Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
95. Sangat Bahagia


__ADS_3

Mereka menuju yang sudah digelar oleh Angga di halaman belakang dan duduk disana. Mba Rina sudah masuk terlebih dahulu karena Baby Alika sudah mengantuk.


Tya memotong kue itu dan membagikannya ke semua orang. Tya juga memberikannya pada Ardi. Ardi pun memakannya.


" Enak gak?" tanya Tya pada Ardi.


" Enak banget ini " jawab Ardi menghabiskan kuenya.


" Kamu yang buat?" ucap Ardi.


" Iya, dibantu Yeni " jawab Tya tersenyum.


" Ternyata kamu pinter buat kue " ucap Mas Andi.


" Gak juga kok mas. Aku juga baru belajar " jawab Tya.


" Tapi ini beneran enak loh. Kiat Teno aja udah mau abis tiga potong " ucap Mas Andi sambil melirik ke arah Kak Teno yang sedang menghabiskan kue ketiganya.


Teno yang mendengar namanya disebut pun menoleh. Semua pandangan tertuju padanya. Teno menyengir kuda dan mengundang tawa semuanya.


" Terbukti kalo kue buatan kamu enak banget sayang " ucap Ardi dengan santainya. Sedangkan Tya sudah salah tingkah karena Ardi memanggilnya sayang di depan banyak orang. Tya mencubit Ardi mendelikkan matanya memberi kode.


" Bisa-bisanya dia biasa aja panggil aku sayang di depan orang lain " batin Tya.

__ADS_1


" Haduh panas, ada yang bucin-bucinan " ucap Yeni menggoda Tya. Tya mendelik pada Yeni.


" Aku ke dalem rumah aja disini serem " ucap Yeni kemudian beranjak pergi ke dalam sambil tertawa.


" Mas juga ke dalam dulu mau liat Baby Alika" ucap Mas Andi kemudian memasuki rumah.


" Kami juga permisi tuan muda nona " ucap Angga kemudian menarik kakakanya untuk kembali ke paviliun yang mereka tempati meninggal Ardi berdua bersama Tya.


Karena hanya tinggal mereka berdua, Ardi mendekatkan dirinya pada Tya.


" Luruskan kakimu " ucap Ardi. Kaki Tya memang sedang bersila.


Tya pun menurut dan meluruskan kakinya. Setelah Tya meluruskan kaki Ardi menidurkan kepalanya di paha Tya. Tya terkejut dengan sikap Ardi yang tiba-tiba tapi dia tidak menolaknya.


" Usap kepalaku. Aku sangat menyukainya "ucap Ardi membawa tangan Tya ke kepalanya.


Ardi memejamkan matanya menikmati setiap usapan dari tangan Tya di kepalanya.


" Makasih ya " ucap Ardi tiba-tiba.


" Makasih buat apa?" tanya Tya masih mengusap kepala Ardi.


" Makasih untuk kejutannya aku sangat bahagia " jawab Ardi.

__ADS_1


Tya tersenyum. " Aku juga bahagia kalo kamu bahagia karena kamu sumber kebahagiaan aku " ucap Tya.


Ardi mendudukkan dirinya dan menghadap Tya.


" Tapi aku sangat-sangat bahagia kamu hadir di hidup aku, mengisi ruang di hatiku " ucap Ardi tersenyum.


" Makasih buat aku " lanjut Ardi.


" Aku yang harus terima kasih sama kamu. Kamu udah tulus sama aku. Kamu nerima aku apa adanya walaupun kamu tahu keadaan aku kaya gini " ucap Tya sendu.


" Hey aku gak peduli dengan kekurang kamu yang penting kamu terus tetap disampingku. Jadi tolong jangan bicara tentang itu lagi " ucap Ardi menatap Tya.


Air mata Tya tidak dapat tertahan lagi. Tya menangis bahagia bisa dicintai oleh orang setulus Ardi.


" Eh kok nangis ?" ucap Ardi.


Tya tidak menjawab dan langsung memeluk Ardi. Ardi terdiam sebentar karena ini pertama kalinya Tya memeluknya duluan lalu Ardi membalas pelukan Tya.


Ardi melepaskan pelukannya kemudian ditatapnya mata Tya. Mata gadis yang sangat ia cintai.


" Aku mencintaimu " ucap Ardi tulus.


" Aku lebih mencintaimu " jawab Tya tersenyum.

__ADS_1


Ardi mendekatkan wajahnya pada Tya kemudian mencium kening Tya lama. Sedangkan Tya memejamkan matanya meresapi ciuman Ardi di keningnya.


Mohon bantuan vote, like, dan komennya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2