Cinta Si Gadis Lumpuh

Cinta Si Gadis Lumpuh
147. Periksa Kandungan


__ADS_3

Hari pun beranjak siang. Keadaan Tya sudah baik-baik saja. Mereka sedang bersiap-siap ke rumah sakit untuk menemui dokter Sinta dan memeriksakan kandungan Tya.


" Sudah siap sayang?" tanya Ardi pada Tya yang berada di depan meja riasnya.


" Sudah mas " jawab Tya tersenyum.


" Baiklah kita berangkat sekarang " ucap Ardi lalu mendorong kursi roda Tya.


Mereka keluar dari kamar dan menuju ruang keluarga untuk berpamitan dengan Pak Gunawan dan Bu Dewi. Karena hari ini adalah weekend jadi Pak Gunawan berada di rumah.


" Kalian sudah mau berangkat ke rumah sakit ?" tanya Bu Dewi saat melihat Ardi dan Tya.


" Iya bu " jawab Ardi.


" Perlu ibu temani?" ucap Bu Dewi pada Ardi dan Tya.


" Tidak perlu bu. Ibu di rumah saja bersama ayah " jawab Ardi.


" Baiklah " ucap Bu Dewi.


" Semoga kondisimu dan calon bayi kalian baik-baik saja " ucap Bu Dewi memegang pipi kanan Tya.


" Iya bu " jawab Tya tersenyum.


" Kalian hati-hati " ucap Pak Gunawan.


" Baik yah " jawab Ardi.


" Kami berangkat dulu " ucap Ardi mencium tangan kedua orang tuanya dan diikuti oleh Tya.


" Assalamualaikum " ucap Ardi dan Tya bersamaan.


" Walaikumsalam " jawab Pak Gunawan dan Bu Dewi.


Kemudian Ardi pun mendorong kursi roda Tya menuju ke mobil yang sudah disiapkannya. Ardi membantu Tya memasuki mobil dengan hati-hati. Setelah itu Ardi menaruh kursi roda Tya di bagasi lalu memasuki mobil dan duduk di kursi kemudi.

__ADS_1


Ardi pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit dimana dokter Diki bekerja. Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit mereka pun sampai di rumah sakit tersebut.


Ardi memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit. Kemudian dia membantu Tya turun dan membawanya ke kursi roda. Setelah itu mereka langsung pergi memasuki rumah sakit. Karena memang sudah memiliki janji mereka pun langsung menuju ruangan dokter Sinta.


Saat sudah berada di dekat ruangan dokter Sinta, Tya melihat Bela baru saja keluar dari sana.


" Itu bukannya Bela? Ngapain dia disini? " batin Tya.


Terlihat Bela langsung pergi dan tidak menyadari keberadaan Tya dan Ardi.


" Ayo sayang kita masuk " ucap Ardi pada Tya.


" Iya mas " jawab Tya.


Ardi dan Tya pun memasuki ruangan dokter Sinta. Mereka pun di sambut ramah oleh dokter Sinta.


" Selamat siang tuan dan nona muda " ucap dokter Sinta tersenyum ramah.


" Siang dok " jawab Tya.


Kemudian Ardi pun duduk di sebelah Tya.


" Dokter Diki sudah memberitahukan pada saya tujuan tuan dan nona muda kemari. Sebelumnya selamat atas kehamilan pertama anda nona muda " ucap dokter Sinta.


" Terima kasih dok " ucap Tya tersenyum.


Dokter Sinta pun membalasnya dengan senyuman. " Apakah ada keluhan yang anda rasakan pada kehamilan anda ini?" tanya dokter Sinta pada Tya.


" Saya merasa mual dok khususnya pada pagi hari dan kepala saya terasa sakit sekali. Tetapi saat hari sudah beranjak siang seperti ini semua itu hilang dan saya merasa baik-baik saja " jawab Tya.


" Apa, itu tidak papa dok ?" sambung Ardi.


" Itu wajar dialami oleh ibu hamil pada trimester pertama dan disebut morning sickness. Itu akan berakhir pada usia kandungan diatas tiga bulan " jawab dokter Sinta.


" Apa saya bisa melihat calon bayi kami dok?" tanya Ardi antusias.

__ADS_1


" Bisa tuan muda. Mari " jawab dokter Sinta.


Ardi membantu Tya menaiki brankar. Dokter Sinta mengoleskan gel pada perut Tya lalu mulai menggerakkan alat di atas perut Tya.


" Lihat yang seperti biji kacang ini adalah calon bayi anda tuan muda. Detak jantungnya juga sudah bisa didengar " ucap dokter Sinta.


Perasaan haru dan bahagia pun menerpa Ardi dan Tya. Ardi pun memberikan beberapa ciuman di wajah Tya. Tya pun tak bisa menahan air mata bahagianya.


Setelah selesai mereka pun duduk kembali.


" Bagaimana keadaan istri saya dan calon anak kami dok ?" tanya Ardi pada dokter Sinta.


" Keadaan nona muda dan calon bayinya sangat sehat. Usia kadungannya sudah memasuki delapan minggu " jawab dokter Sinta.


Ardi dan Tya pun sangat antusias bertanya apa saja yang boleh dan tidak boleh di makan dan dilakukan oleh ibu hamil pada dokter Sinta.


" Oh iya dok tentang hubungan suami istri apa boleh dilakukan ?" tanya Ardi.


Tya yang mendengarnya langsung mencubit paha Ardi tapi Ardi tidak memperdulikannya. Dia sangat malu pada dokter Sinta.


Dokter Sinta pun tersenyum. " Untuk trimester pertama ini sebaiknya jangan dilakukan dulu. Tapi jika ingin melakukannya harus berhati-hati dan dalam posisi yang nyaman " jawab dokter Sinta.


" Baiklah dok. Terima kasih banyak atas waktunya. Kami permisi " ucap Tya.


Tya tidak mau Ardi menanyakan hal yang akan membuatnya malu lagi.


" Sama-sama nona muda " jawab dokter Sinta.


Ardi pun berdiri dari duduknya.


" Selamat siang dok " ucap Tya.


" Ayo mas " ucap Tya pada Ardi.


" Iya sayang " jawab Ardi

__ADS_1


Ardi pun mendorong kursi roda Tya untuk keluar dari ruangan dokter Sinta.


__ADS_2