hanya tersenyum melihat mereka berdua.
" Sudah sudah. Ayo sekarang kita siap-siap buat sholat subuh. Sudah azan tuh " ucap Tya.
Tya mengantar Aditya ke kamarnya sementara ia dan Ardi melaksanakan sholat subuh agar Aditya tidak mengganggu mereka. Tya meletakkan Aditya di karpet bulu di kamarnya dan memberikan Aditya beberapa mainan agar Aditya tenang.
" Adit main dulu di sini sendiri. Bunda sama Ayah mau sholat subuh dulu " ucap Tya pada Aditya.
" Ya ya ya " jawab Aditya yang sudah fokus dengan mainannya.
Tya menutup pintu kamar Aditya lalu masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Sedangkan Ardi sudah siap dan tinggal menunggu Tya. Setelah itu mereka pun melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Setelah selesai melaksanakan sholat subuh. Tya merapikan peralatan sholat yang ia gunakan. Tya pergi ke kamar Aditya untuk melihat keadaannya. Tya dibuat terkejut dengan keadaan kamar itu yang sudah berbeda dari sebelumnya.
" Mas " panggil Tya.
" Liat tuh kelakuan anak kamu " ucap Tya.
Ardi terkejut melihat Aditya yang sedang tertawa sambil melempar pakaiannya dari lemari bagian bawah.
" Ya ampun Adit " ucap Ardi.
" Kemarin dia berantakin bedak bayinya sampai satu lantai penuh putih semua. Sekarang dia berantakin semua bajunya " ucap Tya.
Tingkah Aditya akhir-akhir ini membuat kepala Tya pusing. Mungkin karena rasa keingintahuannya itu membuat Aditya penasaran dengan apa yang ia lihat.
__ADS_1
Ardi masuk ke dalam kamar itu dan menggendong Aditya.
" Anak Ayah tambah nakal ya sekarang. Siapa yang mau beresin ini coba. Bunda marah tu " ucap Ardi pada Aditya.
Aditya hanya tertawa lalu menyandarkan kepalanya di bahu Ardi lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya, seolah sedang bersembunyi dari Tya yang sedang menatapnya.
" Seneng ya habis berantakin baju " ucap Tya.
Aditya memeluk leher Ardi dan semakin menyembunyikan wajahnya.
Ardi dan Tya pun hanya tersenyum melihat itu.
" Kamu jagain dia dulu Mas. Aku beresin kekacauan karena kenakalan Adit dulu " ucap Tya pada Ardi.
" Iya sayang " jawab Ardi.
" Ayo kita keluar dulu ya sayang " ucap Ardi.
Ardi pergi meninggalkan kamar itu bersama Aditya, sedangkan Tya membereskan pakaian Aditya yang sudah memenuhi lantai.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " ππ
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π