
Ardi menarik tubuh Tya lalu memeluknya dari belakang. Ia menciumi leher dan tengkuk Tya hingga mencetak tanda kepemilikan.
" Mas jangan kek gini ah " ucap Tya berusaha agar tidak mengeluarkan suara *******.
" Kali aja sayang " ucap Ardi.
" Tapi nanti malah kamu yang susah lo " ucap Tya.
Ardi tidak menghiraukan ucapan Tya. Dia malah terus membuat tanda kepemilikan di leher Tya. Bahkan Tya sampai tidak sadar bahwa botol pumpingnya sudah penuh karena begitu menikmati sentuhan Ardi yang sekitar dua minggu itu tidak didapatkannya.
Beberapa saat kemudian terdengar suara ponsel Tya mengagetkan mereka.
" Siapa sih ganggu aja " gerutu Ardi.
Tya melepaskan alat pumpingnya lalu mengambil ponselnya di atas nakas.
" Siapa sayang?" tanya Ardi.
" Yeni mas" jawab Tya.
" Ada apa Yeni telpon kamu?"ucap Ardi.
" Gak tahu. Makanya aku mau angkat dulu. Kamu lepasin ih ini " ucap Tya.
" Gak mau " jawab Ardi mempererat pelukannya.
Tya pun membiarkannya lalu mengangkat panggilan telepon dari Yeni.
" Halo mba " ucap Yeni di seberang sana.
" Iya deh. Ada apa?" ucap Tya.
" Mba, aku hamil " jawab Yeni dengan nada yang sangat bahagia.
" Wah beneran dek?" tanya Tya meyakinkan.
__ADS_1
" Iya mba. Tadi pagi aku coba tes pake tespeck terus hasilnya garis dua positif. Setelah itu aku sama Mas Leon ke dokter dan aku beneran hamil sudah dua bulan " jawab Yeni.
" Alhamdulillah. Selamat ya deh aaaahhh " ucap Tya tiba-tiba mendesah karena Ardi meremas kedua buah dadanya.
" Iya mba. Ngomong-ngomong mba lagi ngapain sih " ucap Yeni.
" Aaahhh enggak. Mba tutup dulu ya " ucap Tya mematikan sambungan telepon itu.
Tya tidak bisa mengendalikan suara desahannya lagi karena Ardi semakin gencar memainkan kedua buah dadanya.
" Mass ahh. Kamu sengaja ya "ucap Tya.
" Enggak sayang " jawab Ardi.
" Berhenti ah mas sudah. Lihat nih asi aku kemana-mana " ucap Tya saat bajunya basah karena ulah Ardi.
" Maaf sayang " ucap Ardi.
" Ada apa Yeni telepon kamu?" tanya Ardi.
" Gercep juga nih Leon. Aku juga gak sabar buat kamu hamil lagi " ucap Ardi.
Tya yang mendengarnya pun terkejut. " Kamu ini ya mas. Aku baru melahirkan dan kamu bilang mau buat aku hamil lagi " ucap Tya kesal lalu mencubit tangan Ardi.
" Aw gak papa dong sayang " jawab Ardi.
" Kamu hamil aja sendiri "ucap Tya melepaskan pelukan Ardi.
Tya turun dari tempat tidur dan pergi mengganti bajunya basah karena asi. Begitu juga dengan Ardi dia bersiap untuk pergi bekerja.
" Aku berangkat kerja dulu ya sayang " pamit Ardi lalu mengecup puncak kepala Tya.
" Iya mas. Kamu hati-hati. Semangat kerjanya " ucap Tya mencium tangan Ardi.
" Iya sayang " jawab Ardi.
__ADS_1
Kemudian Ardi pun langsung berangkat bekerja.
Tya pergi ke kamar Aditya untuk melihat keadaannya. Ternyata Aditya terbangun.
" Aduh anak bunda pinter banget ya bangun tapi gak nangis " ucap Tya lalu mengambil Aditya dari box bayinya.
" Aditya haus ya. Kita ***** yuk " lanjutnya.
Tya pun menuju tempat tidur lalu menyusui Aditya.
Tak lama terlihat pintu terbuka. Bu Dewi menghampiri Tya.
" Ibu baru pulang?" tanya Tya lalu mencium tangan Bu Dewi.
" Iya sayang. Setelah membersihkan diri ibu langsung ke sini. Kangen banget sama cucu ibu " jawab Bu Dewi.
" Aditya sudah tidur siang sayang?" tanya Bu Dewi.
" Sudah bu. Ini baru bangun " jawab Tya.
" Gak rewel kan selama ibu tinggal " ucap Bu Dewi.
" Enggak kok bu. Aditya pinter "jawab Tya.
" Oh iya bu. Yeni tadi ngabarin kalo dia lagi hamil " ucap Tya memberitahu Bu Dewi.
" Alhamdulillah berita bahagia ini. Aditya bakal punya temen nih " ucap Bu Dewi.
" Iya bu " jawab Tya.
Bu Dewi pun mengambil alih Aditya setelah menyusu dan menyuruh Tya untuk istirahat.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya π Terima kasih ππ Tetap dukung saya ya π
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Pria Kulkasku " ππ
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05π