
Keesokan paginya, Ardi sedang membantu Tya membersihkan diri. Tya memaksa untuk membersihkan diri karena merasa badannya tidak nyaman.
" Aku bisa sendiri mas " ucap Tya saat Ardi hendak membantunya menyisir rambut.
" Ya sudah kalo gitu aku mandi dulu ya " ucap Ardi.
" Iya mas " jawab Tya.
Ardi pun mengambil handuk dan baju ganti yang ibunya kirimkan kemarin lalu pergi ke kamar mandi yang ada di ruang perawatan itu.
Beberapa saat kemudian terdengar suara pintu terbuka.
Ceklek.
Terlihat Pak Gunawan dan Bu Dewi disana.
" Assalamualaikum " ucap Pak Gunawan dan Bu Dewi.
" Walaikumsalam " jawab Tya tersenyum.
Pak Gunawan dan Bu Dewi pun mendekati Tya yang sudah mulai bisa duduk walau harus bersandar. Tak lupa Tya mencium tangan kedua mertuanya tersebut.
" Dimana Ardi sayang?" tanya Bu Dewi pada Tya.
" Mas Ardi sedang mandi bu " jawab Tya.
" Kamu belum makan ya " ucap Bu Dewi saat melihat makanan di atas nakas.
" Belum bu " jawab Tya.
" Ayo sekarang makan. Ibu suapi " ucap Bu Dewi.
__ADS_1
" Eh gak usah bu. Tya bisa sendiri " tolak Tya tidak enak.
Bu Dewi pun meletakkan rantang wadah makanan yang ia bawa untuk Ardi lalu mengambil makanan Tya dan menyuapinya.
" Tidak ada penolakan. Ibu akan menyuapi kamu " ucap Dewi.
Tya pun akhirnya menurut dan makan dengan disuapi oleh Bu Dewi. Sedangkan Pak Gunawan mendudukkan tubuhnya di sofa yang ada di ruang itu.
Tak berapa lama Ardi keluar dari kamar mandi. Ia tekejut saat melihat ayah dan ibunya sudah berada disana.
" Loh ayah ibu " ucap Ardi lalu mencium tangan kedua orang tuanya.
" Ayah dan ibu kapan datang?" tanya Ardi.
" Belum lama. Ibumu terus merengek untuk segera ke rumah sakit " jawab Pak Gunawan.
" Kan ibu mau lihat cucu ibu dan melihat keadaan menantu ibu " sambung Bu Dewi.
" Ardi cepat sarapan. Ibu bawakan makanan buat kamu" lanjut Bu Dewi.
Ardi pun mulai memakan makanan yang dibawa oleh Bu Dewi. Sedangkan Bu Dewi terus menyuapi Tya hingga makanannya habis. Setelah itu Bu Dewi membantu Tya meminum obatnya.
" Terima kasih bu " ucap Tya setelah meminum obatnya.
" Iya sayang " jawab Bu Dewi mengusap pipi Tya.
Tok tok tok.
Terdengar suara pintu diketuk.
" Permisi tuan nyonya. Boleh kami masuk" ucap dokter Sinta di balik pintu.
__ADS_1
" Silakan dokter " jawab Pak Gunawan.
Dokter Sinta pun masuk bersama seorang suster serta putra mereka.
" Selamat pagi tuan nyonya. Kami kemari ingin mengantarkan cucu anda pada ibunya " ucap dokter Sinta.
Tya yang melihat itu pun sangat senang. " Itu anak saya dok?" ucap Tya.
" Iya nona " jawab dokter Sinta.
Dokter Sinta pun memberikan bayi yang masih merah itu pada Tya. Tya mencoba menggendongnya dengan hati-hati. Tya menciumi sang putra dengan penuh cinta. Ia tidak bisa menahan air mata bahagia setelah melihat bayi yang ia kandung sudah berada di hadapannya dan ia sudah menjadi ibu.
" Anak bunda " ucap Tya mencium putranya lagi.
Semua yang melihat itu pun ikut merasakan kebahagiaan Tya. Ardi pun mendekati Tya dan putra mereka. Ia mencium puncak kepala Tya.
" Terima kasih sayang. Putra kita sangat tampan " ucap Ardi.
" Iya mas " jawab Tya tersenyum.
Tya pun kembali melihat wajah putranya yang menurutnya sangat mirip dengan Ardi.
" Dia mirip kamu mas " ucap Tya tersenyum.
" Kamu benar sayang. Dia benar -benar mirip Ardi saat bayi. Iya kan bu " sambung Pak Gunawan.
" Iya yah " ucap Bu Dewi tersenyum.
Semua orang tersebut merasa bahagia atas kelahiran putra pertama Ardi dan Tya yang tidak terduga dan cukup mengkhawatirkan.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya ππ Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π