Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
199. Sarapan


__ADS_3

Pagi telah datang dan matahari sudah mulai menerangi bumi. Tya membuka matanya saat mendengar alarm ponselnya berbunyi.


" Hmm sudah subuh " ucap Tya setelah melihat ponselnya.


Tya menyingkirkan tangan Ardi yang berada di atas perutnya lalu bersandar di sandaran tempat tidur.


" Mas bangun "ucap Tya menggoyangkan tubuh Ardi.


" Hmm kenapa sayang " ucap Ardi masih dengan mata terpejam.


" Sudah subuh mas. Ayo bangun " jawab Tya.


Kemudian Ardi pun beranjak duduk. Mereka pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat subuh berjamaah.


Setelah itu Tya merapikan alat sholat dan tempat tidur sedangkan Ardi mengganti bajunya. Ardi mendekati Tya hanya menggunakan boxer dan bertelanjang dada.


" Mas kok gak pake baju sih " ucap Tya.


" Kan mau sarapan dulu " jawab Ardi.


" Ya emang sarapan gak pake baju " ucap Tya bingung.


" Kan sarapan kamu " ucap Ardi tersenyum penuh Ardi.


Tya pun mengerti apa yang dimaksud Ardi.


" Aku harus ke dapur " ucap Tya hendak keluar dari kamar.


" Buat apa kamu ke dapur sayang. Kan sudah ada Bi Ijah " ucap Ardi.

__ADS_1


" Tapi kan gak enak mas kalo di kamar terus " jawab Ardi.


" Sudah gak papa. Kita kan lagi liburan dan ini juga bulan madu kita " ucap Ardi tersenyum.


Kemudian Ardi mendekati Tya dan mengangkat tubuhnya. Ardi membawa Tya ke tempat tidur.


" Ihh mas kok ke tempat tidur lagi sih " ucap Tya.


" Kan mau sarapan sayang " jawab Ardi.


" Sarapan tu di meja makan mas " gerutu Tya.


Ardi hanya tertawa. " Ayolah sayang. Aku sudah gak kuat " ucap Ardi.


" Baiklah " ucap Tya tersenyum.


Tya melingkarkan tangannya di leher Ardi lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah Ardi. Tya mengecup bibir Ardi. Ardi pun tidak tinggal diam, dia membalas ciuman Tya. Tya melepaskan ciuman itu saat mereka sudah hampir kehabisan napas.


Tya hanya menundukkan kepalanya malu karena berani mencium Ardi terlebih dahulu.


" Kita mulai sekarang ya. Aku sudah gak tahan " bisik Ardi.


Wajah Tya langsung bertambah merah saat mendengar itu.


Ardi menarik dagu Tya dan mulai mencium bibirnya kembali. Semakin lama ciuman itu pun semakin dalam. Tangan Ardi juga sudah bergerak melepaskan semua pakaian yang dipakai Tya hingga Tya hanya polos.


Ardi melakukan sentuhan-sentuhan halus di bagian sensitif tubuh Tya hingga membuat Tya mengeluarkan suara *******. Kemudian Ardi pun mulai melakukan penyatuan mereka.


" Terima kasih sayang " ucap Ardi mengecup pucuk kepala Tya setelah mereka melakukannya.

__ADS_1


" Hmm " jawab Tya lalu memeluk Ardi.


Beberapa saat terdengar suara pintu diketuk.


Tok tok tok.


" Tuan nona sarapan sudah siap " terdengar suara Bi Ijah dari luar.


" Iya bi sebentar lagi kami keluar " jawab Ardi.


" Ayo sayang kita mandi lalu sarapan. Kamu pasti lapar kan " ucap Ardi.


" Iya mas " jawab Tya.


Kemudian Ardi pun menggendong Tya ke kamar mandi lalu mereka mandi bersama. Setelah itu mereka pun langsung pergi ke ruang makan untuk sarapan.


" Silahkan tuan dan nona muda " ucap Bi Ijah.


" Makasih bi " ucap Tya tersenyum.


Ardi mengambilkan nasi dan lauk untuk Tya.


" Kamu makan yang banyak ya sayang. Biar kamu dan anak kita kuat " ucap Ardi.


" Segini cukup? Atau mau tambah lagi?" tanya Ardi.


" Cukup mas. Makasih ya " jawab Tya.


Ardi pun tersenyum dan mengusap kepala Tya.

__ADS_1


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😘


Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2