
Ardi mengantarkan Tya sampai kelasnya. Setelah itu dia pun pergi menuju kelasnya sendiri. Tya merasa senang akhirnya kembali lagi ke kelas itu setelah sekitar dua bulan kuliah di rumah.
Tak lama seorang dosen pum masuk ke kelas itu dan pelajaran akan segera dimulai. Tya memperhatikan dengan baik saat seorang dosen itu sedang menyampaikan materi.
" Baiklah untuk hari ini saya cukupkan. Selamat siang " ucap dosen tersebut lalu pergi keluar dari kelas.
" Siang pak " jawab para mahasiswa.
Setelah itu mereka semua keluar dari kelas begitu pun dengan Tya. Tya akan menunggu Ardi di depan kelas. Tak lama terlihat Ardi berjalan menghampirinya.
" Maaf lama sayang " ucap Ardi.
" Gak kok mas " ucap Tya tersenyum.
" Kita ke kantin ya sayang. Aku sudah lapar " Ucap Ardi.
" Iya mas " jawab Tya.
Ardi pun mendorong kursi roda Tya menuju kantin yang ada di kampus mereka. Ardi membawa Tya ke sebuah meja yang ada di sana.
" Kalian sudah di sini ternyata " ucap Yeni yang baru datang dan langsung duduk bergabung dengan mereka.
" Kamu baru keluar kelas dek?" tanya Tya pada Yeni.
" Iya mba " jawab Yeni.
Kemudian mereka pun memesan makanan pada penjaga kantin karena perut mereka sudah lapar. Tak perlu menunggu lama pesanan mereka pun datang. Mereka pun langsung memakannya.
Terlihat Leon memasuki kantin bersama dengan Risky dan Dareen. Mereka duduk di meja tak jauh dari Ardi dan Tya. Tya melihat Yeni yang tidak menghiraukan keberadaan Leon.
" Dek kamu kok kaya gak peduli sama keberadaan Leon? Kalian lagi ada masalah?" tanya Tya.
" Enggak kok mba " jawab Yeni.
" Itu Leon kayanya lagi sakit mukanya pucet gitu " ucap Tya.
__ADS_1
Yeni pun menoleh ke arah Leon dan terlihat memamg wajah Leon sedikit pucat.
" Coba lo tanyain dia Yen. Kasian kali dia di sini sendirian kalo beneran sakit gak ada yang rawat " ucap Ardi pada Yeni.
Yeni hanya diam dan terus memperhatikan Leon yang terlihat tidak nafsu memakan makanannya. Sedangkan Ardi dan Tya melanjutkan memakan makanan mereka.
Saat mereka sedang asik makan Bela datang menghampiri mereka.
" Ardi kenapa sih kamu bawa dia ke kampus lagi kan kita gak bisa berduaan " ucap Bela bergelayut pada tangan Ardi.
Ardi pun langsung melepaskan tangan Bela dan menjauh darinya.
" Apaan sih lo " ucap Ardi.
" Si ulet keket dateng lagi " ucap Yeni.
" Apa lo bilang hah ?" ucap Bela pada Yeni.
Yeni tidak menjawab dia pura-pura tidak mendengar ucapan Bela.
" Ardi lihat dia bilang aku ulet keket " ucap Bela kembali mendekati Ardi.
" Cukup Bela. Aku sudah tidak tahan lagi. Kenapa kamu selalu menggoda suamiku ha? Aku sudah cukup sabar selama ini tapi sekarang tidak lagi. Jangan pernah menganggu suamiku lagi " ucap Tya dengan suara tinggi karena emosi.
Ardi dan Yeni serta Leon dan teman-temannya terkejut mendengar Tya yang sedang marah.Tya tidak pernah seperti itu sebelumnya.
" Kenapa Tya berubah jadi galak gini?" batin Ardi.
" Lo gak berhak ngelarang gue " ucap Bela.
" Jelas aku berhak. Mas Ardi adalah suamiku dan aku adalah istrinya. Mas Ardi juga ayah dari bayi yang aku kandung. Sedangkan kamu hanya perempuan yang suka sekali menggoda suami orang " jawab Tya.
" Hey jaga ucapan lo ya " ucap Bela hendak menampar Tya tapi tangannya dipegang oleh Ardi.
" Jangan pernah menyetuh istri gue dengan tangan kotor lo ini " ucap Ardi melepas tangan Bela.
__ADS_1
" Ardi " ucap Bela.
" Sekarang mending lo pergi dari sini dan jangan ganggu rumah tangga Ardi dan Mba Tya lagi " usir Yeni.
" Awas ya kalian dan lo Tya gue bakal pastiin Ardi jadi milik gue " ucap Bela menunjuk Tya.
" Aku tidak akan membiarkan itu " jawab Tya.
Kemudian Bela pun pergi dari kantin dengan marah. Sedangkan Ardi mencoba menenangkan Tya.
" Sudah sayang. Kasian anak kita " ucap Ardi.
" Kamu suka kan mas digodain sama dia terus " ucap Tya hendak menangis.
" Enggak sayang. Aku udah berusaha hindari dia " jawab Ardi.
" Kamu bohong. Buktinya dia terus deketin kamu. Jangan-jangan selama aku gak ke kampus kamu sering sama dia. Kamu jahat mas " ucap Tya menangis
" Enggak sayang. Aku... " belum sempat Ardi melanjutkan kata-katanya sudah dipotong Tya.
" Sudahlah aku ingin pulang " ucap Tya.
" Dek antar aku ke depan " lanjut Tya pada Yeni.
" Aku antar pulang " ucap Ardi.
" Tidak. Aku akan pulang bersama Kak Angga " jawab Tya.
" Ayo dek" ucap Tya.
" Iya mba " jawab Yeni.
Yeni pun berdiri dari duduknya lalu mendorong kursi roda Tya meninggalkan Ardi. Ardi yang menyusulnya dicegah oleh Yeni.
" Biar mba Tya tenang dulu " ucap Yeni.
__ADS_1
Kemudian Yeni pun melanjutkan mendorong kursi roda Tya dan membawanya keluar kampus.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya ππ