Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
156. Piknik


__ADS_3

Setelah Ayah Nadi dan Bu Sari pergi mereka pun memasuki rumah. Tya masih merasa sedih karena harus berpisah dengan kedua orang tuanya.


" Ayah ibu Tya ke kamar dulu " ucap Tya pada kedua mertuanya.


" Iya sayang. Ardi kamu antar dan temani istrimu " ucap Bu Dewi.


" Iya bu " jawab Ardi.


Ardi pun mendorong kursi roda Tya menuju kamar mereka. Sesampainya di kamar Tya naik ke tempat tidur. Terlihat sekali dia masih bersedih. Ardi pun mendekatinya.


" Sayang udah dong jangan sedih. Nanti kita ke Surabaya kalo kandungan kamu udah kuat " ucap Ardi mencoba menghibur Tya.


" Iya mas " jawab Tya.


Ardi pun mencari ide agar Tya tidak bersedih lagi. Dia ingin mengajak untuk piknik di taman dekat kompleks perumahab mereka. Karena sejak kehamilan Tya Ardi tidak pernah membawa Tya keluar rumah kecuali ke rumah sakit.


" Sayang kita kan lama gak keluar bareng. Gimana kalau hari ini kita piknik " ucap Ardi pada Tya.


" Piknik mas?" ucap Tya.


" Iya sayang " jawab Ardi.


" Piknik dimana mas ?" tanya Tya pada Ardi.


" Di taman dekat kompleks. Kita bisa ajak Yeni dan Leon juga supaya mereka menjadi lebih dekat. Kamu mau gak?" jawab Ardi.


" Mau mas " ucap Tya tersenyum.


" Ya sudah sekarang kamu telepon Yeni " ucap Ardi.


" Iya mas "jawab Tya.


Tya pun mengambil ponselnya yang berada di nakas. Kemudian dia mencari nomor Yeni dan meneleponnya. Tak butuh waktu lama Yeni pun mengangkat telepon dari Tya.


" Halo Assalamualaikum " ucap Tya.


" Walaikumsalam " jawab Yeni di sebrang telepon.

__ADS_1


" Kamu hari ini sibuk gak dek?" tanya Tya pada Yeni.


" Enggak mba. Kenapa?" jawab Yeni.


" Mba sama Ardi mau piknik. Kamu ikut ya. Ajak Leon juga " ucap Yeni.


" Ikut mba. Kebetulan aku sama Leon ini " ucap Yeni.


" Setengah jam lagi ya dek. Di taman dekat kompleks rumah kita. Kita ketemu disana " ucap Tya pada Yeni.


" Oke mba. Kita otw ke sana " jawab Yeni.


" Mba tutup dulu. Assalamualaikum " ucap Tya.


" Walaikumsalam " jawab Yeni.


Setelah itu sambungan telepon itu pun terputus.


" Gimana sayang ?" tanya Ardi pada Tya.


" Yeni mau mas " jawab Ardi.


" Iya mas " jawab Tya.


Tya pun bersiap-siap sedangkan Ardi keluar untuk menemui Mbok Inem. Tak lama Ardi kembali ke kamar dan bersiap-siap. Setelah semua siap mereka pun keluar dari kamar dan berpamitan pada Pak Gunawan dan Bu Dewi.


Setelah berpamitan mereka pun berangkat menggunakan mobil.


" Mas kita ke mini market dulu ya. Aku ingin beli beberapa cemilan " ucap Tya pada Ardi.


" Iya sayang " jawab Ardi.


Kemudian Ardi pun membelokkan mobilnya ke sebuah mini market.


" Kamu tunggu disini. Biar aku aja yang beli ke dalam " ucap Ardi.


" Iya mas " jawab Tya.

__ADS_1


Kemudian Ardi pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam mini market. Tak lama Ardi kembali membawa dua kantong plastik yang berisi cemilan dan minuman. Ardi pun menaruhnya di kursi belakang.


Setelah itu Ardi kembali menyalakan mobilnya dan melajukannya ke taman. Sesampainya di taman mereka pun turun dengan membawa cemilan dan minuman serta beberapa makanan yang mereka bawa dari rumah.


Terlihat Yeni dan Leon sudah sampai terlebih dahulu.


" Maaf ya kita telat " ucap Ardi pada mereka.


" Gak papa kok " jawab Yeni.


Kemudian Yeni pun mendekati Tya dan memeluknya. Karena mereka tidak bertemu selama satu minggu karena Yeni yang sibuk dengan tugas kuliahnya dan Tya yang belum diizinkan Ardi untuk keluar rumah jika tidak dengannya.


Ardi menggelar tikar di taman tersebut. Lalu mereka pun duduk di ataa tikar sambil menikmati beberapa cemilan dan sesekali bercanda.


" Bagaimana keadaan kadungan mba dan calon ponakan aku ?" tanya Yeni pada Tya.


" Dia baik dan sangat sehat " jawab Tya tersenyum.


" Wah. Sehat-sehat terus ya sampai kamu lahir " ucap Yeni mengelus lembut perut Tya.


" Iya tante " jawab Tya dan mereka pun tertawa.


" Oh iya. Gimana hubungan kalian?" tanya Ardi pada Yeni dan Leon.


Yeni dan Leon pun saling berpandangan. " Kami baik-baik saja " jawab Leon.


" Bagus lah. Cepat lah kalian menikah jika benar-benar serius. Kuliah juga kan masih bisa setelah menikah seperti kami " ucap Ardi.


" Lagian setelah menikah kan lebih enak. Kalian bisa melakukan apa saja berdua. Seperti kita kan sayang ?" lanjut Ardi mencium pucuk kepala Tya.


Yeni yang mendengarnya pun mencebikkan bibirnya. Sedangkan Leon hanya memasang wajah datarnya.


" Hey kalian tidak usah membuatku iri ya " ucap Yeni kesal.


Tapi ucapan Yeni malah mengundang tawa bagi Ard dan Tya. Yeni yang ditertawakan pun menjadi bertambah kesal.


Mereka pun menikmati piknik itu dengan mengobrol dan memakan cemilan. Hingga hari menjelang sore mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih πŸ˜ŠπŸ™ Tetap dukung saya ya 😊😘


__ADS_2