Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
113. Rencana Untuk Bekerja


__ADS_3

Para laki-laki serta Bu Dewi menyusul ke ruang keluarga. Mereka melihat Tya dan Mba Rina yang sedang tertawa.


" Seru banget sih ngobrolin apa?" tanya Mas Andi duduk disamping istrinya. Begitu juga Ardi. Sedangkan Pak Gunawan dan Bu Dewi menghampiri cucu mereka yang sedang asik memakan coklat.


" Gak ngobrolin apa-apa kok mas " jawab Mba Rina.


Ardi yang melihat wajah istrinya memerah pun bertanya.


" Sayang muka kamu kenapa merah ?" tanya Ardi.


" Nggak papa kok mas " jawab Tya cepat.


Mba Rina hanya tersenyum mendengar pembicaraan Ardi dan Tya.


" Ardi Tya " panggil Pak Gunawan.


" Iya yah " jawab Ardi.


" Kalian gak mau bulan madu?" tanya Pak Gunawan.


" Tya terserah Mas Ardi yah. Tapi kan sebentar lagi kami akan kuliah, kami harus mempersiapkan segala sesuatunya. Jadi mungkin di rumah aja gak perlu bulan madu " jawab Tya.


" Iya yah. Ardi bakal bawa Tya bulan madu tapi mungkin bukan sekarang " sambung Ardi.


" Baiklah, terserah kalian saja " ucap Pak Gunawan.


Kemudian Ardi pun kepikiran untuk bekerja. Dia sudah menjadi suami dan harus menafkahi istrinya. Walaupun keluarganya sangat kaya tapi dia tidak mau meminta lagi pada orang tuanya.

__ADS_1


" Ayah, Ardi ingin bekerja membantu ayah di kantor " ucap Ardi pada ayahnya.


" Serius kamu ingin bekerja membantu ayah?" tanya Pak Gunawan memastikan.


"Iya yah. Ardi sekarang sudah punya istri. Ardi punya tanggung jawab untuk menafkahinya. Ardi ingin memberikan nafkah dari hasil kerja keras Ardi sendiri " jawab Ardi.


Pak Gunawan tersenyum mendengar jawaban putranya.


" Mulai besok kamu bisa kerja. Tapi ayah akan menempatkanmu hanya karyawan biasa. Sampai kamu bisa menujukkan kemampuanmu pada ayah dan bisa menggantikan ayah nanti " ucap Pak Gunawan.


" Iya yah " jawab Ardi senang.


" Tapi sayang, kamu akan kuliah apa itu gak akan mengganggumu " ucap Bu Dewi.


" Insya Allah nggak bu. Ardi akan bekerja setelah kuliah " jawab Ardi.


" Iya bu " jawab Ardi tersenyum.


Terdengar suara azan Isya berkumandang, mereka pun pergi ke kamar masing-masing untuk melaksanakan sholat Isya.


Setelah sholat Isya Ardi dan Tya naik ke atas tempat tidur. Ardi menyandarkan tubuhnya di ranjang tempat tidurnya dengan memeluk Tya. Sedangkan Tya menaruh kepalanya di dada bidang Ardi. Sambil memainkan jarinya disana.


" Mas " panggil Tya.


" Iya sayang " jawab Ardi.


" Kamu beneran mau kerja?" tanya Tya.

__ADS_1


" Iya sayang. Aku kan punya tanggung jawab buat kasih nafkah kamu. Jadi aku harus kerja " jawab Ardi.


" Makasih ya " ucap Tya.


" Makasih buat apa?" tanya Ardi.


" Kamu udah jadi suami yang baik buat aku " jawab Tya.


" Sudah harusnya begitu " ucap Ardi kemudian mencium puncak kepala Tya.


" Sayang " panggil Ardi.


" Iya mas?" jawab Tya.


" Apa masih sakit ?" tanya Ardi sambil menujuk bagian bawah Tya.


" Nggak " jawab Tya.


Ardi pun mendudukkan dirinya dan membawa Tya berhadapan dengannya.


" Jadi boleh aku memintanya lagi malam ini?" tanya Ardi.


Tya langsung menundukkan kepalanya karena malu. Tapi dia menganggukkan kepalanya. Setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya Ardi menjadi bersemangat.


Ardi memegang dagu Tya dan mengangkat wajahnya kemudian mencium bibirnya dengan lembut. Semakin lama ciuman itu pun menjadi panas.


Ardi mencoba membuka piyama yang digunakan Tya sampai tidak tersisa sehelai benang pun. Terjadilah pergulatan panas antara mereka.

__ADS_1


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya terus ya 😊😘


__ADS_2