
Saat sampai di depan kampus Tya langsung mengirim pesan pada Angga agar segera menjemputnya kebetulan juga Tya hanya mengikuti satu kelas hari ini. Yeni menemani Tya hingga Angga menjemputnya.
" Dek kamu kembali ke dalam saja " ucap Tya pada Yeni.
"Enggak mba. Aku temenin mba aja disini " jawab Yeni.
Sedangkan Ardi mencoba menghubungi Angga." Halo kak " ucap Ardi saat sambungan telepon itu sudah terhubung.
" Iya tuan muda " jawab Angga di ujung sana.
" Apa Tya sudah menghubungimu?" tanya Ardi.
" Sudah tuan muda " jawab Angga.
" Tolong kakak jaga istriku. Aku akan pulang setelah selesai kuliah nanti " ucap Ardi.
" Baik tuan muda " jawab Angga.
Kemudian Ardi memutuskan sambungan telepom itu. Ardi memilih menuju kelasnya.
Setelah cukup lama menunggu akhirnya Angga pun tiba. Angga turun dari mobil dan menghampiri Tya dan Yeni.
" Pulang sekarang nona muda ?" tanya Angga.
" Iya kak " jawab Tya.
" Dek mba pulang dulu. Makasih ya udah nemenin mba " ucap Tya pada Yeni.
" Iya mba hati-hati ya " jawab Yeni.
Kemudian Yeni membantu Tya menaiki mobil dan Angga menaruh kursi roda Tya ke dalam bagasi. Setelah itu Angga melajukan mobil itu menuju kediaman Keluarga Wicaksono.
__ADS_1
Di dalam mobil Tya hanya terdiam. Angga yang melihat itu tidak berani bertanya. Sesampainya di rumah Tya dibantu Angga turun dari mobil. Angga ingin mengantar Tya sampai dalam rumah tapi Tya melarangnya.
Tya memasuki rumah dan melihat Bu Dewi yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.
" Assalamualaikum " ucap Tya menghampiri Bu Dewi.
" Walaikumsalam " jawab Bu Dewi.
Tya pun mencium tangan Bu Dewi. " Kamu udah pulang sayang " ucap Bu Dewi.
" Iya bu " jawab Tya. " Tya ke kamar dulu ya bu " lanjutnya.
" Iya sayang " jawab Bu Dewi.
Tya pun pergi menuju kamarnya. Tya menaruh tasnya lalu naik ke atas tempat tidur. Tya kembali menangis dengan memeluk guling.
" Kenapa aku begini padahal dulu aku tidak pernah marah jika Bela mendekati Mas Ardi karena Mas Ardi selalu menolaknya. Tapi kenapa sekarang aku rasanya kesal sekali " ucap Tya sambil menangis.
Sedangkan Ardi setelah selesai kuliah dia langsung pulang dan tidak pergi ke kantor. Dia tidak bisa tenang karena Tya marah kepadanya. Ardi melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang.
" Mbok Tya dimana? " tanya Ardi pada Mbok Inem.
" Nona muda berada di kamar. Nona muda belum keluar sejak kembali tadi dan belum makan siang " jawab Mbok Inem.
Ardi pun langsung menyusul Tya ke kamar. Saat Ardi membuka pintu terlihat Tya sedang duduk bersandar sambil memejamkan matanya di tempat tidur. Ardi pub menghampiri Tya setelah meletakkan tasnya. Ardi duduk di tepi tempat tidur.
Tya yang merasa ada pergerakan pada tempat tidur pun membuka matanya.
" Sayang maaf aku membangunkanmu " ucap Ardi.
Tya tidak menjawab. Dia masih merasa kesal pada Ardi.
__ADS_1
" Sayang jangan marah padaku " ucap Ardi.
Tapi Tya tetap tidak menjawab. Tya malah mencoba beranjak pergi dari tempat tidur tapi Ardi memeluknya.
" Mas lepas. Aku ingin sholat dzuhur " ucap Tya.
" Jangan marah lagi padaku baru aku akan melepaskannya " ucap Ardi.
" Sayang aku hanya mencintaimu. Aku tidak pernah tertarik pada perempuan lain lagi selain padamu. Sungguh sayang " lanjutnya.
Tya yang mendengarnya pun menangis. Ardi pun melepaskan pelukannya pada Tya. Ardi membuat posisinya berhadapan dengan Tya.
" Jangan menangis sayang. Aku sudah berusaha menghindari dia. Aku hanya mencintamu. Jangan marah lagi padaku. Aku mohon " bujuk Ardi.
Tya pun menganggukkan kepalanya. Ardi yang melihatnya pun senang.
" Kamu tidak marah lagi?" tanya Ardi.
" Iya mas" jawab Tya.
" Terima kasih sayang " ucap Ardi dan Tya pun tersenyum.
Saat Ardi ingin mencium bibirnya Tya mencegahnya.
" Kenapa sayang?" tanya Ardi.
" Kita sholat dzuhur dulu mas " ucap Tya.
" Baiklah. Tapi setelah itu aku akan memintanya " bisik Ardi.
Tya mendengar itu langsung menelan salivanya. Ardi sepertinya tidak akan membiarkannya bersantai siang itu.
__ADS_1
Setelah itu mereka pun langsung pergi ke kamae mandi untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan solat dzuhur berjamaah.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ