
Setelah sampai di parkiran, Ardi membawa Tya ke motor Yeni. Dia mendudukan Tya.
Tya yang melihat Ardi berkeringat pun merasa tak enak hati.
" Ardi, aku berat ya, maaf ya ngerepotin kamu " ucap Tya dengan suara sedihnya. Dia mengelap keringat Ardi dengan sapu tangannya.
" Nggak kok, kamu gak berat. Lagian kan badan aku gede ya pasti kuat lah kalo gendong kamu mah" ucap Ardi supaya Tya tidak merasa bersalah. Dan memang benar badan Ardi yang besar dan juga tinggi.
" Kita langsung pulang mba" ucap Yeni yang sudah sampai bersama Aska.
"Iya dek" jawab Tya.
" Kita duluan ya " pamit Yeni pada Aska dan Ardi dan mereka mengangguk.
Yeni pun melajukan motor bersama Tya menuji ke rumah Tya. Sedangkan Ardi dan Aska menuju ke rumah mereka masing-masing.
Sesampainya di rumah Tya dan Yeni tidak langsung ke kamar mereka duduk dulu di ruang keluarga.
Tak lama Ayah Nadi, Bu Sari dan Khaya keluar mereka hendak pergi keluar luar kota mengantar serta menghadiri pemberian nama anak kakak Yeni.
" Loh mau kemana kok udah rapi?" tanya Tya.
" Maaf ya kak, ibu lupa ngasih tau kamu kalo mau keluar kota, Yeni pasti dah bilang kan, tadinya ibu tidak ikut tapi Yeni meyakinkan ibu kalo dia bakal jagain kamu, gak papa kan kamu di rumah sama Yeni" ucap Bu Sari khawatir.
" Gak papa bu, Ibu Ayah tenang aja" ucao Tya meyakinkan ibu nya.
" Salam ya bu, buat paman bibi, kak Heni dan suaminya" ucap Tya.
" Iya sayang" jawab Bu Sari.
" Ya udah ayo berangkat, kalian baik-baik di rumah, Yeni titip Tya ya" ucap Ayah Nadi.
__ADS_1
" Oke paman" ucap Yeni sambil homat kepada Ayah Nadi.
Ayah Nadi, Bu Sari serta Khaya sudah meninggalkan rumah. Tya dan Yeni pun ke kamar Tya untuk membersihkan diri. Setelah itu mereka sholat ashar berjamaah.
" Mba, aku lapar nih, mba mau makan sekalian gak" tanya Yeni yang sudah merasa perutnya minta diisi.
" Boleh deh, kita makan di sini aja ya" jawab Tya.
" Oke deh" ucap Yeni sambil mengacungkan jempolnya.
Kemudian Yeni melangkah ke dapur untuk mengambil makanan karena Bu Sari sudah menyiapkannya tadi.
Mereka pun makan di kamar Tya. Setelah selesai makan Yeni membawa piring kotor ke dapur dan mencucinya.
Setelah itu, Yeni dan Tya bersiap melaksanakan sholat magrib. Setelah sholat magrib mereka mengaji sebentar dan dilanjut sholat isya.
Yeni pergi ke dapur untuk mengambil cemilan dan minuman karena mereka akan menonton drakor di kamar.
" Mba mau film yang mana?" tanya Yeni sambil memilih pada laptopnya.
Mereka asik nonton berdua, ketika ada adegan lucu mereka tertawa bersama, ketika ada adegan sedih mereka menangis bersama sampai film itu habis.
Terdengar ponsel Tya berbunyi.
Drt drt.
" Siapa mba?" tanya Yeni.
" Ardi" jawab Tya.
" Ya udah angkat aja" ucap Yeni.
__ADS_1
Tya pun menjawab telpon Ardi.
" Halo, Assalamualaikum" ucap Ardi dari ujung sana.
" Walaikumsalam" jawab Tya.
" Belum tidur?" tanya Ardi.
" Belum" ucap Tya.
" Dirumah sama siapa?" tanya Ardi supaya bisa mengobrol lebih lama dengan Tya. Karena dia juga sudah tau Tya bersama Yeni dari Lisa.
" Sama Yeni" jawab Tya.
" Besok berangkat sama siapa?" tanya Ardi lagi.
" Ya sama Yeni" ucap Tya.
" Aku jemput yaa, plis jangan nolak" ucap Ardi dengan nada memelasnya.
Tya pun bingung , dia bertanya pada Yeni. " Ardo mau jemput besok" ucap Tya sambil menjauhkan ponselmya supaya Ardi tidak mendengar.
" Jawab aja iya gitu" ucap Yeni.
Lalu Tya mendekatkan kembali ponselnya.
" Iya deh, tapi itu gak ngerepotin kamu" ucap Tya.
" Nggak kok, aku malah seneng" jawab Ardi langsung tersenyum senang walau tak bisa terlihat oleh Tya.
" Ya udah udah malam, aku tutup ya, Assalamualaikum" ucap Tya.
__ADS_1
" Walaikumsalam" jawab Ardi. Lalu panggilan tersebut pun mati.
Ardi pun sangat senang, dia loncat-loncat di atas kasur saking senangnya.