
Di lain tempat, Ardi juga sedang makan malam bersama keluarganya. Ardi sangat senang karena sangat jarang suasana seperti ini.
Setelah selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga.
" Ar" panggil Pak Gunawan.
" Iya yah" jawab Ardi.
" Ayah liat kamu suka sama Tya" ucap Pak Gunawan masih melihat ke arah putranya.
Belum Ardi membuka mulutnya, Mas Andi sudah bertanya terlebih dahulu.
" Ayah sudah tau soal Tya?"tanya Mas Andi.
" Iya, tadi ketemu dia sekolah adikmu, dan ternyata dia itu anak Nadi" jawab Pak Gunawan.
" Apa?? Om Nadi temen lama ayah?" ucap Mas Andi kaget.
" Iyaa, kami bertemu tadi" ucap Pak Gunawan tersenyum.
" Syukur akhirnya ayah bertemu teman lama ayah yang ayah cari"ucap Mas Andi.
" Kamu jadi udah kenal Tya An?" tanya Bu Dewi.
" Udah Bu, Ardi beberapa kali ada cerita" jawab Mas Andi.
" Jadi kayanya dugaan kita bener ni yah, anak kita udah jatuh cinta sama Tya" ucap Bu Dewi sambil melirik anaknya.
__ADS_1
Ardi yang dilirik malah santai.
" Jadi bener Ar kamu sudah jatuh cinta sama Tya?" tanya Pak Gunawan meyakinkan.
" Iya yah semenjak ketemu pertama kali aku udah tertarik sama dia" jawab Ardi.
" Kenapa gak cerita sama Ayah, kamu juga An, kan kita jadi ketinggalan" ucap Pak Gunawan tersenyum.
" Iya bener yah" sambung Bu Dewi.
" Ardi takut Ayah sama Ibu gak mau nerima Tya" ucap Ardi sendu.
" Sekarang ayah tanya sama kamu, kamu bisa nerima dia apa adanya gak?" ucap Pak Gunawan.
" Bisa yah, Ardi sudah yakin bisa nerima apa adanya yah" ucap Ardi.
Ardi sangat senang mendengar ucapan Ayahnya, kekhawatirannya berkurang satu, tinggal bagaimana dia menyatakan perasaannya pada Tya dan berbicara pada ayahnya.
" Makasih yah" ucap Ardi tersenyum.
" Kami bakal selalu dukung kamu " ucap Pak Gunawan.
" Mas kasih dukungan seratus persen deh" ucap Mas Andi yang mengundang tawa semuanya.
" Dia gadis yang cantik dan ibu liat dia juga gadis yang baik" ucap Bu Dewi tersenyum.
"Dia itu gadia yang kuat bu, dia gak pernah mau ngerepotin orang lain" ucap Ardi tersenyum teringat Tya.
__ADS_1
Bayang-bayang Tya selalu hadir di pikiran Ardi meski Ardi sudah berusaha mengusirnya.
" Ah jadi pengen bisa ketemu sama gadis pujaan kamu itu Ar" ucap Mba Rina.
"Besok juga ketemu, ibu undang mereka semua di acara tujuh bulanan kamu besok" ucap Bu Dewi.
" Wah jadi gak sabar aku liat calon adek iparku" ucap Mba Rina melihat ke arah Ardi.
" Masih temen mba" ucap Ardi.
" Loh cepet kamu nyatain perasaan kamu dong" ucap Mas Andi.
" Lagi nunggu waktu yang pas mas"ucap Ardi.
Dia memang sudah memiliki rencana untuk menyatakan perasaannya kepada Tya.
" Ya udah Ayah sama Ibu ke kamar dulu, kalian juga istirahat, kita harus bangun pagi besok" ucap Pak Gunawan lalu beranjak pergi diikuti Bu Dewi.
Mereka pun ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.
Ardi merebahkan tubuhnya di ranjang. Lalu ia membuka ponselnya yang berisi foto Tya. Dia mendapatkan foto dia saat mereka bersama dan itu tanpa Tya sadari.
" Tya, kamu harus jadi milikku" gumam Ardi tersenyum.
Lalu dia meletakkan ponselnya di nakas dan beranjak tidur.
Mohon bantuan likenya ya๐ Terima kasih๐๐
__ADS_1